
Tes wartegg adalah tes kepribadian yang bertujuan untuk memperoleh insight mengenai struktur kepribadian seseorang. Tes wartegg merupakan tes gambar yang dipandang dari sudut arti diagnostiknya ( bukan artistiknya ). Poin yang mendapat perhatian adalah nilai ekspresinya dan sifat projektifnya yang terdapat dalam gambar
keuntungan : bahan tes murah, praktis pemanfaatannya, dapat dilakukan secara individu atau kelompok, dapat dinilai secara kuantitatif maupun kualitatif
Hal yang perlu diperhatikan. Setiap stimulus memiliki karakteristik fisiognomi tertentu yang menuntut ekspresi dan sensitivitas ( kepekaan ) subjek dalam menanggapi secara tepat terhadap sifat sifat fisiognominya. Keberhasilan subjek dalam menanggapi stimulus terletak pada kemampuan untuk mengintegrasikan stimulus ke dalam bentuk gambar yang dibuat sekaligus menyesuaikan dengan sifat sifat fisiognominya.
Potensi yang di ungkap : emosi, intelektual, aktivitas, dan imajinasi.
Profil kepribadian : emosi ( terbuka, tertutup ), intelektual ( praktis , spekulatif ), aktivitas ( dinamis, terkendali ), imajinasi ( kombinatif, kreatif.
Sifat sifat fisiognomi
Stimulus 1 : suatu titik di pusat ruangan, menunjukan sesuatu yang terpusat, sentral dan definitif. stimulus 2 : suatu garis ombak kecil, menunjukan sesuatu yang hidup, bergerak dinamis dan organiss. Stimulus 3 : garis vertikal tiga sejajar yang berurutan tingginya, menunjukkan seseuatu yang memiliki sifat ajek ( teratur ), kaku dan meningkat. Stimulus 4 : Perssegi hitam yang kontras dengan ruangan yang putih, menunjukan seseuatu yang padat dan statis dan berat. Stimulus 5 dua gari lurus berlainan arah, meunjukan satu arah dinamika garis mekanis yang tertahan oleh garis diatasnya. Stimulus 6 garis horisontal dan vertikal terpusat letaknya, menunjukkan sifat sifat tenang, kaku dan sedikit mendorong. Stimulus 7 L titik titik garis melengkung, menunjukkan sesuatu yang memiliki sifat halus , menarik tetapi memiliki bentuk yang kompleks. Stimulus 8 garis melengkung menunjukkan suatu arah kepada pembulatan atau kesatuan yang serasi dan bersifat tertutup sampai tersembunyi.
KATEGORI FISIOGNOMI
1. Dilihat dari Respon
Kategori Organis
(Feminitas atau Kewanitaan),
yaitu stimulus 1, 2, 7, dan 8
Kategori Teknis Konstruktif
(Maskulinitas atau Kelelakian),
yaitu stimulus 3, 4, 5, dan 6
2. Dilihat dari stimulus
Kategori Statis,
yaitu stimulus 3,4,6 dan 8
Kategori Dinamis,
yaitu stimulus 1,2,5, dan 7
INTERPRETASI
Hal yang perlu diperhatikan:
Relasi Stimulus-Respon
Content Gambar
Cara Menggambar
RELASI STIMULUS-RESPON
Interpretasi yang muncul adalah:
acuh tak acuh (mengabaikan),
adaptasi (menyesuaikan)
dan penegasan (memperkuat)
CONTENT GAMBAR
Interpretasi yang muncul adalah:
Corat coret (coretan tidak terstruktur dan tidak terarah),
Abstraksi (gambar yang tidak konkrit atau nyata)
dan Gambaran (gambar yang nyata atau jelas bentuknya)
CARA MENGGAMBAR
Interpretasi yang muncul adalah:
Garis, yang memiliki intensitas (tekanan) dan tipe (bentuk)
Kepenuhan Gambar, yang memiliki tipe kosong, penuh, ekspansi dan konstriksi
Bayangan atau Arsiran
dan Komposisi
Rujukan
1. Kinget, G.M. 1952. The Drawing Completion Test, A Projective Technique For The Investigation Of Personality. New York.
2. Tim Prodi Psikologi Unair, tanpa tahun. Pedoman Tes Menggambar Wartegg. Surabaya.
Related posts:


3 Responses
Maaf saya orang awam yang ingin sekali bertanya, Apakah menggambar itu menentukan sekali orang lulus atau tidaknya dalam sebuah psikotes?? apakah bakat seseorang bisa dilihat dari menggambar ?? klo iya ?? bagaimana klo orang tidak mempunyai jiwa seni tapi dia pintar dalam akademis dll. Sebelumnya saya ucapkan Terima kasih.
Posted on February 15th, 2010 at 7:07 PM
apakah menggambar menentukan sekali orang lulus atau tidaknya sebuah psikotes? saya baru bisa menjawab, tidak ! karena apa? dalam psycotest tidak hanya ada test menggambar saja. melainkan masih banyak metode test yang diujikan. jadi syarat lulusnya bukan mutlak dari hasil gambar.
pertanyaan kedua, apakah bakat bisa dilihat dari cara menggambar? jawab saya : setahu saya, menggambar biasa digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang. bukan untuk mengetahui bakat. kalau bakat ada sendiri metode test bakat nya. kalo menurut saya sih gitu, kalau salah mohon diluruskan.
terima kasih
Posted on February 17th, 2010 at 4:10 PM
oke. thax u atas informasinya….
Posted on February 20th, 2010 at 12:50 AM
Add A Comment