Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Tahap tahap perkembangan moral menurut kohlberg

Posted by Dek Rizky On June - 29 - 2009

tahap tahap perkembangan moral menurut kohlberg

Tahap tahap perkembangan moral terdiri dari 3 tingkat, yang masing masing tingkat terdapat 2 tahap, yaitu :

  1. Tingkat pra konvensional ( moralitas pra konvensional )
    tahap 1 : orientasi pada kepatuhan dan hukuman -> anak melakukan sesuatu agar memperoleh hadiah dan tidak mendapatkan hukuman
    tahap 2 : relativistik hedonism -> anak tidak lagi secara mutlak tergantung aturan yang ada. Mereka mulai menyadari bahwa setiap kejadian bersifat relative dan lebih berorientasi pada prinsip kesenangan. enurut mussen,dkk. Orientasi moral anak masih bersifat individualistis, egosentris dan konkrit Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Orientasi pekerjaan klinis

Posted by Dek Rizky On April - 26 - 2009

Orientasi pekerjaan klinis

  • Orientasi alamiah untuk menolong

Adalah pengetahuan bahwa kepercayaan tentang menolong orang yang diteruskan dari generasi ke generasi memang ada secara nyata, misalnya kepercayaan di suatu daerah. Misal : bagaimana membantu orang yang berduka

  • Orientasi kuratif

Apa yang salah dengan pasien?

Membutuhkan diagnosis gangguan untuk memberi perawatan

kategori individu berdasar gangguannya ( terstandar )

Sering melibatkan pengobatan fisik dan pengobatan

Fokus pada patologi dengan sasaran menangani atau memperbaiki Read the rest of this entry »

Ciri ciri penelitian kualitatif

Posted by Dek Rizky On November - 5 - 2010

Situasi dalam situasi alamiah. Desain bersifat alamiah, yaitu peneliti tidak berusaha untuk memanipulasi setting penelitian, melainkan melakukan studi terhadap suatu fenomena dalam studi terhadap suatu fenomena dalam situsai dimana fenomena itu ada. Penelitian kualitatif memberikan penekanan pada dinamika dan proses.

Analisis induktif. Metode kualitatif secara khusus berorientasi pada eksplorasi,penemuan dan logika induktif ( mencoba memahami situasi tersebut menampilkan diri ). Analisis induktif dimuali dengan observasi khusu khusu yang akan memunculkan tema tema, kategori kategori, dan pola hubungan diantara kategori kategori tersebut.

Kontak personal langsung. Kegiatan lapangan merupakan aktivitas sentral dari sebagian besar penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menekankan pentingnya kedekatan dengan orang orang dan situasi penelitan , agar peneliti memperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi nyata kehidupan sehari hari.

Perspektif holistik . Peneliti yang menggunakan metodologi penelitian kualitatif berusaha untuk memahami fenomena dan situasi situasi sebagai satu kesatuan. Satu kesatuan yang sungguh sungguh ada di dalam artinya yang khusus, dan didalam kumpulan dari hunungan hubungan yang muncul serta relevan dengan konteks dimana dia ada. Peneliti kualitatif berusaha untuk memahami gestalt, totalitias dan unifying nature dari setting setting tertetntu. Pendekatan holistic berasumsi keseluruhan adalah lebih besar, dan jumlah bagian bagiannya.

Orientasi pada kasus unik. Penelitian kualitatif yang baik akan menampilkan kedalaman dan detil, karena fokusnya memang penyelidikan yang mendalam pada sejumlah kecil kasus, yang di pilih sesuai dengan tujuan khusus penelitian.

Persepektif dinamis. Penelitian kualitatif melihat gejala sosial sebagai suatu yang dinamis dan berkembanga, bukan sebagai suatu hal yang statis dan tak berubah dalam perkembangan kondisi dan waktu. Minat penelitian kualitatif adalah mendiskripsikan dan memahami proses dinamis yang terjadi berkenaan dengan gejala yang diteliti.

—————–

Pokok pokok pikiran pendekatan kualitatif : pendekatan kualtiatif berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang aktif yang mempunyai kebebasan kemauan , yang perilakunya hanya dapat dipahami dalam konteks budayanya dan yang perilakunya tidak didasarkan pada hukum sebab akibat. Peneltian dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami objeknya , tidak untuk membuat generalisasi, melankan membuat ekstrapolasi. Metode pengumpulan data yang paling mewakili karakteristik pendekatan kualitatif adalah observasi partisipan dan indepth interview.

Data kualitatif : kriterita kualitas data kualitatif, pengmpulan dan pengukuran data,strategi analisis data.

Kriteria kualitas data kualitatif : deskripsi tentang berbagai situasi, kejadian, orang, interaksi, dan perilakunya ang diteliti secara detail. Kutipan langsung dari orang orang tentang pengalaman pengalaman mereka, perilaku, kepercayaan, dan pemikiran pemikirannya. Seluruh bagian dari dokumen, korespondensi records, dan case histories. Deskripsi terperinci , kutipan langsung, dan dokumentasi kasus, merupakan data mentah dari dunia empiris. Data di kumpulkan berdasarkan secara opend ended narative.

Data kualitatif : partisipasi dan observasi secara langsung merupakan cara terbaik untuk memahami kompleksitas berbagai situasi secara menyeluruh. Data kualitatif harus berupa penjabaran yang mampu membuat para pembacanya bisa memahami tentang apa yang telah terjadi, dan bagaimana hal itu terjadi.

Pengumpulan dan pengukuran data kualitatif : pengukuran kualitatif memungkinkan peneliti untk mencatat dan memahami orang dalam istilahnya secara pribadi. Data kualitatif bersifat mendalam, melalui ktipan langsung dan deskripsi yang teliti Depth dan detil nya dat abergantung pada sifat dan tujuan penelitian yang dilakukan

Strategi analisis data : peneliti mencoba mengartikan situasi tanpa menentukan ekspektasi terlebih dahulu di dalam setting penelitian. Memngkinkan dimensi dimensi yang penting untuk muncul dari analisa kasus yang diteliti, tanpa hip0tesis terlebih dahulu. Strategi penelitian kualitatif bersifat induktif.

Aplikasi metodologi kualitatif : Discover apa yang terjadi, verify apa yang telah ditemukan dengan cara : kembali ke dunia empiris yang diteliti, menguji sejauh mana analisa yang muncul cocok dengan fenomena , dan mampu menjelaskan apa yang sedang di observasi.

Soal UAS Kesehatan Mental

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010
  1. Kesehatan jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang optimal diri seseorang dan perkembangan itu selaras dengan keadaan orang lain, merupakan pengertian kesehatan jiwa menurut …….
    1. a. UU No 3 1966
    2. UU No 4 1966
    3. UU No 3 1965
    4. UU No 4 1965
  2. Menurut model psikoanalisa, gangguan jiwa disebabkan karena tidak terselesaikannya konflik-konflik pada tahap perkembangan sebelumnya, penyimpangan perilaku pada masa dewasa dipengaruhi oleh perkembangan pada masa anak-anak perkmbangan kepribadian mempunyai beberapa fase yaitu, kecuali……
    1. Fase oral 0-1 tahun
    2. Fase anal 1-3 tahun
    3. c. Fase Genetalia 3-5 tahun
    4. Fase laten 5-12 tahun
  3. Ciri khas gangguan jiwa adalah sebagai berikut, kecuali……
    1. Klien tidak merasa dia sakit
    2. Klien curiga pada obat sebagai racun
    3. c. Klien mau minum obat
    4. Klien menyimpan obat untuk bunuh diri
  4. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya merupakan pendapat dari….
    1. a. Stuart (1995)
    2. David.A.Tomb. (1993)
    3. Laria (1998)
    4. As Hornby
  5. Terapiutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dari pertumbuhan  dapat diartikan bahwa komunukasi terapiutik adalah komunikasi direncanakan secara sadar,tujuan dan kegiatanya difokuskan untuk penyembuhan klien ,merupakan pendapat dari….
    1. As Hornby
    2. Stuart
    3. David.A.Tomb
    4. Laria
  6. Hubungan terapiutik perawat klien berbeda dengan hubungan sosial sehari-hari. Dalam melakukan  komunikasi terapiutik ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut,kecuali…
    1. pra interaksi
    2. Orientasi
    3. c. Re Orientasi
    4. Tahap kerja
  7. Menetapkan iklim rasa saling percaya,merumuskan kontrak (memperkenalkan diri,penjelasan,tanggung jawab,harapan,tujuan)merupakan fase hubungan komunikasi antara perawat-klien pada fase….
    1. Pra interaksi
    2. b. Orientasi
    3. Re orientasi
    4. Tahap kerja
  8. Sifat hubungan terapiotik pada tujuan hubungan perawat denagn klien diantaranya sebagai berikut….
    1. a. Ketidak sadaran diri
    2. Identitas pribadi
    3. Kemampuan untuk membentuk suatu keintiman
    4. Meningkatkan fungsi dan kemampuan terhadap kebutuhan
  9. Kemauan dalam hidupan klien agar dapat merasakan pikiran dan perasaan tanpa kita terlarut didalamnya adalah menurut pengertian dari dimensi respon…..
    1. Keiklasan dan kesejatian
    2. Menghargai
    3. c. Impati
    4. Kongkrit

10.  Dimensi respon membawa klien pada tingkat pemikiran diri tinggi dilanjutkan dengan dimensi tindakan sebagai berikut,kecuali…. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Dimensia

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Dimensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan ( umur 15 tahun ) karena gangguan otak organik, di ikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, di manifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi , rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak reversibel , sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis , laboratorium dan pemeriksaan pencitraan, dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa di obat. Pengobatan biasanya hanya suportif. zat penghambat kolines terasa ( cholinesterase inhibitors ) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja.

Demensia terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia ( l.k 5% untuk rentang umur 65-74 tahun dan 40$ bagi berumur >85 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 50% tempat tidur.

Etiologi dan klasifikasi

  • Menurut umur
    1. demensia senilis ( >65 tahun )
    2. demensia prasenlis ( <65 tahun)
  • Menurut perjalanan penyakit
    1. reversible
    2. inreverrsible ( normal pressure hydrochepalus, subdural hematoma, vit B defisiensi, hipotirodisa, intoxikasi Pb. )
  • Menurut kerusakan struktur otak
    Tipe alzheimer

    1. tipe non alzheimer
    2. demensia vaskular
    3. demensia jisim lewy ( lewy body dementia )
    4. demensia lobus frontal temporal
    5. demensia terkait dengan SIDA ( HIV – AIDS )
    6. morbus parkinson
    7. Morbus huntington
    8. morbus pick
    9. morbus jakob – creutzfeldt
    10. Sindrom gerstamann – straussler – scheinker
    11. Prion disease
    12. Palsi supranuklear progresif
    13. Multiple sklerosis
    14. Neurosifilis
    15. Tipe campuran
      • Menurut sifat klinis :
        • demensia proprius
        • pseudo – demensia

Tanda dan gejala

  • Seluruh jajaran fungsi kognitif rusak
  • Awalnya gangguan daya ingat jangka pendek
  • Gangguan kepribadian dan perilaku, mood swings
  • defisit neurogik motor dan fokal
  • mudah tersinggung , bermusuhan , agitasi dan kejang
  • gangguan psikotik : halusinasi, ilusi, waham, dan paranoid
  • Agnosia, apraxia dan afasia
  • ADL ( activity of daily living ) susah
  • Kesulitan mengatur penggunaan keuangan
  • Tidak bisa pulang ke rumah bila bepergian
  • Lupa meletakkan barang penting
  • Sulit mandi, makan, berpakaian , toiletting
  • pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang
  • mudah terjatuh, inkontinensia urine dan alvi
  • tak dapat makan dan menelan
  • koma dan kematian

Diagnosis
Diagnosa di fokuskan pada 3 hal :

  • Pembedaan antara delirium dan demensia
  • Bagian otak yang terkena
  • Penyebab yang potensial reversibel
  • Perlu pembedaan dan depresi ( ini bisa di obati lebih mudah )
  • pemeriksaan untuk mengingat 3 benda yang disebut
  • mengelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah
  • pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EEC
  • pencitraan otak amat penting CT atau MRI

Terapi

Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin dan bantuan pengasuh perlu.

  • Koridor tempat jalan, tangga , meja kursi tempat barang keperluannya
  • tidak  diperbolehkan memindahkan mobil dsb
  • diberi keperluan yang mudah dilihat , penerangan, lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar.

Behavioral and psychologycal symtoms of dementia

BPSD perlu dibahas disini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan membuat payah bagi sang pasien karena ulahnya amat mengganggu :

Behavioral :

  • Gangguan perilaku
  • agitasi
  • hiperaktif
  • keluyuran
    • Perilaku yang tak adekuat
    • abulia kognitif
    • agresi
  • Verbal, teriak
  • fisik
  • gangguan nafsu makan
  • gangguan ritme diurnal
  • Tidur bangun
  • perilaku tak sopan
  • perilaku sexual tak sopan
  • deviasi sexual
  • piromania

Psychologycal

  • Gangguan afektif
    • anxietas
    • iritabilitas
    • gejala depresif
    • depresi berat
  • Labilitas emosional
    • Apati
    • Sindrom waham dan salah identifikasi
      • orang yang menyembunyikan dan mencuri barangnya
      • paranoid, curiga
    • rumah lama dianggap bukan rumahnya
    • pasangan / pengaasuh
      • palsi
      • tak setia
      • menelantarkan pasien
      • cemburu patologik
      • keluarga / kenalan yang mati masih hidup
    • halusinasi
      • visual
      • auditorik
      • olfaktorik
      • raba ( haptik )