Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Lazada Indonesia

MASA REMAJA

Posted by Dek Rizky On June - 29 - 2009

PENGERTIAN REMAJA
Adolescence berasal dari “adolescere” yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”
Adolescence memiliki arti lebih luas (dibanding pubertas), yaitu mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik.

CIRI-CIRI MASA REMAJA

  • Merupakan periode transisi/peralihan
  • Merupakan periode perubahan, misalnya: perubahan kepekaan emosi, bentuk tubuh, peran, minat, dan nilai.
  • Merupakan masa mencari jati diri/identitas diri.
  • Merupakan masa yang tidak realistik, karena mereka memandang sesuatu dari “kacamata”-nya sendiri, yang kadang jauh dari realita

TUGAS PERKEMBANGAN MASA REMAJA

  • Menerima kodisi fisik apa adanya, dan mampu memanfaatkannya secara efektif.
  • Mencapai hubungan baru yang lebih matang dg teman sebaya, baik sejenis maupun lain jenis.
  • Mencapai peran sosial yang bertanggung jawab sebagai pria/wanita.
  • Mencapai kemandirian emosional dari ortu maupun orla.
  • Mempersiapkan karier ekonomi.
  • Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.

KEBUTUHAN2 REMAJA

  • Mencapai sesuatu => memupuk ambisi
  • Kebutuhan akan rasa: superior, ingin menonjol, ingin terkenal.
  • Kebutuhan u/ berkompetisi
  • Kebutuhan u/tampil memukau
  • Kebutuhan bebas menentukan sikap (tidak mau didekte) FILE DI: Psikologi Perkembangan II-Pendahuluan-08
  • Kebutuhan u/ menjalin persahabatan
  • Kebutuhan u/ berempati
  • Kebutuhan u/ mencari simpati
  • Kebutuhan u/ menghindari rutinitas
  • Kebutuhan u/mengatasi hambatan
  • Kebutuhan u/menyalurkan agresivitas
  • Kebutuhan bergaul dengan lawan jenis

Penyebab Hightened Emotionality

  • Penyesuaian diri pada situasi baru.
  • Harus memenuhi tuntutan masyarakat u/ dapat bersikap lebih matang.
  • Aspirasi yg tdk realistik/unrealistic aspiration.
  • Penyesuaian sosial thd lawan jenis/social adjustment to the other sex
  • Masalah di sekolah/school Problems.
  • Masalah pekerjaan/vocational problems.
  • Tidak ada/sangat sedikit model perilaku yang bisa ditiru, atau banyaknya model perilaku yang seharusnya justru tidak boleh ditiru.
  • Hubungan (dengan orang lain, terutama dengan anggota keluarga, dan antar anggota keluarga) yang tidak menyenangkan/unfavorable relationship.

Bentuk-bentuk ekspresi hightened emotionality:

  • Nervous habits (kebiasaan nervous): Yaitu suatu bentuk perilaku yang disebab-kan oleh ketidak mampuan untuk mengatasi nervous yang ditunjukkan dengan sikap blocking (bila ditanya hanya menjawab singkat, mis: “ya”; “malas”, “ogah”; “tidak”; atau bahkan hanya diam sambil mengangguk/menggeleng). Dalam situasi seperti ini remaja butuh bimbingan yang bersifat empatis.
  • Emotional outburst: Bentuk ekspresi emosi yang berupa pe-lampiasan dengan membanting benda-benda yang ada didekatnya. Kepuasan akan muncul/emosi mereda stlh mela-kukan tindakan “hempasan” tersebut => lebih sering terjadi pada remaja perempuan.
  • Quarrelsomeness: Yaitu perkelahian yg disebabkan oleh adanya ketersinggungan. Biasanya muncul dlm btk perkelahian massal, karena adanya konformitas klp yg sangat kuat pada masa ini => biasa terjadi pada remaja laki-laki
  • Finicky Appetites: adalah menurunnya nafsu atau gairah, seperti: nafsu makan, gairah belajar, semangat bekerja dsb.
  • Moodiness: menurunnya mood (suasana hati), shg apa yg dilakukan serba salah, tidak menentu, canggung
  • Escape mechanism: Bentuk pelarian diri dari masalah, bisa kearah + , bisa kearah – . Misalnya: putus cinta => malas, isolated, atau justru smkn giat belajar, aktif di organisasi, dsb.

Pola-pola emosi remaja

  1. Fear / rasa takut.
    Menurut Hurlock rasa takut anak dan remaja bentuknya beda. Pada anak penyebab takut adalah stimulus yang bersifat riil/nyata/terlihat, sedangkan pada remaja kadang penyebabnya adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat mata, seperti: takut gagal, dicela, beda dengan peer-group.

    • Takut pada benda2 yg bersifat alami, seperti; tempat tinggi, keramaian, api, badai, dsb.
    • Takut pada aktivitas sosial/human relation yang disebabkan oleh rasa malu untuk bersosialisasi atau ingin mendapatkan kesan yang baik dalam tingkah laku dan berprestasi
    • Takut pada diri sendiri, biasanya takut pada sakit yang serius => kecelakaan yang menyebabkan cacat.
    • Takut pada ketidak-mampuan melakukan sesuatu/in capacity.
    • Takut dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
    • Takut gagal dalam sekolah.
    • Takut pada sesuatu yang tidak/belum diketahui.

    Macam-macam emosi takut

    • Shyness (malu)
    • Embarrassment (canggung)
    • Worry (khawatir)
    • Anxiety (kecemasan)
      a. Shyness (malu)

      • Bentuk rasa takut yang ditandai dengan penarikan diri dari hubungan dengan orla.
      • Penyebab rasa malu adalah manusia.
      • Ekspresi rasa malu: – Muka memerah – Gugup – Gagap – Diam

      b. Embarrassment

      • Reaksi takut terhadap manusia bukan pada objek atau situasi. Munculnya emosi ini lebih disebabkan oleh keraguan tentang penilaian orang lain terhadap penampilan atau perilakunya ? berhubungan dengan kesadaran diri (self conscious)
      • Ekspresi sama dengan rasa malu

      c. Worry

      • Rasa gelisah yang muncul tanpa alasan jelas.
      • Penyebab: Pikiran individu
      • Hal-hal yang dikhawatirkan : sesuatu yang bermakna dalam kehidupan, seperti: masalah keluarga, hubungan dengan peer-group, dan masalah sekolah

      d. Anxiety (kecemasan)

      • Merupakan bentuk lain dari rasa takut.
      • Keadaan mental yang tidak nyaman karena sesuatu yang dirasa mengancam atau sesuatu yang dibayangkan.
      • Menurut Jersild penyebabnya: inner conflict yang dapat menimbulkan depress
      • Intensitas lebih berat daripada worry
      • Penyebab anxiety: lebih sering bersifat imajiner/tidak nyata.
      • Kecemasan timbul karena terlalu banyaknya worry yang yang belum dapat diatasi.
      • Ekspresi kecemasan: – defends mechanism – bertingkah laku antisosial – frustrasi – mudah terpengaruh kelompok

2. Anger (marah)

  • Pada masa remaja frekuensi meningkat
  • Penyebab: hubungan dengan orang lain
  • Selalu disalahkan/digurui
  • Sering dibandingkan dengan orang lain
  • Reaksi: Impulsif => agresi fisik dan/ atau verbal danRepresif (ditekan) => masa bodoh/acuh tak acuh (impunitive)

3. Jealousy (cemburu)

  • Reaksi normal terhadap kehilangan afeksi (kasih syang) dari orang lain/orangtua, baik secara nyata, dibayangkan atau ancaman.
  • Merupakan kombinasi dari rasa takut dan rasa marah
  • Penyebab: kondisi di lingkungan keluarga, sekolah, dan kurangnya kepercayaan diri.

4. Iri hati (Envy)

  • Bersifat individual
  • Penyebab utamanya adalah masalah finansial
  • Reaksi terhadap teman yang menjadi objek envy biasanya dalam bentuk verbal
  • Banyak muncul pada remaja perempuan
  • Bila muncul pada pria dapat menyebab-kan terjadinya kriminalitas, spt: malak, mencuri, merampok, dsb

5. Annoyance (jengkel)

  • Rasa tidak nyaman yang bisa disebabkan karena benda, binatang, maupun orang lain.
  • Untuk mengurangi rasa jengkel, dengan sharing pada orang lain.
  • Dapat memotivasi individu untuk melawan kejengkelan dengan perilaku positif

6. Frustration

  • Terjadi apabila remaja merasa ada yang menghalangi/menghambat keinginan dan kebutuhannya.
  • Menyebabkan individu atraktif, sehingga dapat berpengaruh pada social acceptance.
  • Reaksi: Agresif. Displacement, withdrawal

7. Grief ( Duka Cita )

  • Suatu trauma psikis yang disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang sangat berarti bagi individu.
  • Merupakan kondisi emosi yang paling tidak menyenangkan
  • Ekspresi: menangis, apatis (menekan emosi), sulit tidur, mimpi buruk

8. Currious (Rasa Ingin Tahu)

  • Kondisi ini sangat sering dialami remaja
  • Hal-hal yang paling ingin diketahui adalah sesuatu yang baru, ditutup-tutupi, misterius.
  • Menstimulasi munculnya keinginan untuk menempuh ilmu/sekolah secara serius, karena banyaknya rasa ingin tahu akan hal-hal yang bersifat ilmiah.

9. Affection

  • Kondisi emosi menyenangkan yang sangat didambakan setiap individu di usia remaja.
  • Kebutuhan afeksi berhubungan dengan rasa aman, sehingga setiap remaja harus mendapatkannya, terutama dari significant person.
  • Remaja yang terpenuhi kebutuhan afeksinya akan mudah memberikan afeksi pada orang lain.

10. Happiness

  • Kondisi menyenangkan yang selalu didambakan dialami setiap remaja.
  • Happiness dapat terjadi apabila kondisi fisik individu normal.
  • Happiness terjadi karena tercapainya cita-cita/harapan

Mungkin yang anda maksud ini :

1 Response

  1. KELUARGA SEBAGAI KEKUATAN PENCEGAH KENAKALAN ANAK DAN REMAJA | nuranihidayah06 Said,

    […] http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/masa-remaja […]

    Posted on September 25th, 2013 at 3:14 PM

Add A Comment