Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

retardasi mental

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Pendahuluan

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang ( sub normal ) sejak masa perkembangan ( sejak lahir atau sejak mas anak ) . Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, terapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia atau tuna mental

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Hasil bagi IQ bukanlah merupakan satu satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. SEbagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.

Klasifikasi retardasi mental menurut DSM IV – TR yaitu :

  1. Retardasi mental berat sekali
    IQ dibawah 20 – 25. sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  2. retardasi mental sedang
    IQ sekitar 20 – 25 sampai 35-40. sebanyak 4% dari orang yang terkena
  3. Retardasi mental sedang
    IQ sekitar 35 – 40 sampai 50 – 55. sekitar 10% dari yang terkena
  4. Retardasi mental ringan
    IQ sekitar 50-55 sampai 70 sekitar 85% dari yang terkena

Etiologi

Penyebab kelaian mental ini adalah faktor dari keturunan atau tak jelas sebabnya. Keduanya di sebut retardasi mental primer, sedangkan yang sekunder di sebabkan oleh faktor luar yang mempengaruhi terhadap otak bayi dalam kandanguan anak

Retardasi mental menurut penyebabnya yaitu :

  • Akibat infeksi dan/atau intoksikasi
    Dalam kelompok ini termasuk keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi intrakranial, karena serum, obat atau zat tosik lainnya
  • akibat rudapaksa atau sebab fisik lain
    rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental. Rudapksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi mental
  • Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan gizi
    semua retardasi mental yang langsung disebabkan  oleh gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi
  • akiabt penyakit itaj yang nyata ( postnatal )
    retardasi mental akibat neoplasma ( tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau perdagangan ) dan beberapa reaksi sel sel optik yang nyata, tetapi belum diketahui betul etiologinya
  • akibat kelainan kromosom
  • akibat prematur
  • akibat gangguan jiwa yang berat
  • akibat deprivasi psikososial

Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM – IV – TR yaitu :

  1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata rata
  2. gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya
  3. Ohsetnya sebelum berusia 18 tahun

Posisi emosi dalam psikologi

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris, yakni ‘emotion’. Dalam kamus, kata ‘emotion’ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Contoh?

Emosi merupakan keadaan yang kompleks. Unsur yang terlibat:

  • interpretasi seseorang terhadap suatu kejadian,
  • adanya reaksi fisiologis yang kuat,
  • ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika (semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi)
  • merupakan cara menginformasikan sesuatu dari satu orang ke yang lainnya,
  • membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi lingkunganEmosi memainkan peran utama dalam kejadian penting pada kehidupan manusia. Mengapa demikian?

Posisi emosi dalam psikologi

  • Emosi adalah hal yang sangat psikologis. Misalnya:
  • Kita merasa bangga bila orang yang kita cintai melakukan hal yang berharga
  • Bila direndahkan kita menjadi marah atau malu
  • Kita bahagia bila mendapat penghargaan
  • Kita berduka bila kehilangan orang yang dicintai
  • Kita takut bila terancam jiwanya

Apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya dipengaruhi emosi dan kondisi yang diakibatkan.

  • Takut karena dikejar anjing kita mampu lari kencang bahkan melompati pagar
  • Bangga dan bahagia terhadap anak-anak meningkatkan semangat untuk maju dan menjaga kesejahteraan keluarga

Emosi berkontribusi dalam kesehatan fisik dan kesehatan mental maupun sakit fisik dan mental

  • Kehilangan harapan hidup dapat menjadikan kita depresi

Lazarus : “… We would not understand people unless we understood their emotions” (kita tidak akan mampu memahami manusia (orang) kecuali kita memahami emosi mereka)
Bisakah Anda membayangkan manusia tanpa emosi?

Dahulu yang banyak dibahas oleh akademisi psikologi adalah :

  • Persepsi (perception)
  • Belajar (learning)
  • Motivasi (motivation)
  • Fisiologi (physiology)
  • Kepribadian (personality)
  • Psikopatologi (Psychopathology)
  • Proses sosial (Social process)

Sekitar tahun 1960an Emosi mulai menjadi pembahasan utama di kalangan akademisi psikologi (sejak muncul kenyataan bahwa emosi memegang peran kunci dalam memahami persoalan manusia dan psikopatologi dalam kerja klinis)

  • Malu dan rasa bersalah merupakan aspek penting dalam perkembangan penyakit neurosis
  • Orang depresi ternyata banyak yang disebabkan karena meredam rasa marah pada orang lain yang dialihkan pada diri sendiri
  • Kemarahan yang luar biasa (acted out) bila tidak dikelola secara baik dapat membahayakan kesehatan

Sejak tahun 1960an, dikatakan bahwa “riset dan pemikiran tentang emosi menjadi buah bibir dan bak bunga yang mulai mekar..”

Kesehatan Mental

Posted by Dek Rizky On April - 11 - 2010

4 madzab keilmuan yang memberikan definisi kesehatan mental

  • Menurut erikson ( psikososial ) : Konsep “sehat” sendiri mempunyai arti yang sangat luas.”sehat “ bukan sekedar berarti tidak sakit melainkan pengertiannya bisa lebih luas dari itu. Menurut kamus bahasa Indonesia modern, kata sehat berarti : dalam keadaan yang baik sekujur badan serta bagian-bagiannya, bebas dari penyakit, dalam keadaan waras ; mendatangkan kebaikan pada badan ; baik dalam keadaan biasa atau normal pikirannya; berjalan sebagaimana mestinya.
    Dalam definisi lain,sehat adalah kondisi seseorang dimana seluruh bagian dari manusia dapat bekerja sama dengan baik,sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
    Sedangkan kata “mental” atau mentalitas berarti : cara berfikir dan berperasaan (afeksi,kognisi,dan konasi). Dengan kata lain mengacu pada kondisi internal individu.
    + Kes-Men : Metode / usaha-usaha untuk mencapai mental yang sehat.
    + Kesehatan Mental menurut WHO, seseorang yang sehat mental/jiwanya : merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup, menerima orang lain apa adanya (ber-empati dan tidak berprasangka) , serta bersikap positif terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
    + Kes-Men juga dapat dilihat dari berbagai Aspek : Intelektual, Sosial, Spiritual-Moral, Emosional.
    + MESANA EN CORPORESANO : “Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat”
    + CORPORESANO EN MENASA : “ Dalam Jiwa yang Kuat terdapat Tubuh Yang Sehat” ( sumber : gunadarma.ac.id )
  • Alexander Schneider , ilmu Kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidak kemampuan menyesuaikan diri.
  • Samson, sin dan hofilena ; ilmu kesehatan mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi fungsi mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi mental yang sehat dan mencegah ketidak mampuan menyesuaikan diri atau kegiatan kegiatan mental yang kalut
  • DB Klein ; Ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan mengingkatkan kesehatan mental
  • Louis P Thrope ; ilmu kesehatan mental adalah tahap psikologi yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental.

Periodesasi perkembangan ilmu kesehatan mental :

  • Zaman Prasejarah

Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll

  • Zaman peradaban awal

1. Phytagoras ( orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental )

2. Hypocrates ( Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental

3. Plato , menurutnya gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa

Zaman Renaissesus

Pada zaman ini di beberapa negara eropa , para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul

  • ERA PRA ILMIAH

1. Kepercayaan Animisme

Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

2. Kepercayaan Naturalisme

Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, “Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.”

Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

B. ERA MODERN

Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai “lunatics” (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.

Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai “The Founder of the Mental Hygiene Movement” dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.

Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi

1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan

2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya

3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental

4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.

Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan The World Health Organization. ( sumber : http://riani-fajrin.blogspot.com/2010/04/kesehatan-mental.html )

Sebuah ilmu dengan objek telaah perilaku manusia tidak dapat berdiri sendiri. Jelaskan ilmu apa saja kah yang berperan dalam memahami kesemen menjadi lebih komprehensif :

  1. Antropologi kesehatan
  2. Psikologi kesehatan
  3. Sosial kesehatan

Menurut Weaver :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)

Psikologi Kesehatan juga mempelajari aspek-aspek psikologis dari pencegahan dan perawatan sakit. Seorang psikologi kesehatan misalnya, membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat stress yang tinggi untuk mengelola stress dengan efektif, sehingga tekanan yang dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. Seorang psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita suatu penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan fisik mereka dengan penyakit tersebut atau untuk mematuhi treatment yang dirancang oleh dokter yang merawatnya. ( http://evantherapy.wordpress.com/2010/03/20/memahami-psikologi-kesehatan/ )

Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)
KETERKAITAN PENYESUAIAN DIRI DENGAN KESEHATAN MENTAL

(1) Kesehatan mental merupakan kunci dari penyesuaian diri yang sehat

(2) Kesehatan mental merupakan bagian integral dari proses adjusment secara keseluruhan

(3) Kualitas mental yang sehat merupakan fundamen yang penting bagi “good adjusment”

B. PENYESUAIAN YANG NORMAL (WELL ADJUSMENT)

Seseorang dapat dikatakan memiliki penyesuaian diri yang normal, yang baik, apabila dia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya secara wajar, tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannya, serta sesuai dengan norma agama. Penyesuaian yang normal ini memiliki karakteristik sebagai berikut (Schneiders, 1964: 2740276)

1. Absence of excessive emotionality (terhindar dari ekspresi emosi yang berlebihan, merugikan, tidak mampu mengontrol diri)

2. Absence of psychological mechanisme (terhindar dari mekanisme-mekanisme psikologis, seperti rasionalisasi, agresi, kompensasi, dsb)

3. Absence of the sense of personal frustration (terhindar dari perasaan frustasi atau kecewa karena tidak terpenuhinya kebutuhannya)

4. Rational deliberation and self-direction (memiliki pertimbangan rasional, yaitu mampu memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang matang dan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambil)

5. Ability to learn (mampu belajar, mampu mengembangkan dirinya dalam upaya memenuhi kebutuhan atau mengatasi masalah)

6. Utilization of past experience (mampu memanfaatkan pengalaman masa lalu, bercermin ke masa lalu baik yang terkait dengan keberhasilan maupun kegagalan untuk mengembangkan kualitas hidup yang lebih baik)

7. Realistic, objective attitude (mampu menerima kenyataan yang dihadapi secara wajar, mampu menghindari, merespon situasi atau masalah secara rasional, tidak didasari oleh prasangka buruk)

C. PENYESUAIAN YANG MENYIMPANG

1. Reaksi Bertahan (deference reaction = flight from self)

Orang ini berusaha mempertahankan diri sendiri, seolah-olah tidak mengalami kegagalan, menutupi kegagalan, atau kelemahan dirinya dengan cara-cara atau alasan-alasan tertentu.

Mekanisme pertahanan diri ini dilatarbelakangi oleh dasar-dasar psikologis, seperti :

a. Inferiority (inferioritas = perasaan rendah diri)

b. The sense of inadequacy (perasaan tidak mampu)

c. The sense of failure (perasaan gagal)

d. The sense of guilt (perasaan bersalah)

Mekanisme pertahanan memiliki beberapa bentuk, yaitu seperti berikut :

a. Kompensasi

Merupakan usaha-usaha yang biasanya tidak disadari untuk menutupi keterbatasan atau kelemahan dengan cara megembangkan respon-respon yang dapat mengurangi ketegangan dan frustasi sehingga dapat meningkatkan penyesuaian individu.

b. Sublimasi

Pengarahan energi-energi drive atau motif secara tidak sadar ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat diterima secara sosial maupun moral.

c. Rasionalisasi

Sebagai upaya mereka-reka alasan untuk menutupi situasi tidak nyaman, tidak dapat diterima, atau merusak, keutuhan pribadi (ego) atau status.

d. Sour Grape (anggur masam)

Sikap menipu diri sendiri (self-deception), sikap sour grape ini merupakan indikasi ketidakmampuan dan kelemahan kepribadian karena mendistori kenyataan.

e. Egosentrisme dan Superiority

Perbuatan pura-pura yang tidak disadari untuk mencapai kualita superior, dan usaha untuk menyembunyikan inferioritasnya.

f. Introjeksi dan Identifikasi

Pertahanan diri ini berusaha untuk memelihara atau melindungi ego dari kelemahannya. Introjeksi merupakan mekanisme dalam mana individu berusaha mengasimilasi kualitas-kualitas yang diingini atau disenangi dari orang lain / kelompok.

g. Proyeksi dan Sikap Mencela

Mekanisme pertahanan diri dimana individu melepas dirinya keadaan yang tidak diinginkan dengan cara mengkambinghitamkan orang lain atau sesuatu dengan penyebabnya.

h. Represi

Merupakan proses penekanan pengalaman, dorongan, keinginan, atau pikiran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan sosial ke alam tak sadar, akrena hali itu mengancam keamanan egonya.

Seorang dikatakan sehat mental jika seorang tersebut tidak menderita kecemasan, depresi, atau bentuk bentuk simtomatologis, sedangkan pengetahuan, kesejahteraan psikologis, mengartikan kesehatan mental sebagai adanya sesuatu yang positif

sehat menurut froid -> apabila struktur id dalam diri manusia, lebih besar dari ego dan superego.

Kepribadian yang tidak sehat menurut froid adalah strukutur ego dalam diri manusia lebih besar dari id dan super ego

Mungkin yang anda maksud ini :

Seleksi dan penempatan

Posted by Dek Rizky On April - 9 - 2010

Strategi Seleksi

1. Interpretasi Profil

Data dikumpulkan secara mekanikal dan di olah secara klinikal. ahli klinik ( psikolog ) menafsirkan pola atau profil dari skor skor yang di peroleh dari seperangkat tes, tanpa mengadakan wawancara dan menghormati atau mengobservasi calon tenaga kerja.

2. Statistikal murni

Pengumpulan dan pengolahan data secara mekanikal. Misalnya untuk meramalkan prestasi kerja manajerial, dengan cara menggunakan informasi biografikal dan skor skor seperangkat alat test

3. Klinikal murni

Pengumpulan dan pengolahan data berlangsung secara klinikal, psikolog peramalannya mendasarkan pada wawancara / observasi , tanpa menggunakan info objektif

4. pengharkatan perlakuan ( behavioral rating )

Pengumpulan data secara klinikal, sedangkan pengolahan secara mekanikal. Psikolog setelah mengobservasi melakukan wawancara kemudian meringkas dalam bentuk  pengharkatan pada 1 bahasan

5. gabungan klinikal

pengumpulan data secara mekanik dan klinik, sedangkan pengolahannya klinik.

Pengumpulan data ( dunnette , lawyer , campbell weick, 1970 )

Pengumpulan data secara mekanikal : jika data dikumpulkan berdasarkan pedoman pedoman, peraturan peraturan dan prosedur yang telah di tetapkan. Misalnya alat test yang telah dibagi dan di bukukan baik pengambilan, pengolahan dan penilaian datanya. Pengumpulan dan pengolahan data bisa dilakukan oleh bukan psikolog. Yang penting kesesuaian dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Pengumpulan data klinikal : adalah data dikumpulkan dengan cara yang lentur ( fleksibel ) dalam arti bahwa macam data yang di kumpulkan  dari seseorang berbeda dengan data yang dikumpulkan dari orang lain, tergantung pada orang ( psikolog ) menganggap perlu atau lebih penting untuk mengumpulkan data tesebut. Misal : psikolog merasa lebih penting hubungan antara keluarga

Pengumpulan dan pengolahan data harus dilakukan oleh psikolog, karena psikolog dapat lebih memperhatikan dan memanfaatkan keselirihan perilaku calon tenaga kerja yang disesuaikan dengan persyaratan pekerjaan tertentu

Managemen sumber daya manusia

1. Perencaanan

2. rekrut

3. seleksi

4. sosialisasi

5. pelatihan dan pengembangan

6. penilaian prestasi kerja

7. promosi

  • hal yg mempengaruhi mendirikan usaha: modal. promosi pemasaran, lokasi, status dari ush trsbt.

sistem manajemen SDM: perencanaan menejemen, rekrutmen, seleksi, sosialisasi, pelatih n pengembangan, penilaian prestasi kerja, promosi, transfer, demosi n phk.
1. perencanaan: design untuk memastikan bahwa personal yg di perlukan akan sll t`penuhi  scr memadai.
faktor intrnal: seperti kebutuhan keterampilan sekarang n yg akan dtg.
faktor eksternal: sprt pasar tenaga krj penggunaan peralatan modern.
2. rekrutmen: mengembangkan cadangan calon krywan sejalan dgn rencana sdm.
3. seleksi: mengevaluasi dan menyaring calon krywan olh manager shg dpt memilih menerima clon krywan yg baik.
4. evaluasi: untk membantu org yg t`pilih unk menyesuaikn diri dgn mulus kedlm organisasi, d prknlkn dgn tem2 sejawat, dibiasakn dgn tanggung jwb, di beri tau ttg budaya yg dijalnkn visi misi kebijakan.
5. pelatihan n pengembangan: b`tujuan untk mengembangkn/ meningkatkn kemampuan krywan dlm membersihkan kontribusi pd efektivitas organisasi.
6. penilaian prestasi kerja: untk membandingkn prestasi krja krywan dgn standart/ tujuan yg d kembangkn u/ posisi krywn trsbt.sdgkn prestasi yg tinggi dpt hadiah.
7. promosi transfer, mutasi, demosi,phk: mrpkan pemindahan krywn dr suatu tmpt k tmpt yg lain yg dikaitkan dgn prestasi krj.

STONER :

Proses yang saling menguntungkan organisasi memutuskan apakah akan menawarkan pekerjaan atau tidak, dan calon memutuskan apakah akan menerima tawaran atau tidak

Robbins :

Proses seleksi yang efektif adalah memapankan karakateristik individual ( kemampuan, pengalaman, dll ) Dengan persyaratan pekerjaan tertentu, bila gagal, kinerja dan kepuasan karyawan akan terganggu

Andrew E Sikula :

Penarikan pegawai adalah tindakan atau proses dari suatu usaha orang untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan operasional. Penarikan pegawai melibatkan SDM yang mampu berfungsi sebagai input lembaga

Dale Yoher :

Penarikan pegawai mencakup identifikasi dan evaluasi sumber sumbernya, tahapan dalam proses keselurhan menjadi milik orang, kemudian dilanjutkan dengan mendaftar kemampuan penarikan, seleski, penempatan dan orientasi

ANWAR Prabu Mankunegaran :

Penarikan adalah suatu proses atau tindakan oleh perusahaan untuk mendapatkan tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber sumber penarikan pegawai, menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan proses seleksi, penempatan

Stoner :

Ialah proses yang menguntungkan organisasi memutuskan apakah akan menawarkan  apakah akan menawarkan pekerjaan atau tidak.

Robins :

Proses seleksi yang efektif adalah memadankan karakteristik individual ( kemampuan, pengalaman dll ) dengan persyaratan pekerjaan tertentu, bila gagal , kinerja dan kepuasan karyawan akan terganggu

Andrew E Sikula

Penyeleksian adalah pemilihan menyeleksi merupakan suatu pengumpulan dari suatu pilihan. Proses seleksi melibatkan pilihan.

Secara khusus mengambhil keputusan dengan membatasi jumlah pegawai yang didapat di kontrak kerjakan

Sasaran seleksi : rekomendasi, menerima atau menolak

Tujuan : menilai calon pegawai yang paling memenuhi syarat

Sasararn penempatan : rekomendasikan. mendapatkan yang sesuai

Tugas : menilai, mencocokkan persyaratan

concise 2 akar => singkat padat jelas

Posisi Emosi dalam Psikologi

Posted by Dek Rizky On April - 6 - 2010

Posisi Emosi dalam Psikologi

  • Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris, yakni ‘emotion’. Dalam kamus, kata ‘emotion’ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Contoh?
  • Emosi merupakan keadaan yang kompleks. Unsur yang terlibat:
    • interpretasi seseorang terhadap suatu kejadian,
    • adanya reaksi fisiologis yang kuat,
    • ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika (semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi)
    • merupakan cara menginformasikan sesuatu dari satu orang ke yang lainnya,
    • membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan
  • Emosi memainkan peran utama dalam kejadian penting pada kehidupan manusia. Mengapa demikian?
  • Emosi adalah hal yang sangat psikologis. Misalnya:
    • Kita merasa bangga bila orang yang kita cintai melakukan hal yang berharga
    • Bila direndahkan kita menjadi marah atau malu
    • Kita bahagia bila mendapat penghargaan
    • Kita berduka bila kehilangan orang yang dicintai
    • Kita takut bila terancam jiwanya
  • Apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya dipengaruhi emosi dan kondisi yang diakibatkan.
    • Takut karena dikejar anjing kita mampu lari kencang bahkan melompati pagar
    • Bangga dan bahagia terhadap anak-anak meningkatkan semangat untuk maju dan menjaga kesejahteraan keluarga
  • Emosi berkontribusi dalam kesehatan fisik dan kesehatan mental maupun sakit fisik dan mental
    • Kehilangan harapan hidup dapat menjadikan kita depresi
  • Lazarus : “… We would not understand people unless we understood their emotions” (kita tidak akan mampu memahami manusia (orang) kecuali kita memahami emosi mereka)
    • Bisakah Anda membayangkan manusia tanpa emosi?

Dahulu yang banyak dibahas oleh akademisi psikologi adalah :

  • Persepsi (perception)
  • Belajar (learning)
  • Motivasi (motivation)
  • Fisiologi (physiology)
  • Kepribadian (personality)
  • Psikopatologi (Psychopathology)
  • Proses sosial (Social process)
  • Sekitar tahun 1960an Emosi mulai menjadi pembahasan utama di kalangan akademisi psikologi (sejak muncul kenyataan bahwa emosi memegang peran kunci dalam memahami persoalan manusia dan psikopatologi dalam kerja klinis)
    • Malu dan rasa bersalah merupakan aspek penting dalam perkembangan penyakit neurosis
    • Orang depresi ternyata banyak yang disebabkan karena meredam rasa marah pada orang lain yang dialihkan pada diri sendiri
    • Kemarahan yang luar biasa (acted out) bila tidak dikelola secara baik dapat membahayakan kesehatan
  • Sejak tahun 1960an, dikatakan bahwa “riset dan pemikiran tentang emosi menjadi buah bibir dan bak bunga yang mulai mekar..”