Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Agresi

Posted by Dek Rizky On January - 7 - 2010

B. PENGERTIAN Agresi
Pengertian agresi dan perbedaanya

Agresi adalah tingkah laku yang diarahkan kepada tujuan untuk menyakiti makhluk hidup lainnya yang ingin menghindari perlakuan semacam itu. Hal ini juga termasuk dalam agresi manusia yang dimaksud adalah siksaan yang diarahkan secara sengaja dari berbagai bentuk kekerasan terhadap orang lain (misalnya : Baron & Richardson, 1994 : Berkowitz, dalam proses perbitan ).

Agresi walaupun merupakan konsep yang sangat familiar tetapi tampaknya tidak mudah untuk mendefinisikannya. Agresi merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis (Baron & Byrne, 1994; Brehm & Kassin, 1993; Brigham, 1991). Dalam hal ini, jika menyakiti orang lain karena unsur ketidaksengajaan, maka perilaku tersebut bukan dikategorikan perilaku agresi. Rasa sakit akibat tidakan medis misalnya, walaupun sengaja dilakukan bukan termasuk agresi. Sebaliknya, niat menyakiti orang lain namun tidak berhasil, hal ini dapat dikatakan sebagai perilaku agresi. Read the rest of this entry »

Penegasan Kawasan Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Manusia : memiliki dua dimensi yaitu dimensi fisik dan psikis

Masing masing dimensi ini memiliki atribut

Atribut fisik : tinggi badan, berat badan, suhu badan dll

batasan batasannya jelas dan mudah di terima secara universal

Atribut psikis : kecemasan, kecerdasan, emosi, motivasi, imajinasi, dll

  • Abstrak
  • Batasanya tidak selalu jelas dan tidak mudah diterima
  • Konsep dan teori lebih dari satu
  • Indikator perilakunya sering tumpang tindih dengan atribut lain

Untuk menjelaskan atribut psikologis tersebut dibuatlah suatu konstrak teoritis / hipotesis

Konstrak teoritis : deskripsi hipotetik, yang sengaja dibuat untuk menjelaskan fenomena psikologis dalam diri manusia. contoh : teori kecemasan, motivasi, keccerdasaan. Biasanya menjelaskan definisi, pengertian dan faktor faktor

Konstrak hipotesis inilah yang akhirnya akan melahirkan indikator indikator perilaku yang dipergunakan untuk mengukur atribut psikologis.

Konsep ada 2 jenis :

  1. Konsep yang jelas hubungannya dengan fakta / realita. contoh : konsep meja digunakan sebagai abstraksi dari semua karakteristik meja yang dapat diamati, yaitu mempunyai permukaan datar, memiliki kaki dan digunakan untuk aktivitas tertentu manusia
  2. Konsep yang lebih abstrak / lebih kabur hubungannya dengan realita /fakta. Konsep ini memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi, dan sering disebut konstruk karena di kondisikan dari konsep yang lebih rendah tingkatannya. contoh : Kecerdasan, intensi prososial, kecemasan dll

Peranan konsep sangat besar karena di adalah yang menghubungkan dunia teori dan dunia observasi, antara abstraksi dan realita. Dalam ilmu psikologi lebih penting lagi karena realitas, psikologis banyak yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.

Proposisi

Hubungan yang logis antara 2 konsep, biasanya disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunhukkan hubungan antara 2 konsep. Contoh : Perilaku manusia merupakan fungsi dari kepentingannya.

Teori : serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial atau alami yang menjadi pusat perhatian penelitian

Variabel : operasionalisasi dari suatu konsep menjadi sesuatu yang memiliki variansi nilai. Caranya dalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang memiliki variansi nilai. Contoh : Badan -> tinggi badan, berat badan, bentuk badan

Hipotesa : Kesimpulan sementara sebagai hasil dari deduksi teori / proposisi yang perlu diuji kebenarannya. Contoh : Ingin menerangkan mengapa perilaku agresif lebih menonjol pada suatu lingkungan masyarakat tertentnu. Untuk itu diperlukan teori agerasi yang salah satu proposisinya menyatakan bahwa frustasi menyebabkan tindakan agresi. Dalam penelitian proposisi ini dijabarkan menjadi hipotesa. Misal : tindakan agresi lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang kepadatan penduduknya lebih tinggi.

Definisi operasional : Unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel, atau semacam petunjuk pelaksanaan cara mengukur variabel. Contoh : tingkat kecerdasan seseorang ditunjuk kan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan.

Langkah awal perencanaan skala psiikologi adalah penegasan batas batas atribut yang hendak di ukur ( identifikasi tujuan dan kawasan ukur ) yang dilakukan dengan pemilihan konsep / konstrak hipotetik tertentu agar didapatkan indikator indikator perilaku yang tepat

Atribut psikologis -> konsep hipotesis (dimensi aspek) -> komponen faktor -> operasional ->Indikator perilaku (tidak)-> Item skala (ya)

Soal UAS Kesehatan Mental

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010
  1. Kesehatan jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang optimal diri seseorang dan perkembangan itu selaras dengan keadaan orang lain, merupakan pengertian kesehatan jiwa menurut …….
    1. a. UU No 3 1966
    2. UU No 4 1966
    3. UU No 3 1965
    4. UU No 4 1965
  2. Menurut model psikoanalisa, gangguan jiwa disebabkan karena tidak terselesaikannya konflik-konflik pada tahap perkembangan sebelumnya, penyimpangan perilaku pada masa dewasa dipengaruhi oleh perkembangan pada masa anak-anak perkmbangan kepribadian mempunyai beberapa fase yaitu, kecuali……
    1. Fase oral 0-1 tahun
    2. Fase anal 1-3 tahun
    3. c. Fase Genetalia 3-5 tahun
    4. Fase laten 5-12 tahun
  3. Ciri khas gangguan jiwa adalah sebagai berikut, kecuali……
    1. Klien tidak merasa dia sakit
    2. Klien curiga pada obat sebagai racun
    3. c. Klien mau minum obat
    4. Klien menyimpan obat untuk bunuh diri
  4. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya merupakan pendapat dari….
    1. a. Stuart (1995)
    2. David.A.Tomb. (1993)
    3. Laria (1998)
    4. As Hornby
  5. Terapiutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dari pertumbuhan  dapat diartikan bahwa komunukasi terapiutik adalah komunikasi direncanakan secara sadar,tujuan dan kegiatanya difokuskan untuk penyembuhan klien ,merupakan pendapat dari….
    1. As Hornby
    2. Stuart
    3. David.A.Tomb
    4. Laria
  6. Hubungan terapiutik perawat klien berbeda dengan hubungan sosial sehari-hari. Dalam melakukan  komunikasi terapiutik ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut,kecuali…
    1. pra interaksi
    2. Orientasi
    3. c. Re Orientasi
    4. Tahap kerja
  7. Menetapkan iklim rasa saling percaya,merumuskan kontrak (memperkenalkan diri,penjelasan,tanggung jawab,harapan,tujuan)merupakan fase hubungan komunikasi antara perawat-klien pada fase….
    1. Pra interaksi
    2. b. Orientasi
    3. Re orientasi
    4. Tahap kerja
  8. Sifat hubungan terapiotik pada tujuan hubungan perawat denagn klien diantaranya sebagai berikut….
    1. a. Ketidak sadaran diri
    2. Identitas pribadi
    3. Kemampuan untuk membentuk suatu keintiman
    4. Meningkatkan fungsi dan kemampuan terhadap kebutuhan
  9. Kemauan dalam hidupan klien agar dapat merasakan pikiran dan perasaan tanpa kita terlarut didalamnya adalah menurut pengertian dari dimensi respon…..
    1. Keiklasan dan kesejatian
    2. Menghargai
    3. c. Impati
    4. Kongkrit

10.  Dimensi respon membawa klien pada tingkat pemikiran diri tinggi dilanjutkan dengan dimensi tindakan sebagai berikut,kecuali…. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Dimensia

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Dimensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan ( umur 15 tahun ) karena gangguan otak organik, di ikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, di manifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi , rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak reversibel , sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis , laboratorium dan pemeriksaan pencitraan, dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa di obat. Pengobatan biasanya hanya suportif. zat penghambat kolines terasa ( cholinesterase inhibitors ) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja.

Demensia terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia ( l.k 5% untuk rentang umur 65-74 tahun dan 40$ bagi berumur >85 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 50% tempat tidur.

Etiologi dan klasifikasi

  • Menurut umur
    1. demensia senilis ( >65 tahun )
    2. demensia prasenlis ( <65 tahun)
  • Menurut perjalanan penyakit
    1. reversible
    2. inreverrsible ( normal pressure hydrochepalus, subdural hematoma, vit B defisiensi, hipotirodisa, intoxikasi Pb. )
  • Menurut kerusakan struktur otak
    Tipe alzheimer

    1. tipe non alzheimer
    2. demensia vaskular
    3. demensia jisim lewy ( lewy body dementia )
    4. demensia lobus frontal temporal
    5. demensia terkait dengan SIDA ( HIV – AIDS )
    6. morbus parkinson
    7. Morbus huntington
    8. morbus pick
    9. morbus jakob – creutzfeldt
    10. Sindrom gerstamann – straussler – scheinker
    11. Prion disease
    12. Palsi supranuklear progresif
    13. Multiple sklerosis
    14. Neurosifilis
    15. Tipe campuran
      • Menurut sifat klinis :
        • demensia proprius
        • pseudo – demensia

Tanda dan gejala

  • Seluruh jajaran fungsi kognitif rusak
  • Awalnya gangguan daya ingat jangka pendek
  • Gangguan kepribadian dan perilaku, mood swings
  • defisit neurogik motor dan fokal
  • mudah tersinggung , bermusuhan , agitasi dan kejang
  • gangguan psikotik : halusinasi, ilusi, waham, dan paranoid
  • Agnosia, apraxia dan afasia
  • ADL ( activity of daily living ) susah
  • Kesulitan mengatur penggunaan keuangan
  • Tidak bisa pulang ke rumah bila bepergian
  • Lupa meletakkan barang penting
  • Sulit mandi, makan, berpakaian , toiletting
  • pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang
  • mudah terjatuh, inkontinensia urine dan alvi
  • tak dapat makan dan menelan
  • koma dan kematian

Diagnosis
Diagnosa di fokuskan pada 3 hal :

  • Pembedaan antara delirium dan demensia
  • Bagian otak yang terkena
  • Penyebab yang potensial reversibel
  • Perlu pembedaan dan depresi ( ini bisa di obati lebih mudah )
  • pemeriksaan untuk mengingat 3 benda yang disebut
  • mengelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah
  • pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EEC
  • pencitraan otak amat penting CT atau MRI

Terapi

Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin dan bantuan pengasuh perlu.

  • Koridor tempat jalan, tangga , meja kursi tempat barang keperluannya
  • tidak  diperbolehkan memindahkan mobil dsb
  • diberi keperluan yang mudah dilihat , penerangan, lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar.

Behavioral and psychologycal symtoms of dementia

BPSD perlu dibahas disini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan membuat payah bagi sang pasien karena ulahnya amat mengganggu :

Behavioral :

  • Gangguan perilaku
  • agitasi
  • hiperaktif
  • keluyuran
    • Perilaku yang tak adekuat
    • abulia kognitif
    • agresi
  • Verbal, teriak
  • fisik
  • gangguan nafsu makan
  • gangguan ritme diurnal
  • Tidur bangun
  • perilaku tak sopan
  • perilaku sexual tak sopan
  • deviasi sexual
  • piromania

Psychologycal

  • Gangguan afektif
    • anxietas
    • iritabilitas
    • gejala depresif
    • depresi berat
  • Labilitas emosional
    • Apati
    • Sindrom waham dan salah identifikasi
      • orang yang menyembunyikan dan mencuri barangnya
      • paranoid, curiga
    • rumah lama dianggap bukan rumahnya
    • pasangan / pengaasuh
      • palsi
      • tak setia
      • menelantarkan pasien
      • cemburu patologik
      • keluarga / kenalan yang mati masih hidup
    • halusinasi
      • visual
      • auditorik
      • olfaktorik
      • raba ( haptik )

Kesehatan Mental

Posted by Dek Rizky On April - 11 - 2010

4 madzab keilmuan yang memberikan definisi kesehatan mental

  • Menurut erikson ( psikososial ) : Konsep “sehat” sendiri mempunyai arti yang sangat luas.”sehat “ bukan sekedar berarti tidak sakit melainkan pengertiannya bisa lebih luas dari itu. Menurut kamus bahasa Indonesia modern, kata sehat berarti : dalam keadaan yang baik sekujur badan serta bagian-bagiannya, bebas dari penyakit, dalam keadaan waras ; mendatangkan kebaikan pada badan ; baik dalam keadaan biasa atau normal pikirannya; berjalan sebagaimana mestinya.
    Dalam definisi lain,sehat adalah kondisi seseorang dimana seluruh bagian dari manusia dapat bekerja sama dengan baik,sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
    Sedangkan kata “mental” atau mentalitas berarti : cara berfikir dan berperasaan (afeksi,kognisi,dan konasi). Dengan kata lain mengacu pada kondisi internal individu.
    + Kes-Men : Metode / usaha-usaha untuk mencapai mental yang sehat.
    + Kesehatan Mental menurut WHO, seseorang yang sehat mental/jiwanya : merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup, menerima orang lain apa adanya (ber-empati dan tidak berprasangka) , serta bersikap positif terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
    + Kes-Men juga dapat dilihat dari berbagai Aspek : Intelektual, Sosial, Spiritual-Moral, Emosional.
    + MESANA EN CORPORESANO : “Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat”
    + CORPORESANO EN MENASA : “ Dalam Jiwa yang Kuat terdapat Tubuh Yang Sehat” ( sumber : gunadarma.ac.id )
  • Alexander Schneider , ilmu Kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidak kemampuan menyesuaikan diri.
  • Samson, sin dan hofilena ; ilmu kesehatan mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi fungsi mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi mental yang sehat dan mencegah ketidak mampuan menyesuaikan diri atau kegiatan kegiatan mental yang kalut
  • DB Klein ; Ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan mengingkatkan kesehatan mental
  • Louis P Thrope ; ilmu kesehatan mental adalah tahap psikologi yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental.

Periodesasi perkembangan ilmu kesehatan mental :

  • Zaman Prasejarah

Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll

  • Zaman peradaban awal

1. Phytagoras ( orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental )

2. Hypocrates ( Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental

3. Plato , menurutnya gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa

Zaman Renaissesus

Pada zaman ini di beberapa negara eropa , para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul

  • ERA PRA ILMIAH

1. Kepercayaan Animisme

Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

2. Kepercayaan Naturalisme

Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, “Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.”

Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

B. ERA MODERN

Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai “lunatics” (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.

Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai “The Founder of the Mental Hygiene Movement” dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.

Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi

1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan

2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya

3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental

4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.

Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan The World Health Organization. ( sumber : http://riani-fajrin.blogspot.com/2010/04/kesehatan-mental.html )

Sebuah ilmu dengan objek telaah perilaku manusia tidak dapat berdiri sendiri. Jelaskan ilmu apa saja kah yang berperan dalam memahami kesemen menjadi lebih komprehensif :

  1. Antropologi kesehatan
  2. Psikologi kesehatan
  3. Sosial kesehatan

Menurut Weaver :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)

Psikologi Kesehatan juga mempelajari aspek-aspek psikologis dari pencegahan dan perawatan sakit. Seorang psikologi kesehatan misalnya, membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat stress yang tinggi untuk mengelola stress dengan efektif, sehingga tekanan yang dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. Seorang psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita suatu penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan fisik mereka dengan penyakit tersebut atau untuk mematuhi treatment yang dirancang oleh dokter yang merawatnya. ( http://evantherapy.wordpress.com/2010/03/20/memahami-psikologi-kesehatan/ )

Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)
KETERKAITAN PENYESUAIAN DIRI DENGAN KESEHATAN MENTAL

(1) Kesehatan mental merupakan kunci dari penyesuaian diri yang sehat

(2) Kesehatan mental merupakan bagian integral dari proses adjusment secara keseluruhan

(3) Kualitas mental yang sehat merupakan fundamen yang penting bagi “good adjusment”

B. PENYESUAIAN YANG NORMAL (WELL ADJUSMENT)

Seseorang dapat dikatakan memiliki penyesuaian diri yang normal, yang baik, apabila dia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya secara wajar, tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannya, serta sesuai dengan norma agama. Penyesuaian yang normal ini memiliki karakteristik sebagai berikut (Schneiders, 1964: 2740276)

1. Absence of excessive emotionality (terhindar dari ekspresi emosi yang berlebihan, merugikan, tidak mampu mengontrol diri)

2. Absence of psychological mechanisme (terhindar dari mekanisme-mekanisme psikologis, seperti rasionalisasi, agresi, kompensasi, dsb)

3. Absence of the sense of personal frustration (terhindar dari perasaan frustasi atau kecewa karena tidak terpenuhinya kebutuhannya)

4. Rational deliberation and self-direction (memiliki pertimbangan rasional, yaitu mampu memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang matang dan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambil)

5. Ability to learn (mampu belajar, mampu mengembangkan dirinya dalam upaya memenuhi kebutuhan atau mengatasi masalah)

6. Utilization of past experience (mampu memanfaatkan pengalaman masa lalu, bercermin ke masa lalu baik yang terkait dengan keberhasilan maupun kegagalan untuk mengembangkan kualitas hidup yang lebih baik)

7. Realistic, objective attitude (mampu menerima kenyataan yang dihadapi secara wajar, mampu menghindari, merespon situasi atau masalah secara rasional, tidak didasari oleh prasangka buruk)

C. PENYESUAIAN YANG MENYIMPANG

1. Reaksi Bertahan (deference reaction = flight from self)

Orang ini berusaha mempertahankan diri sendiri, seolah-olah tidak mengalami kegagalan, menutupi kegagalan, atau kelemahan dirinya dengan cara-cara atau alasan-alasan tertentu.

Mekanisme pertahanan diri ini dilatarbelakangi oleh dasar-dasar psikologis, seperti :

a. Inferiority (inferioritas = perasaan rendah diri)

b. The sense of inadequacy (perasaan tidak mampu)

c. The sense of failure (perasaan gagal)

d. The sense of guilt (perasaan bersalah)

Mekanisme pertahanan memiliki beberapa bentuk, yaitu seperti berikut :

a. Kompensasi

Merupakan usaha-usaha yang biasanya tidak disadari untuk menutupi keterbatasan atau kelemahan dengan cara megembangkan respon-respon yang dapat mengurangi ketegangan dan frustasi sehingga dapat meningkatkan penyesuaian individu.

b. Sublimasi

Pengarahan energi-energi drive atau motif secara tidak sadar ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat diterima secara sosial maupun moral.

c. Rasionalisasi

Sebagai upaya mereka-reka alasan untuk menutupi situasi tidak nyaman, tidak dapat diterima, atau merusak, keutuhan pribadi (ego) atau status.

d. Sour Grape (anggur masam)

Sikap menipu diri sendiri (self-deception), sikap sour grape ini merupakan indikasi ketidakmampuan dan kelemahan kepribadian karena mendistori kenyataan.

e. Egosentrisme dan Superiority

Perbuatan pura-pura yang tidak disadari untuk mencapai kualita superior, dan usaha untuk menyembunyikan inferioritasnya.

f. Introjeksi dan Identifikasi

Pertahanan diri ini berusaha untuk memelihara atau melindungi ego dari kelemahannya. Introjeksi merupakan mekanisme dalam mana individu berusaha mengasimilasi kualitas-kualitas yang diingini atau disenangi dari orang lain / kelompok.

g. Proyeksi dan Sikap Mencela

Mekanisme pertahanan diri dimana individu melepas dirinya keadaan yang tidak diinginkan dengan cara mengkambinghitamkan orang lain atau sesuatu dengan penyebabnya.

h. Represi

Merupakan proses penekanan pengalaman, dorongan, keinginan, atau pikiran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan sosial ke alam tak sadar, akrena hali itu mengancam keamanan egonya.

Seorang dikatakan sehat mental jika seorang tersebut tidak menderita kecemasan, depresi, atau bentuk bentuk simtomatologis, sedangkan pengetahuan, kesejahteraan psikologis, mengartikan kesehatan mental sebagai adanya sesuatu yang positif

sehat menurut froid -> apabila struktur id dalam diri manusia, lebih besar dari ego dan superego.

Kepribadian yang tidak sehat menurut froid adalah strukutur ego dalam diri manusia lebih besar dari id dan super ego

Mungkin yang anda maksud ini :