Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Perkembangan moral

Posted by Dek Rizky On June - 29 - 2009

Perkembangan moral

Moral : Mores : tata cara, kebiasan, dan adat

Perilaku moral : perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial

Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral

Perilaku amoral atau non moral adalah perilaku yang tidak sesuai dengan harapan social yang disebabkan oleh ketidak acuhan terhadap harapan social ( pelanggaran secara tidak sengaja terhadap standar kelompok ) Read the rest of this entry »

Penegasan Kawasan Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Manusia : memiliki dua dimensi yaitu dimensi fisik dan psikis

Masing masing dimensi ini memiliki atribut

Atribut fisik : tinggi badan, berat badan, suhu badan dll

batasan batasannya jelas dan mudah di terima secara universal

Atribut psikis : kecemasan, kecerdasan, emosi, motivasi, imajinasi, dll

  • Abstrak
  • Batasanya tidak selalu jelas dan tidak mudah diterima
  • Konsep dan teori lebih dari satu
  • Indikator perilakunya sering tumpang tindih dengan atribut lain

Untuk menjelaskan atribut psikologis tersebut dibuatlah suatu konstrak teoritis / hipotesis

Konstrak teoritis : deskripsi hipotetik, yang sengaja dibuat untuk menjelaskan fenomena psikologis dalam diri manusia. contoh : teori kecemasan, motivasi, keccerdasaan. Biasanya menjelaskan definisi, pengertian dan faktor faktor

Konstrak hipotesis inilah yang akhirnya akan melahirkan indikator indikator perilaku yang dipergunakan untuk mengukur atribut psikologis.

Konsep ada 2 jenis :

  1. Konsep yang jelas hubungannya dengan fakta / realita. contoh : konsep meja digunakan sebagai abstraksi dari semua karakteristik meja yang dapat diamati, yaitu mempunyai permukaan datar, memiliki kaki dan digunakan untuk aktivitas tertentu manusia
  2. Konsep yang lebih abstrak / lebih kabur hubungannya dengan realita /fakta. Konsep ini memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi, dan sering disebut konstruk karena di kondisikan dari konsep yang lebih rendah tingkatannya. contoh : Kecerdasan, intensi prososial, kecemasan dll

Peranan konsep sangat besar karena di adalah yang menghubungkan dunia teori dan dunia observasi, antara abstraksi dan realita. Dalam ilmu psikologi lebih penting lagi karena realitas, psikologis banyak yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.

Proposisi

Hubungan yang logis antara 2 konsep, biasanya disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunhukkan hubungan antara 2 konsep. Contoh : Perilaku manusia merupakan fungsi dari kepentingannya.

Teori : serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial atau alami yang menjadi pusat perhatian penelitian

Variabel : operasionalisasi dari suatu konsep menjadi sesuatu yang memiliki variansi nilai. Caranya dalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang memiliki variansi nilai. Contoh : Badan -> tinggi badan, berat badan, bentuk badan

Hipotesa : Kesimpulan sementara sebagai hasil dari deduksi teori / proposisi yang perlu diuji kebenarannya. Contoh : Ingin menerangkan mengapa perilaku agresif lebih menonjol pada suatu lingkungan masyarakat tertentnu. Untuk itu diperlukan teori agerasi yang salah satu proposisinya menyatakan bahwa frustasi menyebabkan tindakan agresi. Dalam penelitian proposisi ini dijabarkan menjadi hipotesa. Misal : tindakan agresi lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang kepadatan penduduknya lebih tinggi.

Definisi operasional : Unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel, atau semacam petunjuk pelaksanaan cara mengukur variabel. Contoh : tingkat kecerdasan seseorang ditunjuk kan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan.

Langkah awal perencanaan skala psiikologi adalah penegasan batas batas atribut yang hendak di ukur ( identifikasi tujuan dan kawasan ukur ) yang dilakukan dengan pemilihan konsep / konstrak hipotetik tertentu agar didapatkan indikator indikator perilaku yang tepat

Atribut psikologis -> konsep hipotesis (dimensi aspek) -> komponen faktor -> operasional ->Indikator perilaku (tidak)-> Item skala (ya)

EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN

Posted by Dek Rizky On July - 20 - 2010

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”).

Sangat diperhatikan dengan hubungan energi dan menemukannya kembali kepada matahari kita yang merupakan sumber energi yang digunakan dalam fotosintesis

Habitat Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Ekolingkungan

Posted by Dek Rizky On July - 20 - 2010

EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya.

Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”).

Sangat diperhatikan dengan hubungan energi dan menemukannya kembali kepada matahari kita yang merupakan sumber energi yang digunakan dalam fotosintesis

Habitat (berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti menempati) adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan—paling tidak lingkungan fisiknya—di sekeliling populasi suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut.

Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop

Bioma adalah sekelompok tumbuhan dan hewan yang tinggal di suatu habitat pada suatu lokasi geografis tertentu.

Ilmu lingkungan adalah ekologi yang menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.

Dengan kata lain, ILMU LINGKUNGAN adalah ekologi terapan.

Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara jasad hidup (termasuk manusia) dengan dengan lingkungannya.

Pembagian Ekologi Read the rest of this entry »

retardasi mental

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Pendahuluan

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang ( sub normal ) sejak masa perkembangan ( sejak lahir atau sejak mas anak ) . Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, terapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia atau tuna mental

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Hasil bagi IQ bukanlah merupakan satu satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. SEbagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.

Klasifikasi retardasi mental menurut DSM IV – TR yaitu :

  1. Retardasi mental berat sekali
    IQ dibawah 20 – 25. sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  2. retardasi mental sedang
    IQ sekitar 20 – 25 sampai 35-40. sebanyak 4% dari orang yang terkena
  3. Retardasi mental sedang
    IQ sekitar 35 – 40 sampai 50 – 55. sekitar 10% dari yang terkena
  4. Retardasi mental ringan
    IQ sekitar 50-55 sampai 70 sekitar 85% dari yang terkena

Etiologi

Penyebab kelaian mental ini adalah faktor dari keturunan atau tak jelas sebabnya. Keduanya di sebut retardasi mental primer, sedangkan yang sekunder di sebabkan oleh faktor luar yang mempengaruhi terhadap otak bayi dalam kandanguan anak

Retardasi mental menurut penyebabnya yaitu :

  • Akibat infeksi dan/atau intoksikasi
    Dalam kelompok ini termasuk keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi intrakranial, karena serum, obat atau zat tosik lainnya
  • akibat rudapaksa atau sebab fisik lain
    rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental. Rudapksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi mental
  • Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan gizi
    semua retardasi mental yang langsung disebabkan  oleh gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi
  • akiabt penyakit itaj yang nyata ( postnatal )
    retardasi mental akibat neoplasma ( tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau perdagangan ) dan beberapa reaksi sel sel optik yang nyata, tetapi belum diketahui betul etiologinya
  • akibat kelainan kromosom
  • akibat prematur
  • akibat gangguan jiwa yang berat
  • akibat deprivasi psikososial

Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM – IV – TR yaitu :

  1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata rata
  2. gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya
  3. Ohsetnya sebelum berusia 18 tahun