Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Persepektif – persepektif teoritis psikologi klinis

Posted by Dek Rizky On April - 26 - 2009

Persepektif – persepektif teoritis psikologi klinis

Empat persepektif utama :

  1. Sistem biopsikososiopolitik
  2. stres dan coping
  3. Waktu dan perkembangan sepanjang siklus kehidupan. Development -> patterned change prosess. Development. Tahap – tahap perkembangan, perkembangan emosi dan seksual, perkembangan kognitif dan perkembangan sosial dan moral. variable penting : waktu dan perubahan -> risk dan protective factors.
  4. self. Corsini ( 1999 ) : totalitas dari semua karakteristik, atribut yang disadari maupun tidak, mental maupun fisik, yang dimiliki seseorang. Dalam bidang klinis : semua individu memiliki ide tentang seperti apakah dirinya, apa yang dapat dilakukannya, dan apa yang tidak dapat dilakukannya.

Sistem biopsikososiopol

  • Entitas yang dikaji adalah seperangkat unit yang saling berinteraksi dan bukan entitas yang terpisah; dan terorganisasi menjadi hierarki
  • Kontribusi : pandangan bahwa jika satu bagian / hubungan dalam satu sistem berubah maka fungsi seluruh sistem ikut berubah Read the rest of this entry »

Psikologi faal?

Posted by Dek Rizky On April - 5 - 2010

Mengapa perlu belajar faal?

  • body and mind, relation?
  • what role does the mind play?
  • does it control the nervous system?
  • It is a part of nervous system?

Akar sejarah

  1. Filsafat
    • bagaimana kita mepersepsi dan memahami realitas di sekitar kita? mind – body question?
    • metode ilmiah
  2. Biologis
    • metode eksperimen faal
    • kerangka kerja untuk mengintegrasikan penemuan dari banyak spesies : seleksi alam, evolusi, genetik
  3. Psikologi
    • Metode observasi dan analisis perlakuan
    • Pertanyaan teoritis

2 different approach of philosophy

  1. Dualism
    • realitas terbagi 2 : material dan spiritual
    • manusia : tubuh dan jiwa, yang terpisah.
      Jiwa mengendalikan tubuh, jiwa letaknya di otak karena mata telinga di kepala.
  2. Monism
    • Monism adopted by modern science
    • Kepercayaan bahwa realitas terdiri dari satu kesatuan, dimana mind adalah fenomena yang dihasilkan dari kerja / aktivitas fisik
    • Mind => sebuah konsekuensi fungsi fisik dan interaksinya dengan lingkungan Read the rest of this entry »

Tes Psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 26 - 2009

Pengertian test psikologi

  • Suatu pengukuran yang standar dan objektif terhadap sampel perilaku.

Persyaratan alat tes

  • Standarisasi — norma
  • Objektifitas
  • Reliabilitas
  • Validitas

Konsep dasar dan metodologis tes psikologi :

  • Angka kasar ( raw score ) tidak bermakna -> diberi makna berdasar norma
    Norma :

    • Tingkat perkembangan yang dicapai : mental age, skala ordinal, grade equivalent
    • Posisi relatif dalam kelompok tertentu : persentile, standard score, deviasi IQ
  • Relativitas norma :
    • Interpretasi skor tes harus mengacu pada alat test yang digunakan
    • Norma tes tidak absolut, universal atau permanen
    • Perlu membandingkan skor dari tes yang berbeda atau membuat norma subkelompok / lokal Read the rest of this entry »

Skala stimulus & Validitas

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

P = f/n

S = bb + {( 0,50 – Pkb)/p } x i

Pkt = 1/2 p + pkb

Validitas di konsepskan sebagai sejauh mana tes mampu mengukur atribut yang seharusnya di ukur. Suatu alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan eror pengukuran yang kecil artinya skor setiap subjek yang diperoleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor sesungguhnya.

Ada 3 konteks validitas dalam psikologi :

  1. Validitas penelitian
    Derajat kesesuaian hasil penelitian dengan keadaan aktual.
    Ada 2 sisi validitas ini :
    Validitas Internal : Mempersoalkan kesesuaian data hasil penelitian dengan keadaan aktual -> disimpulkan dari data data yg didapat; di perlukan instrument pengambilan data harus andal
    Validitas Eksternal : mempersoalkan kesesuaian data generalisasi hasil penelitian dengan keadaan aktual, diperlukan teknik samplingnya harus andal
  2. Validitas soal
    Derajat kesesuaian antara suatu soal dengan perangkat soal lain
    Ukuran valid soal adalah korelasi antara skor pada perangkat soal
    Isi valid soal adalah daya pembeda soal
    Valid soal bukan validitas tes
  3. Validitas test
    Derajat fungsi mengukur suatu test / derajat kecermatan ukur suatu tes
    ukuran validitas tes adalah arah isi, arah rekaan teoritis dan arah kriteria alat ukur
    Ada 3 kriteria : Content validity, construct validity, and criterion validity

Tipe Validitas

  1. Validitas isi
    Menunjukkan sejauh mana item item dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak di ukur.
    Dilakukan dengan melihat apakah item item telah ditulis sesuai dengan blue print
  2. Validitas konstrak
    Menunjukan sejauh mana test mengukur konstrak / trait yang hendak di ukur

Penegasan Kawasan Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Manusia : memiliki dua dimensi yaitu dimensi fisik dan psikis

Masing masing dimensi ini memiliki atribut

Atribut fisik : tinggi badan, berat badan, suhu badan dll

batasan batasannya jelas dan mudah di terima secara universal

Atribut psikis : kecemasan, kecerdasan, emosi, motivasi, imajinasi, dll

  • Abstrak
  • Batasanya tidak selalu jelas dan tidak mudah diterima
  • Konsep dan teori lebih dari satu
  • Indikator perilakunya sering tumpang tindih dengan atribut lain

Untuk menjelaskan atribut psikologis tersebut dibuatlah suatu konstrak teoritis / hipotesis

Konstrak teoritis : deskripsi hipotetik, yang sengaja dibuat untuk menjelaskan fenomena psikologis dalam diri manusia. contoh : teori kecemasan, motivasi, keccerdasaan. Biasanya menjelaskan definisi, pengertian dan faktor faktor

Konstrak hipotesis inilah yang akhirnya akan melahirkan indikator indikator perilaku yang dipergunakan untuk mengukur atribut psikologis.

Konsep ada 2 jenis :

  1. Konsep yang jelas hubungannya dengan fakta / realita. contoh : konsep meja digunakan sebagai abstraksi dari semua karakteristik meja yang dapat diamati, yaitu mempunyai permukaan datar, memiliki kaki dan digunakan untuk aktivitas tertentu manusia
  2. Konsep yang lebih abstrak / lebih kabur hubungannya dengan realita /fakta. Konsep ini memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi, dan sering disebut konstruk karena di kondisikan dari konsep yang lebih rendah tingkatannya. contoh : Kecerdasan, intensi prososial, kecemasan dll

Peranan konsep sangat besar karena di adalah yang menghubungkan dunia teori dan dunia observasi, antara abstraksi dan realita. Dalam ilmu psikologi lebih penting lagi karena realitas, psikologis banyak yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.

Proposisi

Hubungan yang logis antara 2 konsep, biasanya disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunhukkan hubungan antara 2 konsep. Contoh : Perilaku manusia merupakan fungsi dari kepentingannya.

Teori : serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial atau alami yang menjadi pusat perhatian penelitian

Variabel : operasionalisasi dari suatu konsep menjadi sesuatu yang memiliki variansi nilai. Caranya dalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang memiliki variansi nilai. Contoh : Badan -> tinggi badan, berat badan, bentuk badan

Hipotesa : Kesimpulan sementara sebagai hasil dari deduksi teori / proposisi yang perlu diuji kebenarannya. Contoh : Ingin menerangkan mengapa perilaku agresif lebih menonjol pada suatu lingkungan masyarakat tertentnu. Untuk itu diperlukan teori agerasi yang salah satu proposisinya menyatakan bahwa frustasi menyebabkan tindakan agresi. Dalam penelitian proposisi ini dijabarkan menjadi hipotesa. Misal : tindakan agresi lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang kepadatan penduduknya lebih tinggi.

Definisi operasional : Unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel, atau semacam petunjuk pelaksanaan cara mengukur variabel. Contoh : tingkat kecerdasan seseorang ditunjuk kan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan.

Langkah awal perencanaan skala psiikologi adalah penegasan batas batas atribut yang hendak di ukur ( identifikasi tujuan dan kawasan ukur ) yang dilakukan dengan pemilihan konsep / konstrak hipotetik tertentu agar didapatkan indikator indikator perilaku yang tepat

Atribut psikologis -> konsep hipotesis (dimensi aspek) -> komponen faktor -> operasional ->Indikator perilaku (tidak)-> Item skala (ya)