Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Yiheee…. Lulus !!!

Posted by Dek Rizky On June - 25 - 2012 2 COMMENTS

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat dan ridhoNya saya dinyatakan lulus… Terima kasih kepada pembimbing saya Ibu Siti Nurina Hakim, S.Psi, M.Si, Psi yang telah membimbing selama skripsi. Dan juga dosen penguji Ibu Dra. Rini Lestari, M.Si dan Dra. Zahrotul Uyun, M.Si

Tak lupa my love Noor Zakiah Darojat, A.Md terima kasih semangat dan cintanya…

Regards

Septiansyah Rizky Y.P

Materi Kuliah II Pendidikan Anak Khusus

Posted by Dek Rizky On October - 21 - 2011 1 COMMENT

Autisme

Istilah autisme pertama kali digunakan oleh Eugen Bleuler -> cara berpikir yang u n i k dan biasa terdapat pada penderita schizophrenia (memandang diri sendiri sebagai pusat dari segala aktivitas di sekitarnya)

Leo Kanner mengganti istilahnya dengan infantile autisme -> anak yang tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain karena terbiasa hidup dalam dunianya sendiri

penderita autisme ini semakin lama semakin bertambah

  • di antara 10.000 anak, 2 – 4 anak di antaranya menderita autisme
  • 3-4x adalah laki-laki
  • Munculnya gejala autisme dimulai pada usia 12 s/d 24 bulan

Download the file :

Read the rest of this entry »

Materi Kuliah I Pendidikan Anak Khusus

Posted by Dek Rizky On October - 7 - 2011 ADD COMMENTS

Penggolongan Anak Khusus Menurut Teori Santrock

a. Gangguan indera (gangguan penglihatan dan pendengaran)
b. Gangguan fisik (gangguan ortopedik, cerebral palsy, gangguan kejang-kejang/epilepsi)
c. Retardasi mental (ringan, IQ= 55 – 70; moderat, IQ= 40 – 54; berat, IQ=25 – 39; parah, IQ < 25)
d. Gangguan bicara dan bahasa (gangguan bicara dan bahasa, gangguan artikulasi, gangguan suara, gangguan kefasihan, gangguan bahasa (reseptif atau ekspresif)
e. Gangguan belajar (dyslexia)
f. Attention deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)
g. Gangguan Emosi dan Perilaku (perilaku agresif, depresi, kecemasan dan ketakutan)

Bagaimana Kalau Anak Anda Mengalami Gangguan Bicara???

Posted by Dek Rizky On September - 24 - 2011 1 COMMENT

Terapi Wicara adalah ilmu yang mempelajari perilaku komunikasi yang normal dan abnormal, yang digunakan untuk memberikan terapi (proses penyembuhan) pada penderita gangguan perilaku komunikasi yang meliputi kemampuan bahasa, bicara, suara, irama kelancaran, sehingga penderita gangguan perilaku komunikasi mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar, tidak mengalami gangguan psiko-sosial serta mampu meningkatkan hidup dengan optimal.

Pelayanan Terapi Wicara adalah pelayanan kesehatan profesional berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dalam bidang perilaku komunikasi untuk meningkatkan dan memulihkan kemampuan perilaku komunikasi, yang berhubungan dengan kemampuan bahasa, wicara, suara dan irama/kelancaran yang diakibatkan oleh adanya gangguan/kelainan anatomis, fisiologis psikologis dan sosiologis.

Gangguan bahasa bicara bisa terjadi pada kondisi-kondisi :

  • Autisme
  • ADD/ADHD
  • Tuna Rungu
  • Cerebral Palsy
  • Mental Retardasi
  • Gangguan Tumbuh Kembang
  • Pasca Serangan Stroke
  • Pasca Pengangkatan Laring
  • Celah langit-langit
  • Gagap

Terapi wicara menangani klien anak anak dan dewasa,kalau anak anak, pada umumnya menangani pada klien Cerebal Palsy, ADHD, Autisme, keterbelakangan mental, klien  yg belum bisa bicara karena faktor lingkungan, klien mengalami gangguan menelan, gangguan irama kelancaran dsb

Bagaimana kalau anak/saudara anda mengalami gangguan hal tersebut? Segera hubungi terapis wicara terdekat

Skala stimulus & Validitas

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011 1 COMMENT

P = f/n

S = bb + {( 0,50 – Pkb)/p } x i

Pkt = 1/2 p + pkb

Validitas di konsepskan sebagai sejauh mana tes mampu mengukur atribut yang seharusnya di ukur. Suatu alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan eror pengukuran yang kecil artinya skor setiap subjek yang diperoleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor sesungguhnya.

Ada 3 konteks validitas dalam psikologi :

  1. Validitas penelitian
    Derajat kesesuaian hasil penelitian dengan keadaan aktual.
    Ada 2 sisi validitas ini :
    Validitas Internal : Mempersoalkan kesesuaian data hasil penelitian dengan keadaan aktual -> disimpulkan dari data data yg didapat; di perlukan instrument pengambilan data harus andal
    Validitas Eksternal : mempersoalkan kesesuaian data generalisasi hasil penelitian dengan keadaan aktual, diperlukan teknik samplingnya harus andal
  2. Validitas soal
    Derajat kesesuaian antara suatu soal dengan perangkat soal lain
    Ukuran valid soal adalah korelasi antara skor pada perangkat soal
    Isi valid soal adalah daya pembeda soal
    Valid soal bukan validitas tes
  3. Validitas test
    Derajat fungsi mengukur suatu test / derajat kecermatan ukur suatu tes
    ukuran validitas tes adalah arah isi, arah rekaan teoritis dan arah kriteria alat ukur
    Ada 3 kriteria : Content validity, construct validity, and criterion validity

Tipe Validitas

  1. Validitas isi
    Menunjukkan sejauh mana item item dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak di ukur.
    Dilakukan dengan melihat apakah item item telah ditulis sesuai dengan blue print
  2. Validitas konstrak
    Menunjukan sejauh mana test mengukur konstrak / trait yang hendak di ukur