Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Tes Bakat

Posted by Dek Rizky On January - 4 - 2010

Ilustrasi kasus

Ada 2 orang yang memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan ketrampilan. Mereka menjalani on the job training atau menghadiri sesi training di suatu kelas. Satu orang dapat mempelajari pengetahuan dan ketrampilan dengan cepat dan satu orang lagi membutuhkan waktu lebih lama. Kesimpulan?

Tes Bakat

Bakat ?

Mengapa perlu diketahui ?

Bagaimana cara mengetahui ?

Pengertian bakat

Bakat mengacu pada kemampuan khusus ( berg, 2000 ) sepeti menyelesaikan perhitungan aritmatika, atau mengingat fakta dari informasi yang telah dibaca.

Bakat berasal dari hasil interaksi antara karakteristik individu dengan kesempatan belajar di lingkungan ( Cohen dan Swedlik, 2002 ) . Bakat ini merepresentasikan informasi dan ketrampilan yang bertahap telah didapatkan. Read the rest of this entry »

Perbedaan Skala Dan Angket

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Angket

  • Mengungkap data faktual
  • Pertanyaan langsung
  • Responden tau arah pertanyaan dan informasi yang dikehendaki
  • Jawaban di coding
  • Mengungkap banyak hal
  • Tidak perlu diuji validitas dan realibilitasnya

Skala

  • Data berupa konsep psikologi yang menggambarkan aspek kepribadian
  • Pertanyaan tertuju ke indikator perilaku
  • Responden tidak tau arah jawaban
  • Jawaban di beri skor
  • Mengungkap satu atribut
  • Ada uji validitas dan realibilitas

Validitas : ketepatan dan kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya. Validitas adalah karakteristik utama yang harus dimiliki oleh setiap skala.

Faktor yang dapat menurunkan validitas :

  1. Identifikasi kawasan ukur tidak jelas – kekaburan apa yang hendak di ukur.
    Sebab : Perancang skala tidak mengenali batas batas / definisi kawasan ( domain ) atribut yang akan di ukur
    Akibat : sulit menuliskan item yang tepat untuk mengungkap respon yang diinginkan, kawasan ukur tumpang tindih dengan kawasan ukur atribut lain, skala tidak komprehensif, tidak tau dengan persis hal hal yang menjadi item
  2. Operasionalisasi konsep tidak tepat
    Operasionalisasi konsep  —– rumusan indikator perilaku —
    Pembuatan item tidak tepat :

    • Rumusan tidak operasional
    • Menimbulkan penafsiran ganda
    • Tidak mencerminkan konsep yang diukur

    Akibat : item tidak valid

  3. Penulisan item tidak sesuai kaidah
    Terlalu panjang, sosial ….  desirability tinggi, tata bahasa tidak jelas
  4. Administrasi skala yang tidak hati hati
    Perhatikan : penampilan skala, kondisi subjek, kondisi testing
  5. Skoring tidak tepat
  6. Interpretasi yang keliru
    Kesalahan biasanya muncul pada saat pengoreksian try out

Langkah dasar kontruksi skala

Identifikasi tujuan ukur penetapan kontrak psikologis -> Operasionalisasi konsep indikator perilaku -> penskalaan ; (<->) pemilihan format stimulus -> penulisan item -> uji coba -> analisis aitem -> kompilasi I seleksi item -> uji realibilitas ->uji validitas -> kompilasi II final format

Mungkin yang anda maksud ini :

Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif

Posted by Dek Rizky On November - 5 - 2010

Paradigma Penelitian

Paradigma positivisme mengembangkan metode kuantitatif yang memandang gejala, lebih bersifat tunggal, statis dan konkrit. Paradigma postpositivisme mengembangkan metode kualitatif yang memandang realitas social sebagai sesuatu yang holistic / utuh, kompleks, dinamis dan penuh makna.

Metode kualitatif sering disebut : Metode penelitian natularistik -> karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah ( natural setting )

Metode etnographi : karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian barang antrophologi budaya

Metode kualitatif : karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif

Pengertian metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yangdigunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi ( menggunakan berbagai sumber berbagai teknik scara simultan untuk mendapatkan data yang pasti), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makana daripada generalisasi

Perbedaan kualitatif dengan kuantitatif : aksioma ( pandangan dasar ) , karakteristik penelitian, proses penelitian.

Aksioma : kualitatif bersifat realitas yang ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman. Hubungan peneliti dengan yang diteliti yang interaktif tidak dapat dipisakan. Hubungan variabel yang timbal balik dan interaktif. Kemungkinan generalisasi transferability hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu. Peranan nilai nya terikat nilai.

Dalam penelitian kualitatif desain topik nya umum, fleksibel, berkembang, tampil dalam proses penelitian. Mempunyai tujuan untuk memperoleh pemahaman makna “verditehen”, menggambarkan realitas yang kompleks. Teknik penelitian nya dengan observasi, observasi partisipan, in depth interview, dokumentasi, triangulasi. Instrumennya peneliti sebagai instrumen, buku catatan , dan tape recoreder. Datanya deskriptif, dokumen pribadi , catatan laporan, ucapan responden, dokumen. dll. Sampelnya kecil, purposive, snowball. Berkembanga selaama proses penelitian. Analisis terus menerus sejak awal sampai dengan akhir, induktif, mencari pola, model atau tema. Hubungan dengan responden empati, akrab, kedudukan sama, setaraf, dan berjangka lama. Usulan desainnya singkat, literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama, prosedur bersifat umum seperti akan merencanakan tour, masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan, tidak dirumuskan hipotesis, fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan. Kapan penelitian dianggap seleseai jika setelah tidak ada data yang dianggap baru. Kepercayaan terhadap hasil penelitian pengujuan kredibilitas, dependenbilitas, proses dan hasil.

Kapan metode kualitatif digunakan? Bila masalah penelitian belum jelas memahami makna dibalik data yang tampak, untuk memahami interaksi sosial, memahami perasaan orang, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, meneliti sejarah perkembangan.

Kompetensi peneliti kualitatif : memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti, mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada kontesk sosial yang akan diteliti. memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada objek penelitian ( konteks sosial ), Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber sumber lain. Mampu menganalisi data secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural / budaya. Mampu menguji kredibilitas dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferalita hasil penelitian. Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesi atau ilmu baru. Mampu membuat laporan secara sitematis, jelas lengkap dan rinci

Teknik teknik seleksi

Posted by Dek Rizky On July - 16 - 2010

Yaitu menggunakan

  1. Tes pengetahuan akademik, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pengetahuan akademik calon pekerja. Materi tes yang diberikan harus disesuaikan dengan bidang pendidikan dan tingkat pendidikan. Di samping itu pula diberikan materi tes yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang ditawarkan.
  2. Tes psikologis
    • Test bakat ( aptitude test ) yaitu mengukur kemampuan potensi ( IQ ) , bakat khusus seperti bakat ketangkasan mekanik, kemampuan juru tulis, kemampuan daya abstraksi, kemampuan berhitung, kemampuan daya analis, kemampuan perencanaan, kemampuan sintesa, kemampuan persepsi calon pekerja.
    • Test psiikologi yang digunakan antara lain : otis employment test, the adaptability test, the wesman personnel classification test, test of cognitive ability, test of mechanical ability
    • Test kecenderungan untuk berprestasi ( achievement test ), tes ini untuk mengukur ketrampilan dan pengetahuan calon pekerja, baik secara oral maupun tertulis
    • Test minat bidang pekerjaan ( vocational interest ) , tes ini mengukur suatu ajabatan atau bidang pekerjaan. Melalui test ini dapat diketahui apakah pilihan pekerjaan calon pekerja sesuai dengan minatnya. Minat di bidang pekerjaan yang dimaksud adalah :
      • outdoor ( peneliti lingkungan, bertani, beternak, pengawas hutan )
      • mechanical ( ahli tehnik, montir , operator ),
      • computational ( akuntan, kasir, pemegang buku )
      • scientific ( dokter, insinyur, ahli kimia, pilot, perawat, ahli ilmu pengetahuan )
      • persuasif : aktor , artis, penyiar radio, pelayan toko, pengarang, ahli hukum
      • artistik : pelukis, arsitek, perancang, penata rambut
      • literaty : penulis, novel, sejarawan, pengajar, wartawan. editor, ahli perpustakaan, kritikus drama
      • musical : penyanyi, pemain alat musik, pagelaran konser
      • social service : perawat, pramuka, penyuluh dan pekerja sosial
      • clerical : akuntan, juru arsip, sekertaris, ahoi statistika, pengelola lalu lintas

      Test yang digunakan adalah Kuder preference record vocational test

    • Test kepribadian ( personality test ) test ini mengukur kedewasaan emosi, kesukaan bergaul, tanggung jawab, penyesuaian diri, objektivitas diri, simptom ketakutan. Test yang digunakan antara lain adalah the minnesota multiphasic, personality inventory, baum test, warteg test, draw man test, HTP test
    • wawancara : pertemuan antara dua orang atau lebih  secara berhadapan ( face to face ) dalam rangka untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu untuk mengetahui dan memperdalam data pribadi calon pekerja
    • Test kesehatan
    • biografi
    • home visit

Analisis data

Posted by Dek Rizky On July - 12 - 2010

Analisis data :

analisis statistik : kuantitatif : berwujud angka

analisis non statistik : kualitatif : berwujud deskriptif, tabel, kategori dan klasifikasi

Analasis statistik

  1. Korelasional ( hubungan )
    tergantung pada :
    topik : contoh : studi tentang korelasi antara x dan y
    hipotesis : Ada korelasi antara x dan y
  2. Komparasi

Read the rest of this entry »