Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Analisis wawancara

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2010

Y4TARAD44JXB

Observasi terhadap itee

Mengamati perilaku Non-verbal

  • Perilaku motorik (gaya, tingkat koordinasi an tingkat aktivitas, misalnya hiperaktivitas, hipoaktivitas, saradan, tremor, kecerobohan, agitasi, mondar-madir, senyum, gerak ritual,stimulasi diri, gerak bergoyang, gerak stereotipe)
  • Postur dan perubahannya (santai, kaku, tegang, membungkuk, tegak, berbaring, lunglai, lemas)
  • Ekspresi wajah dan kesesuaian dengan isi wawancara (waspada, kososng, tumpul, tersenyum.cemerut, tertegun, cemas, marah, sedih kacau)
  • Kontak mata (terus-menerus atau tidak sama sekali)

Kemungkinan Makna dari perilaku non-verbal

  • Kontak mata: Kesiapan atau kesediaan untuk berkomunikasi interpersonal, perhatian.
  • Menatap orang atau objek terus menerus: Menantang, konfrontatif, cemas, kekakuan
  • Bibir terlipat : Stress, kemarahan, kekerasan, keras kepala
  • Menggeleng dari kiri ke kanan: Tidak setuju, tidak terima tidak percaya
  • Duduk memutar badan dari pewawancra: Kesedihan, tidak berani, menolak diskusi
  • Gemetar, tangan: nervusKecemasan, kemarahan
  • Mengetuk-ketuk kaki: Ketidak sabaran, kecemasan
  • Berbisik :Kesulitan menceritakan topik
  • Diam :Keragu-raguan untuk berbicara kekhawatiran
  • Tangan dingin, lembab, nafas pendek, pupil melebar, wajah pucat, memerah, gatal-gatal dileher: Ketakutan, gugahan positif (antusias, berminat) atau negati (cemas, malu)

Mengamati penampilan pribadi

  • Perhatikan cara berpakaian, gaya potongan rambut, dan latar belakang budaya intervewee. Apakah berpakain rapi, kotor, lusuh. Dengan memperhatikan dengan cermat penampilan fisik seseorang pewawancara akan mendapatkan informasi terhadap dirinya dan kelompoknya atau kelompok yang ditirunya. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Job analysis ( analisis job )

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

Job analysis adalah proses mengumpulkan, menganalisis, menyusun info tentang komponen, karakteristik, persyaratan suatu jabatan. Hasilnya dalam bentuk deskripsi jabatan.

Komponen Job description

  1. Job title
    Penulisan nama jabatan, penulisan harus tepat akurat agar membantu rekruitmen dan seleksi, memberi efek persepsi pada status dan makna ( worth )
    Uraian singkat pekerjaan : dalam bentuk paragraf uraian tentang sifat sifat tujuan pekerjaan.
  2. Brief summary
    Uraian singkat dalam bentuk paragraf uraian tentang sifat dan tujuan pekerjaan
  3. Kegiatan kerja
    Menggambarkan tugas tugas apa saja yang dilakukan
  4. Alat dan perlengkapan
    alat : sesuatu yang dipakai pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Perlengkapan : untuk membantuk pekerjaan. Alat yang dideskripsikan bisa membantu bahan pelatihan. Persyaratan psikologis ( teliti , cermat dll ) dimasukkan dalam perlengkapan.
  5. Job context Read the rest of this entry »

Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif

Posted by Dek Rizky On November - 5 - 2010

Paradigma Penelitian

Paradigma positivisme mengembangkan metode kuantitatif yang memandang gejala, lebih bersifat tunggal, statis dan konkrit. Paradigma postpositivisme mengembangkan metode kualitatif yang memandang realitas social sebagai sesuatu yang holistic / utuh, kompleks, dinamis dan penuh makna.

Metode kualitatif sering disebut : Metode penelitian natularistik -> karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah ( natural setting )

Metode etnographi : karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian barang antrophologi budaya

Metode kualitatif : karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif

Pengertian metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yangdigunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi ( menggunakan berbagai sumber berbagai teknik scara simultan untuk mendapatkan data yang pasti), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makana daripada generalisasi

Perbedaan kualitatif dengan kuantitatif : aksioma ( pandangan dasar ) , karakteristik penelitian, proses penelitian.

Aksioma : kualitatif bersifat realitas yang ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman. Hubungan peneliti dengan yang diteliti yang interaktif tidak dapat dipisakan. Hubungan variabel yang timbal balik dan interaktif. Kemungkinan generalisasi transferability hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu. Peranan nilai nya terikat nilai.

Dalam penelitian kualitatif desain topik nya umum, fleksibel, berkembang, tampil dalam proses penelitian. Mempunyai tujuan untuk memperoleh pemahaman makna “verditehen”, menggambarkan realitas yang kompleks. Teknik penelitian nya dengan observasi, observasi partisipan, in depth interview, dokumentasi, triangulasi. Instrumennya peneliti sebagai instrumen, buku catatan , dan tape recoreder. Datanya deskriptif, dokumen pribadi , catatan laporan, ucapan responden, dokumen. dll. Sampelnya kecil, purposive, snowball. Berkembanga selaama proses penelitian. Analisis terus menerus sejak awal sampai dengan akhir, induktif, mencari pola, model atau tema. Hubungan dengan responden empati, akrab, kedudukan sama, setaraf, dan berjangka lama. Usulan desainnya singkat, literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama, prosedur bersifat umum seperti akan merencanakan tour, masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan, tidak dirumuskan hipotesis, fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan. Kapan penelitian dianggap seleseai jika setelah tidak ada data yang dianggap baru. Kepercayaan terhadap hasil penelitian pengujuan kredibilitas, dependenbilitas, proses dan hasil.

Kapan metode kualitatif digunakan? Bila masalah penelitian belum jelas memahami makna dibalik data yang tampak, untuk memahami interaksi sosial, memahami perasaan orang, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, meneliti sejarah perkembangan.

Kompetensi peneliti kualitatif : memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti, mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada kontesk sosial yang akan diteliti. memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada objek penelitian ( konteks sosial ), Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber sumber lain. Mampu menganalisi data secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural / budaya. Mampu menguji kredibilitas dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferalita hasil penelitian. Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesi atau ilmu baru. Mampu membuat laporan secara sitematis, jelas lengkap dan rinci

Gempa disebelah Selatan Pantai Pangandaran

Pada tanggal 17 juli 2006 telah terjadi gempa di sebelah selatan pantai Pangandaran.

Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan gempa bumi terjadi pada pukul 15.19 berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR), dengan pusat gempa tektonik pada kedalaman kurang dari 30 km di titik 9,4 Lintang Selatan, dan 107,2 Bujur Timur.

Pusat gempa di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km.

Ternyata tsunami datang sekitar 45 menit – satu jam setelah gempa utama (main shock).

Terjadinya Tsunami

Yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah : gempa yang terjadi di dasarkan laut, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 skala Richter, serta jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun.

Jika bidang patahan tersebut muncul di dasar laut, maka kestabilan air laut terganggu secara vertikal maupun horizontal. Gangguan stabilitas ini kadang terlihat seperti air pasang surut di pantai beberapa saat sebelum tsunami datang. Energi kinetik pergeseran blok tersebut terkonversi/ berubah menjadi energi potensial air laut dalam volume yang sangat besar sebagai sumber tsunami.

Jenis Tsunami Berdasarkan Waktu Terjadinya Setelah Gempa

  • Tsunami jarak dekat (lokal); terjadi 0-30 menit setelah gempa.
    Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200km. Tanda-tanda sebelum terjadi tsunami adalah getaran kuat dan sering diikuti oleh pasang surut air laut.
  • Tsunami jarak menengah; terjadi 30 menit -2 jam setelah gempa
    Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200 km sampai 1000 km. sistem peralatan mungkin lebih banyak berperan karena getaran tidak terlalu keras.
  • Tsunami jarak jauh; terjadi lebih dari 2 jam setelah gempa
    Jarak lokasi daerah ini dari pusat gempa lebih dari 1000 km, karena itu kecil kemungkinan daerah ini merasakan gempa. Namun masih mungkin terjadi pasang surut sebelum gelombang tsunami datang.

TEKNOLOGI GEODETIK Global Positioning System (GPS)
Alasan pemilihan Teknologi
sejarah kegempaan yang menimbulkan tsunami di Selatan Jawa tidak “terekam” secara alami karena di pesisir selatan Jawa tidak ditemukan koloni terumbu karang.  Sebab peristiwa tersebut dapat diketahui lewat kehidupan terumbu karang.

Tujuan survey dengan GPS :
Melihat deformasi yang mengiringi tahapan mekanisme terjadinya Gempa Bumi (coseismic dan postseismic).

Manfaat :

  1. Dapat melakukan evaluasi nilai potensi energi pasca Bencana Alam gempa bumi, untuk dijadikan input upaya mitigasi dimasa datang.
  • Langkah Penelitian Pasca Gempa Pangandaran
  • Pengamatan GPS di titik BPN dan titik lainnya
  • untuk melihat coseismic dan postseismic

2) Mengukur ketinggian tsunami berdasarkan bukti fisik di lapangan

3) Melakukan wawancara dengan penduduk tentang bagaimana mereka merasakan gempa

Analisis Hasil Penelitian
Dari hasil pengolahan data penelitian, terlihat bahwa kejadian gempa di Pangandaran 2006 yang disertai tsunami memberikan mekanisme deformasi coseismic yang kecil (~2cm),

Catatan tinggi tsunami yang lebih besar dari pemodelan data seismisitas, dan terakhir gempa tidak terasa cukup kuat dan sifat gempa yang dirasakan berupa getaran lambat (slow shaking).  Data-data ini selanjutnya akan digunakan untuk membuat model coseismic slip dan model tsunami.

Kesimpulan sementara yang dapat menerangkan gempa diikuti tsunami yang terjadi 17 juli 2006 berdasarkan data-data penelitian di atas yaitu kemungkinan tipe gempanya adalah slow earthquake atau tsunami earthquake.

Slow Earthquake – Tsunami Earthquake
Tsunami earthquake mengambil istilah dari earthquake atau gempa yang menimbulkan tsunami,

sementara slow earthquake mengambil istilah dari sifat karakteristik getaran gempa yang lambat (slow shaking) yang dapat menimbulkan tsunami.

Secara definisi detail bahwa yang dimaksud tsunami earthquake atau slow earthquake yaitu gempa yang cukup kuat (> 6 skala richter) dengan sifat getaran yang lambat (slow shaking) dan terjadi di laut, kemudian menimbulkan tsunami.

Sifat slow shaking ini yang memberikan respon terhadap dinamika air yang lebih besar dari pada fast shaking (getaran yang cepat).  Respon besar inilah yang dapat membangkitkan gelombang tsunami.

Getaran yang lambat ini salah satunya dapat disebabkan oleh tebalnya sedimen di sekitar pusat gempa di laut yang memberikan efek lubrikasi ketika gempa terjadi.

Sifat getaran yang lambat ini dapat dicirikan dari rekaman long wavelength seismograf, orang merasakan getaran/goyangan yang lamban, dan perbedaan ketinggian model tsunami dengan data fisis di lapangan.