Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Perbedaan Skala Dan Angket

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Angket

  • Mengungkap data faktual
  • Pertanyaan langsung
  • Responden tau arah pertanyaan dan informasi yang dikehendaki
  • Jawaban di coding
  • Mengungkap banyak hal
  • Tidak perlu diuji validitas dan realibilitasnya

Skala

  • Data berupa konsep psikologi yang menggambarkan aspek kepribadian
  • Pertanyaan tertuju ke indikator perilaku
  • Responden tidak tau arah jawaban
  • Jawaban di beri skor
  • Mengungkap satu atribut
  • Ada uji validitas dan realibilitas

Validitas : ketepatan dan kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya. Validitas adalah karakteristik utama yang harus dimiliki oleh setiap skala.

Faktor yang dapat menurunkan validitas :

  1. Identifikasi kawasan ukur tidak jelas – kekaburan apa yang hendak di ukur.
    Sebab : Perancang skala tidak mengenali batas batas / definisi kawasan ( domain ) atribut yang akan di ukur
    Akibat : sulit menuliskan item yang tepat untuk mengungkap respon yang diinginkan, kawasan ukur tumpang tindih dengan kawasan ukur atribut lain, skala tidak komprehensif, tidak tau dengan persis hal hal yang menjadi item
  2. Operasionalisasi konsep tidak tepat
    Operasionalisasi konsep  —– rumusan indikator perilaku —
    Pembuatan item tidak tepat :

    • Rumusan tidak operasional
    • Menimbulkan penafsiran ganda
    • Tidak mencerminkan konsep yang diukur

    Akibat : item tidak valid

  3. Penulisan item tidak sesuai kaidah
    Terlalu panjang, sosial ….  desirability tinggi, tata bahasa tidak jelas
  4. Administrasi skala yang tidak hati hati
    Perhatikan : penampilan skala, kondisi subjek, kondisi testing
  5. Skoring tidak tepat
  6. Interpretasi yang keliru
    Kesalahan biasanya muncul pada saat pengoreksian try out

Langkah dasar kontruksi skala

Identifikasi tujuan ukur penetapan kontrak psikologis -> Operasionalisasi konsep indikator perilaku -> penskalaan ; (<->) pemilihan format stimulus -> penulisan item -> uji coba -> analisis aitem -> kompilasi I seleksi item -> uji realibilitas ->uji validitas -> kompilasi II final format

Mungkin yang anda maksud ini :

Alat Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Valid : Sejauh mana fungsi alat ukur itu

Reilabel

Objektif

Tingkat objektivitas ( alat ukur kemampuannya tidak tergantung siapa yang menggunakan alat ukur )

Di bidang fisik tidak ada masalah bagaimana di bidang non fisik

Atribut psikologi sulit di ukur

  1. Bersifat Latent ( tidak bisa dilihat secara langsung ) sehingga tidak dapat dilakukan pengukuran secara langsung, konsep yang di munculkan tidak bisa 100 persen tepat. -> sesuatu yang sudah menjadi potensi yang ada, dalam diri kita yang tidak bisa dilihat / terselubung.
  2. Indikator perilaku yang terbatas sehingga tidak komprehensif dan ada kemungkinan tumpang tindih dengan indikator dari atribut psikologi.

Masukan mentah, instrumental dan lingkungan

Posted by Dek Rizky On November - 10 - 2010

Masukan mentah adalah merupakan individu yang belajar dan ini akakn mempunyai peranan yang besar dalam berhasil tidaknya dalam belajar. Untuk melihat segi segi dari masuakan yang ikut berperan dalam belajar ini ialah menyangkut segi kejasmanian, dan segi psikologis. Walaupun keduanya di bedakan tetapi tidak berarti di pisahkan karena keduanya tetap merupakan suatu kesatuan, satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan, kedua  segi tersebut dibedakan agar dapat melihat permasalahannya dengan lebih rinci.

untuk mencapai proses dan hasil belajar yang baik dibutuhkan keadaan jasmani yang baik, dalam arti keadaan jasmaninya sehat, tak mengalami gangguan gangguan. Bila jasmani dalam keadaan yang tidak sehat, hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar, dan akhirnya akan mempengaruhi hasil belajarnya. Untuk menjaga keadaan jasmani atau olah raga yang terstuktur dan istarahat yang teratur. yang mempengaruhi lainnya adalah kesempurnaan alat indera agar hasil belajar baik.

Beberapa aspek mengenai segi psikologis yang berkaitan dengan proses dan hasil belajar adalah mengenai aspek persepsi, ingatan, inteligensi , perasaan atau emosi, motivasi , persepi yang kurang tepat mengenai apa yang di pelajari akan membawa hasil belajar yang kurang baik.

Menurut tikman variabel yang ada pada diri individu yang berpengaruh dalam belajar adalah menyangkut hereditym age, previous training, and special endocrine, drug or vitamin conditions

Naturalistic observation : suatu cara pendekatan yang langsung pada peristiwa yang terjadi secara alami. . Kesulitan : keadaan kelas cukup komplek  sehingga dengan demikian cukup slit untuk mengadakan pengamatan atau observasi dan mengadakan pencatatan secara tepat atau akurat, adanya tendensi mengklasifikasikan apa yang diteliti dalam keadaan komprehensif

Pendekatan laboratorium : mempelajari masalah belajar di laboratorium .Keadan di lab akan mereduksi keadaan dalam kancah yang sebenarnya. Keuntungan yaitu bahwa peneliti dpt dengan lebih baik mengendalikan penelitianya sehinga dengan demikian peneliti akan mendapatkan data yang lebih teliti. Salah satu eksperimen pada manusia di lakukan oleh ebbinghaus dalam kaitannya dengan ingatan dalam belajar.

Ingatan tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang pernah di alaminya saja, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mencerna, menyimpan menimbulkan kembali apa yang di persepsinya. ( wooodworth dan marque,1957 p542 )

Dengan demikian secara skematis cepat dikemukakan bahwa ingatan itu mencakup kemampuan kemampan sebagai berikut : memasukan ( learning ) -> menyimpan ( retention ) -> mengeluarkan kembali ( remembering ).

metode belajar menurut ebbinghaus antara lain : the learning time methode, the relearning method, reconstruction method, the paired association method.

Teori atropi : teori yang menitik beratkan pada lama interval antara waktu memasukkan materi yang di pelajari dengan waktu menimbulkan kembali materi yang bersangkutan (disuse theory ). Teori interferensi : teori kelupaan yang menitikberatkan pada isi interval.

Analisis Item

Posted by Dek Rizky On November - 1 - 2010

Sebagai suatu alat ukur, test harus akurat dan cermat mampu membedakan siswa yang memiliki kecakapan dan yang kurang cakap, mengukur kecakapan yang memang harus di ukur.

Isi test, sekumpulan item yang berupa pertanyaan mengenai suatu hal yang hendak di ukur atau di ungkap, sehingga kualitas test akan sangat di tentukan oleh kualitas itemnya

Langkah langkah menciptakan test yang baik : spesifikasi jelas, item ditulis berdasarkan kaidah kaidah standar penulisan item dan latihan & kreatifitas pembuatan test

Tes yang disusun dengan mendasarkan pada aturan standar tersebut secara teoritis sudah dianggap layak ( theorytical sound ). Namun belum tentu akan benar benar berfungsi apabila di terapkan di lapangan, oleh karenanya perlu diadakan uji coba.

Tujuan uji coba : mengidentifikasi soal soal yang lemah atau cacad misal soal yang kabur atatu tidak tentu arahnya, atau jawaban pengcoh yang tidak berfungsi. Mengidentifikasi taraf kesukaran soal, sehingga seleksi soal dapat dilakukan sesuai tujuan test bentuk akhir. Mengidentifikasi daya beda, menentukan berapa banyak soal untuk masing masing bagian test dan untuk keseluruhan test betntuk akhir.  Menentukan alokasi waktu yang paling layak. Menemukan kelemahan kelemahan dalam petunjuk bagi pengambil test maupun  bagi pengawas, kelemahan dalam contoh soal format dan lainnya. Menemukan saling hubungan antara soal guna menghindarkan tumpang tindih atau bias yang terlalu banyak dalam pemilihan soal dalam pengelompokan soal ke dalam subtest / bagian test

Setelah dari uji coba, soal soal di golongkan dalam 3 kategori. Soal yang di anggap baik dan diterima, soal yang jelas tidak baik, di tolak. soal yang kurang baik setelah di revisi perlu di tata dengan cara tertentu :

1. Pengelompokan berdasarjab tes, mengumpulkan butir butir soal yang mengukur bagian yang sama dalam satu kelompok.

2. pengelompokkan berdasarkan format, mengelompokkan soal yang memiliki tipe sama .

3. Pengukuran berdasarkan taraff kesukaran, berdasrakan pertimbangan psikologis, soal sebaiknya di susun mulai yang paling mudah sampai paling sukar.

Parameter item : yang di perhatikan dalam analisis tipe objektif adalah :

Indek kesukaran Aitem ( IKA ).. IKA = P = n1/N

Semakin besar angka P maka soal semakin mudah.

Indek daya beda ( IDA ) d=nit/NT – nir/NR

Indek daya beda ada yang bernilai negatif ( soal yang tidak baik )

Indek daya distriminasi

0,4 lebih = bagus sekali

0,3 – 0,39 bagus, perlu peningkatan

0,20 – 0,29 belum menguasai

0,20 kurang = buruk sekali

HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN BIDANG ILMU LAIN

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010

Kesehatan mental bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Dia dibangun oleh berbagai bidang ilmu, baik yang secara langsung membidangi kesehatan maupun tidak. Bahkan Wallace Allin menyebutkan sejumlah bidang ilmu yang terkait dan membangun kesehatan mental adalah: psikologi, studi anak, pendidikan, sosiologi, psikiatri, medis, biologi, dan sosioantropologi (Crow, 1968). Tentunya, juga disadari bahwa bidang ilmu lain seperti studi agama, ekonomi, dan politik memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan kesehatan mental. Berbagai bidang ilmu yang memberi kontribusi bagi kesehatan mental sebagian di antaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Ilmu kedokteran
    Ilmu kedokteran mempelajari tentang penyakit dan cara pengobatannya. Selain menekuni bidang pengobatan, ilmu kedokteran, termasuk kedokteran jiwa, juga mengembangkan ilmu kedokteran pencegahan. Khususnya bidang yang ditekuni dalam bidang kedokteran jiwa ini memberi sumbangan yang sangat bermakna bagi kesehatan mental masyarakat.
  2. Psikologi
    Psikologi merupakan disiplin ilmu di bidang perilaku manusia, yang diantaranya mempelajari dimensi psikis manusia dengan segenap dinamikanya. Perilaku manusia, termasuk perilaku yang normal dan yang abnormal atau patologis juga dipelajari. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :