Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Pengertian Interview / Wawancara

Posted by Dek Rizky On September - 9 - 2009

Interview atau sering disebut juga wawancara mempunyai definis suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak. Cara pertukaran yang digunakan adalah cara verbal dan nonverbal dan mempunyai tujuan tertentu yang spesifik.

Ada dua macam tipe tujuan interview. Pada konseling untuk mengetahui lebih terkait pada adanya permasalahan dan mencari penyelesaiannya. Sedangkan pada kualitatif untuk memperoleh data penelitian.

Tujuan ( kedudukan ) wawancara

  • Discovery, yaitu untuk mendapatkan kesadaran baru tentang aspek kualitatif dari suatu masalah
  • Pengukuran psikologis: data yang diperoleh dari wawancara akan diinterpretasikan dalam rangka mendapatkan pemahaman tentang subjek dalam rangka melakukan diagnosis permasalahan subjek dan usaha mengatasi masalah tersebut.
  • Pengumpulan data penelitian : informasi dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan atau pemahaman mengenai suatu fenomena. Data dikumpulkan dengan cara wawancara karena kuesioner tidak dapat diterapkan pada subjek subjek tertentu, atau ada kekhawatiran responden tidak mengisi kuesioner ataupun tidak mengembalikan kuesioner pada peniliti.

Mengapa menggunakan wawancara ? Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Gempa disebelah Selatan Pantai Pangandaran

Pada tanggal 17 juli 2006 telah terjadi gempa di sebelah selatan pantai Pangandaran.

Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan gempa bumi terjadi pada pukul 15.19 berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR), dengan pusat gempa tektonik pada kedalaman kurang dari 30 km di titik 9,4 Lintang Selatan, dan 107,2 Bujur Timur.

Pusat gempa di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km.

Ternyata tsunami datang sekitar 45 menit – satu jam setelah gempa utama (main shock).

Terjadinya Tsunami

Yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah : gempa yang terjadi di dasarkan laut, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 skala Richter, serta jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun.

Jika bidang patahan tersebut muncul di dasar laut, maka kestabilan air laut terganggu secara vertikal maupun horizontal. Gangguan stabilitas ini kadang terlihat seperti air pasang surut di pantai beberapa saat sebelum tsunami datang. Energi kinetik pergeseran blok tersebut terkonversi/ berubah menjadi energi potensial air laut dalam volume yang sangat besar sebagai sumber tsunami.

Jenis Tsunami Berdasarkan Waktu Terjadinya Setelah Gempa

  • Tsunami jarak dekat (lokal); terjadi 0-30 menit setelah gempa.
    Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200km. Tanda-tanda sebelum terjadi tsunami adalah getaran kuat dan sering diikuti oleh pasang surut air laut.
  • Tsunami jarak menengah; terjadi 30 menit -2 jam setelah gempa
    Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200 km sampai 1000 km. sistem peralatan mungkin lebih banyak berperan karena getaran tidak terlalu keras.
  • Tsunami jarak jauh; terjadi lebih dari 2 jam setelah gempa
    Jarak lokasi daerah ini dari pusat gempa lebih dari 1000 km, karena itu kecil kemungkinan daerah ini merasakan gempa. Namun masih mungkin terjadi pasang surut sebelum gelombang tsunami datang.

TEKNOLOGI GEODETIK Global Positioning System (GPS)
Alasan pemilihan Teknologi
sejarah kegempaan yang menimbulkan tsunami di Selatan Jawa tidak “terekam” secara alami karena di pesisir selatan Jawa tidak ditemukan koloni terumbu karang.  Sebab peristiwa tersebut dapat diketahui lewat kehidupan terumbu karang.

Tujuan survey dengan GPS :
Melihat deformasi yang mengiringi tahapan mekanisme terjadinya Gempa Bumi (coseismic dan postseismic).

Manfaat :

  1. Dapat melakukan evaluasi nilai potensi energi pasca Bencana Alam gempa bumi, untuk dijadikan input upaya mitigasi dimasa datang.
  • Langkah Penelitian Pasca Gempa Pangandaran
  • Pengamatan GPS di titik BPN dan titik lainnya
  • untuk melihat coseismic dan postseismic

2) Mengukur ketinggian tsunami berdasarkan bukti fisik di lapangan

3) Melakukan wawancara dengan penduduk tentang bagaimana mereka merasakan gempa

Analisis Hasil Penelitian
Dari hasil pengolahan data penelitian, terlihat bahwa kejadian gempa di Pangandaran 2006 yang disertai tsunami memberikan mekanisme deformasi coseismic yang kecil (~2cm),

Catatan tinggi tsunami yang lebih besar dari pemodelan data seismisitas, dan terakhir gempa tidak terasa cukup kuat dan sifat gempa yang dirasakan berupa getaran lambat (slow shaking).  Data-data ini selanjutnya akan digunakan untuk membuat model coseismic slip dan model tsunami.

Kesimpulan sementara yang dapat menerangkan gempa diikuti tsunami yang terjadi 17 juli 2006 berdasarkan data-data penelitian di atas yaitu kemungkinan tipe gempanya adalah slow earthquake atau tsunami earthquake.

Slow Earthquake – Tsunami Earthquake
Tsunami earthquake mengambil istilah dari earthquake atau gempa yang menimbulkan tsunami,

sementara slow earthquake mengambil istilah dari sifat karakteristik getaran gempa yang lambat (slow shaking) yang dapat menimbulkan tsunami.

Secara definisi detail bahwa yang dimaksud tsunami earthquake atau slow earthquake yaitu gempa yang cukup kuat (> 6 skala richter) dengan sifat getaran yang lambat (slow shaking) dan terjadi di laut, kemudian menimbulkan tsunami.

Sifat slow shaking ini yang memberikan respon terhadap dinamika air yang lebih besar dari pada fast shaking (getaran yang cepat).  Respon besar inilah yang dapat membangkitkan gelombang tsunami.

Getaran yang lambat ini salah satunya dapat disebabkan oleh tebalnya sedimen di sekitar pusat gempa di laut yang memberikan efek lubrikasi ketika gempa terjadi.

Sifat getaran yang lambat ini dapat dicirikan dari rekaman long wavelength seismograf, orang merasakan getaran/goyangan yang lamban, dan perbedaan ketinggian model tsunami dengan data fisis di lapangan.

Teknik teknik seleksi

Posted by Dek Rizky On July - 16 - 2010

Yaitu menggunakan

  1. Tes pengetahuan akademik, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pengetahuan akademik calon pekerja. Materi tes yang diberikan harus disesuaikan dengan bidang pendidikan dan tingkat pendidikan. Di samping itu pula diberikan materi tes yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang ditawarkan.
  2. Tes psikologis
    • Test bakat ( aptitude test ) yaitu mengukur kemampuan potensi ( IQ ) , bakat khusus seperti bakat ketangkasan mekanik, kemampuan juru tulis, kemampuan daya abstraksi, kemampuan berhitung, kemampuan daya analis, kemampuan perencanaan, kemampuan sintesa, kemampuan persepsi calon pekerja.
    • Test psiikologi yang digunakan antara lain : otis employment test, the adaptability test, the wesman personnel classification test, test of cognitive ability, test of mechanical ability
    • Test kecenderungan untuk berprestasi ( achievement test ), tes ini untuk mengukur ketrampilan dan pengetahuan calon pekerja, baik secara oral maupun tertulis
    • Test minat bidang pekerjaan ( vocational interest ) , tes ini mengukur suatu ajabatan atau bidang pekerjaan. Melalui test ini dapat diketahui apakah pilihan pekerjaan calon pekerja sesuai dengan minatnya. Minat di bidang pekerjaan yang dimaksud adalah :
      • outdoor ( peneliti lingkungan, bertani, beternak, pengawas hutan )
      • mechanical ( ahli tehnik, montir , operator ),
      • computational ( akuntan, kasir, pemegang buku )
      • scientific ( dokter, insinyur, ahli kimia, pilot, perawat, ahli ilmu pengetahuan )
      • persuasif : aktor , artis, penyiar radio, pelayan toko, pengarang, ahli hukum
      • artistik : pelukis, arsitek, perancang, penata rambut
      • literaty : penulis, novel, sejarawan, pengajar, wartawan. editor, ahli perpustakaan, kritikus drama
      • musical : penyanyi, pemain alat musik, pagelaran konser
      • social service : perawat, pramuka, penyuluh dan pekerja sosial
      • clerical : akuntan, juru arsip, sekertaris, ahoi statistika, pengelola lalu lintas

      Test yang digunakan adalah Kuder preference record vocational test

    • Test kepribadian ( personality test ) test ini mengukur kedewasaan emosi, kesukaan bergaul, tanggung jawab, penyesuaian diri, objektivitas diri, simptom ketakutan. Test yang digunakan antara lain adalah the minnesota multiphasic, personality inventory, baum test, warteg test, draw man test, HTP test
    • wawancara : pertemuan antara dua orang atau lebih  secara berhadapan ( face to face ) dalam rangka untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu untuk mengetahui dan memperdalam data pribadi calon pekerja
    • Test kesehatan
    • biografi
    • home visit

Tentang Interview

Posted by Dek Rizky On October - 6 - 2009

Perbedaan wawancara dengan obrolan adalah sebagai berikut

Wawancara memiliki :

  • Topik terencana
  • Terjadi secara relatif formal
  • Ada panduan pembicaraan agar fokusnya terjaga
  • Ditunutut penguasaan atas isyu/topik yang akan digali dari wawancara

Obrolan memiliki :

  • Topik relatif tidak terncana terjadi secara natural
  • Terjadi secara lebih informal dan santai
  • Terjadi secara spontan saja dan mengalir bebas
  • Tanpa beban ilmiah sama
  • Tanpa beban penguasaan keilmuan tertentu

Asumsi mengenai interview

Hanya “sikap yang baik” (rapport, empati dall ) tidak cukup untuk menghasilkan interview yang baik. “sikap yang baik” harus disertai dengan ketrampilan praktis dalam melakukan interview Read the rest of this entry »