Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Analisis Item

Posted by Dek Rizky On November - 1 - 2010

Sebagai suatu alat ukur, test harus akurat dan cermat mampu membedakan siswa yang memiliki kecakapan dan yang kurang cakap, mengukur kecakapan yang memang harus di ukur.

Isi test, sekumpulan item yang berupa pertanyaan mengenai suatu hal yang hendak di ukur atau di ungkap, sehingga kualitas test akan sangat di tentukan oleh kualitas itemnya

Langkah langkah menciptakan test yang baik : spesifikasi jelas, item ditulis berdasarkan kaidah kaidah standar penulisan item dan latihan & kreatifitas pembuatan test

Tes yang disusun dengan mendasarkan pada aturan standar tersebut secara teoritis sudah dianggap layak ( theorytical sound ). Namun belum tentu akan benar benar berfungsi apabila di terapkan di lapangan, oleh karenanya perlu diadakan uji coba.

Tujuan uji coba : mengidentifikasi soal soal yang lemah atau cacad misal soal yang kabur atatu tidak tentu arahnya, atau jawaban pengcoh yang tidak berfungsi. Mengidentifikasi taraf kesukaran soal, sehingga seleksi soal dapat dilakukan sesuai tujuan test bentuk akhir. Mengidentifikasi daya beda, menentukan berapa banyak soal untuk masing masing bagian test dan untuk keseluruhan test betntuk akhir.  Menentukan alokasi waktu yang paling layak. Menemukan kelemahan kelemahan dalam petunjuk bagi pengambil test maupun  bagi pengawas, kelemahan dalam contoh soal format dan lainnya. Menemukan saling hubungan antara soal guna menghindarkan tumpang tindih atau bias yang terlalu banyak dalam pemilihan soal dalam pengelompokan soal ke dalam subtest / bagian test

Setelah dari uji coba, soal soal di golongkan dalam 3 kategori. Soal yang di anggap baik dan diterima, soal yang jelas tidak baik, di tolak. soal yang kurang baik setelah di revisi perlu di tata dengan cara tertentu :

1. Pengelompokan berdasarjab tes, mengumpulkan butir butir soal yang mengukur bagian yang sama dalam satu kelompok.

2. pengelompokkan berdasarkan format, mengelompokkan soal yang memiliki tipe sama .

3. Pengukuran berdasarkan taraff kesukaran, berdasrakan pertimbangan psikologis, soal sebaiknya di susun mulai yang paling mudah sampai paling sukar.

Parameter item : yang di perhatikan dalam analisis tipe objektif adalah :

Indek kesukaran Aitem ( IKA ).. IKA = P = n1/N

Semakin besar angka P maka soal semakin mudah.

Indek daya beda ( IDA ) d=nit/NT – nir/NR

Indek daya beda ada yang bernilai negatif ( soal yang tidak baik )

Indek daya distriminasi

0,4 lebih = bagus sekali

0,3 – 0,39 bagus, perlu peningkatan

0,20 – 0,29 belum menguasai

0,20 kurang = buruk sekali

Analisis wawancara

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2010

Y4TARAD44JXB

Observasi terhadap itee

Mengamati perilaku Non-verbal

  • Perilaku motorik (gaya, tingkat koordinasi an tingkat aktivitas, misalnya hiperaktivitas, hipoaktivitas, saradan, tremor, kecerobohan, agitasi, mondar-madir, senyum, gerak ritual,stimulasi diri, gerak bergoyang, gerak stereotipe)
  • Postur dan perubahannya (santai, kaku, tegang, membungkuk, tegak, berbaring, lunglai, lemas)
  • Ekspresi wajah dan kesesuaian dengan isi wawancara (waspada, kososng, tumpul, tersenyum.cemerut, tertegun, cemas, marah, sedih kacau)
  • Kontak mata (terus-menerus atau tidak sama sekali)

Kemungkinan Makna dari perilaku non-verbal

  • Kontak mata: Kesiapan atau kesediaan untuk berkomunikasi interpersonal, perhatian.
  • Menatap orang atau objek terus menerus: Menantang, konfrontatif, cemas, kekakuan
  • Bibir terlipat : Stress, kemarahan, kekerasan, keras kepala
  • Menggeleng dari kiri ke kanan: Tidak setuju, tidak terima tidak percaya
  • Duduk memutar badan dari pewawancra: Kesedihan, tidak berani, menolak diskusi
  • Gemetar, tangan: nervusKecemasan, kemarahan
  • Mengetuk-ketuk kaki: Ketidak sabaran, kecemasan
  • Berbisik :Kesulitan menceritakan topik
  • Diam :Keragu-raguan untuk berbicara kekhawatiran
  • Tangan dingin, lembab, nafas pendek, pupil melebar, wajah pucat, memerah, gatal-gatal dileher: Ketakutan, gugahan positif (antusias, berminat) atau negati (cemas, malu)

Mengamati penampilan pribadi

  • Perhatikan cara berpakaian, gaya potongan rambut, dan latar belakang budaya intervewee. Apakah berpakain rapi, kotor, lusuh. Dengan memperhatikan dengan cermat penampilan fisik seseorang pewawancara akan mendapatkan informasi terhadap dirinya dan kelompoknya atau kelompok yang ditirunya. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Job analysis ( analisis job )

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

Job analysis adalah proses mengumpulkan, menganalisis, menyusun info tentang komponen, karakteristik, persyaratan suatu jabatan. Hasilnya dalam bentuk deskripsi jabatan.

Komponen Job description

  1. Job title
    Penulisan nama jabatan, penulisan harus tepat akurat agar membantu rekruitmen dan seleksi, memberi efek persepsi pada status dan makna ( worth )
    Uraian singkat pekerjaan : dalam bentuk paragraf uraian tentang sifat sifat tujuan pekerjaan.
  2. Brief summary
    Uraian singkat dalam bentuk paragraf uraian tentang sifat dan tujuan pekerjaan
  3. Kegiatan kerja
    Menggambarkan tugas tugas apa saja yang dilakukan
  4. Alat dan perlengkapan
    alat : sesuatu yang dipakai pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Perlengkapan : untuk membantuk pekerjaan. Alat yang dideskripsikan bisa membantu bahan pelatihan. Persyaratan psikologis ( teliti , cermat dll ) dimasukkan dalam perlengkapan.
  5. Job context Read the rest of this entry »

Teori sigmund freus : psikoanalisis

Posted by Dek Rizky On June - 25 - 2009

Teori Sigmund freud : psikoanalisis

Cogito ergo sum menetapkan bahwa objek psikologi kesadaran. Tugas psikologi adalah menganalisis kesadaran itu, kesadaran digambarkan terdiri dari unsur – unsur struktural yang sangat erat hubungannya dengan proses – proses dalam pancaindera.

Sigmund freud, bapak psikoanalisis dilahirkan di moravia tanggal 6 mei 1856. Karya utamanya yang pertama : “traumdeutung” ( takbir mimpi, the interpretation of dream, 1900 )

Pokok pokok teori freud mengenai kepribadian. Read the rest of this entry »

Perbedaan Skala Dan Angket

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Angket

  • Mengungkap data faktual
  • Pertanyaan langsung
  • Responden tau arah pertanyaan dan informasi yang dikehendaki
  • Jawaban di coding
  • Mengungkap banyak hal
  • Tidak perlu diuji validitas dan realibilitasnya

Skala

  • Data berupa konsep psikologi yang menggambarkan aspek kepribadian
  • Pertanyaan tertuju ke indikator perilaku
  • Responden tidak tau arah jawaban
  • Jawaban di beri skor
  • Mengungkap satu atribut
  • Ada uji validitas dan realibilitas

Validitas : ketepatan dan kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya. Validitas adalah karakteristik utama yang harus dimiliki oleh setiap skala.

Faktor yang dapat menurunkan validitas :

  1. Identifikasi kawasan ukur tidak jelas – kekaburan apa yang hendak di ukur.
    Sebab : Perancang skala tidak mengenali batas batas / definisi kawasan ( domain ) atribut yang akan di ukur
    Akibat : sulit menuliskan item yang tepat untuk mengungkap respon yang diinginkan, kawasan ukur tumpang tindih dengan kawasan ukur atribut lain, skala tidak komprehensif, tidak tau dengan persis hal hal yang menjadi item
  2. Operasionalisasi konsep tidak tepat
    Operasionalisasi konsep  —– rumusan indikator perilaku —
    Pembuatan item tidak tepat :

    • Rumusan tidak operasional
    • Menimbulkan penafsiran ganda
    • Tidak mencerminkan konsep yang diukur

    Akibat : item tidak valid

  3. Penulisan item tidak sesuai kaidah
    Terlalu panjang, sosial ….  desirability tinggi, tata bahasa tidak jelas
  4. Administrasi skala yang tidak hati hati
    Perhatikan : penampilan skala, kondisi subjek, kondisi testing
  5. Skoring tidak tepat
  6. Interpretasi yang keliru
    Kesalahan biasanya muncul pada saat pengoreksian try out

Langkah dasar kontruksi skala

Identifikasi tujuan ukur penetapan kontrak psikologis -> Operasionalisasi konsep indikator perilaku -> penskalaan ; (<->) pemilihan format stimulus -> penulisan item -> uji coba -> analisis aitem -> kompilasi I seleksi item -> uji realibilitas ->uji validitas -> kompilasi II final format

Mungkin yang anda maksud ini :