Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Lazada Indonesia

Behaviorisme Dipandang Dari Segi Psikologi Islam

Posted by Dek Rizky On March - 25 - 2009

Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (17)


A.Pengertian Behaviorisme

Aliran psikologi yang menekankan pada tingkah laku / perilaku manusia ( individu ) sebagai makhluk reaktif yang memberikan respon terhadap lingkungandi sekitarnya. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku orang tersebut.

B.Tokoh – Tokoh Beserta Teorinya

1.Edward Lee Thorndike ( S – R Bond / Connectionism )

Belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara stimulus dan respon. Eksperimennya berupa kucing yang dimasukkan ke dalam sangkar tertutup yang apabila pintunya dapata dibuka, secara otomatis knop di dalam sangkar menutup untuk menguji teori trial and error. Ciri – ciri belajar Trial and Error adalah adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap situasi, ada eliminasi terhadap respon yang salah, ada kemajuan reaksi – reaksi mencapai tujuan. Sehingga ia menemukan hukum berikut ini :

  • Hukum Kesiapan ( Law of Readiness )

Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.

  • Hukum Latihan ( Law of Exercise )

Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut akan semakain kuat.

  • Hukum Efek ( Law of Effect )

Hukum akibat hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan akan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hal ini telah dibuktikan Ivan Petrovich Pavlov dan Watson Pavlov dalam eksperimennya terhadap anjing.

2.Ivan Pavlov ( Classical Conditioning )

Dari eksperimen yang dilakukan terhadap seekor anjing, Pavlov menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :

  • Law of Respondent Conditioning ( Pembiasaan )

Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer maka refleks dan stimulus yang lainnya akan meningkat.

  • Law of Respondent Extinction ( Pemusnahan )

Jika refleks yang sudah diperkuat melalui respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.

3.B. F. Skinner ( Operant conditioning )

Tingkah laku bukanlah sekedar respon terhadap stimulus tetapi merupakan suatu tindakan yang disengaja atau Operant yang dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya. Skinner mengemukakan dua prinsip yaitu :
Respon yang diikuti oleh reward ( penghargaan ) akan cenderung diulangi. ( Law Of Operant Extinction )
Reward akan meningkatkan kecepatan terjadinya respon. ( Law of Operant Conditioning )

Dalam Muhibin Syah, 2003 menyebutkan bahwa Operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan.

4.John B. Watson

John B. Watson menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan.

5.Albert Bandura ( Social Learning )

Teori Bandura memandang perilaku individu tidak semata – semata refleks otomatis atas stimulus ( S – R Bond ), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip teori belajar sosial ( teori observational learning ) bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral melalui proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain.

C. Aliran Behaviorisme Dalam Pandangan Islam

Ajaran islam diharapkan dapat mengkaji perilaku dengan cara mempertimbangkan jiwa dan badan, perilaku manusia hanya merupakan interpretasi dari kejiwaan manusia. Jadi tidak hanya dari satu aspek saja. Yang diperkuat dengan pendapat dari M. Ramli, yaitu :

“Al-Yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum nikmati wa radhitu islami dina”.

Artinya dalam aliran behaviorisme, terujinya suatu kejiwaan manusia dengan suatu eksperimental, observasi dan uji coba memang yang dilakuakan tokoh-tokoh behaviorisme adalah benar karena tanpa uji coba kita tidak bisa menilai seseorang, dan pengkajian seharusnya dimulai dengan rumusan menurut Allah. Seperti firman Allah QS. At – Taubat ayat 16 :

Artinya :
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan ( begitu saja ), sedang Allah belum mengetahui ( dalam kenyataan ) orang – orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengeahui apa yang kamu kerjakan”.

Di dalam islam ada yang disebut dengan ujian, dalam firman Allah QS. Ash-Shaffaat ayat 106 :

Artinya :
“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata”.

Aliran behaviorisme mempelajari terbentuknya perilaku manusia berdasarkan konsep stimulus dan respon, yang berarti perilaku manusia sangat terkondisi oleh lingkungan. Satu – satunya motivasi yang mendorong manusia bertingkah laku adalah penyesuaian diri dengan lingkungan. Konsep ini mengisyaratkan bahwa ketika manusia dilahirkan, ia tidak membawa bakat apa – apa dan mengingkari potensi alami manusia. Aliran behaviorisme menolak determinan perilaku manusia, karena manusia berkembang atas dasar stimulasi dari lingkungannya.
Pandangan ini beranggapan bahwa manusia tidak memiliki kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri, oleh karena itu aliran ini memiliki kecenderungan untuk mereduksi manusia. Artinya, manusia tidak memiliki jiwa kemauan dan kebebeasan untuk menentukan pilihannya sendiri.
Dalam hal ini kiranya perlu dipertimbangkan bahwa manusia sebagai makhluk hedonis, padahal manusia juga memiliki kehendak untuk mengabdi pada Tuhannya dengan tulus ikhlas dan penuh kesadaran. Pandangan ini mengangkat derajat manusia ke tempat yang teramat tinggi. Ia seakan-akan pemilik akal budi yang hebat serta kebebebasan penuh untuk berbuat sesuatu yang dianggap baik dan sesuai dengan dirinya.
Kaidah dan hukum belajar ini dapat dianggap sebagai keunggulan dari aliran behaviorisme dalam menelaah konsep manusia yang dikaitkan dengan dengan salah satu fenomena sunnatullah, yaitu bahwa manusia dapat mengubah nasib dirinya sendiri.Seperti firman Allah SWT pada QS Ar – Ra’d ayat 11 yang memiliki arti :

“ Bagi manusia ada malaika – malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali – kali tak ada pelindung mereka selain Dia ”.

2 Responses

  1. judi Said,

    wah jadi ingat masa-masa kuliah neh

    Posted on January 7th, 2010 at 1:23 AM

  2. hm sidik Said,

    begitulah indahnya yang maha kuasa menciptakan alam dan isinya termasuk manusia. jangan mengira kita tidak dalam pantauannya. namun sayangnya sulit untuk mengaplikasikan apa yang kita imani

    Posted on February 3rd, 2011 at 5:00 PM

Add A Comment