Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Psikologi Kepribadian Teori Badaniyah

Posted by Dek Rizky On March - 31 - 2009

Teori Badaniyah yang mempopulerkan adalah hipokrates dimana kepribadian dibagi menjadi tanah, air, udara, api, dan panas. Kepribadian yang dilambangkan dengan tanah bersifat kering berpusat pada chol ( empedu kuning ). Kepribadian yang dilambangkan dengan air bersifat basah berpusat pada melanchole ( empedu hitam ). Kepribadian dilambangkan dengan udara bersifat dingin berpusat pada phlegmer ( lendir ). Sedangkan kepribadian yang dilambangkan dengan api bersifat panas berpusat pada sanguinis ( darah ).

Apabila proporsi selaras dalam tubuh maka akan sehat atau normal. Galinus mengatakan apabila kelebihan proporsi maka orang tersebut akan temperamental.

Menurut tipologi Hipokrates apabila yang dominan itu yang kering maka orang tersebut digolongkan cholerus yang memiliki ciri – ciri optimis dan daya juang yang besar. Apabila yang dominan itu yang basah, maka orang tersebut digolongkan orang melancholis yang memiliki ciri ciri pesimis dan berdaya juang kecil. Apabila dominan dingin maka orang tersebut phlegmatis dan mempunyai sifat kalem dan tenang, lain halnya yang dominan panas, orang sanguitis memiliki sifat yang berubah – ubah.

Ahli dari Italia mengemukakan teori konstitusi tentang penyelidikan variasi tubuh atau sering disebut mashab Italia. Tokohnya yaitu De Giovani dan Viola yang merumuskan hukum de formasi. Yang isinya tentang penggolongan variasi tubuh menjadi tiga yaitu togog kecil, togog besar dan togog normal. Togog artinya bentuk keseluruhan tubuh. Togog kecil memiliki tubuh yang panjang, togog besar memiliki tubuh yang pendek, sedangkan normal memiliki proporsi yang normal.

Ditinjau dari perkembangan kejiwaannya menghasilkan teori temperament. Read the rest of this entry »

Penegasan Kawasan Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Manusia : memiliki dua dimensi yaitu dimensi fisik dan psikis

Masing masing dimensi ini memiliki atribut

Atribut fisik : tinggi badan, berat badan, suhu badan dll

batasan batasannya jelas dan mudah di terima secara universal

Atribut psikis : kecemasan, kecerdasan, emosi, motivasi, imajinasi, dll

  • Abstrak
  • Batasanya tidak selalu jelas dan tidak mudah diterima
  • Konsep dan teori lebih dari satu
  • Indikator perilakunya sering tumpang tindih dengan atribut lain

Untuk menjelaskan atribut psikologis tersebut dibuatlah suatu konstrak teoritis / hipotesis

Konstrak teoritis : deskripsi hipotetik, yang sengaja dibuat untuk menjelaskan fenomena psikologis dalam diri manusia. contoh : teori kecemasan, motivasi, keccerdasaan. Biasanya menjelaskan definisi, pengertian dan faktor faktor

Konstrak hipotesis inilah yang akhirnya akan melahirkan indikator indikator perilaku yang dipergunakan untuk mengukur atribut psikologis.

Konsep ada 2 jenis :

  1. Konsep yang jelas hubungannya dengan fakta / realita. contoh : konsep meja digunakan sebagai abstraksi dari semua karakteristik meja yang dapat diamati, yaitu mempunyai permukaan datar, memiliki kaki dan digunakan untuk aktivitas tertentu manusia
  2. Konsep yang lebih abstrak / lebih kabur hubungannya dengan realita /fakta. Konsep ini memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi, dan sering disebut konstruk karena di kondisikan dari konsep yang lebih rendah tingkatannya. contoh : Kecerdasan, intensi prososial, kecemasan dll

Peranan konsep sangat besar karena di adalah yang menghubungkan dunia teori dan dunia observasi, antara abstraksi dan realita. Dalam ilmu psikologi lebih penting lagi karena realitas, psikologis banyak yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.

Proposisi

Hubungan yang logis antara 2 konsep, biasanya disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunhukkan hubungan antara 2 konsep. Contoh : Perilaku manusia merupakan fungsi dari kepentingannya.

Teori : serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial atau alami yang menjadi pusat perhatian penelitian

Variabel : operasionalisasi dari suatu konsep menjadi sesuatu yang memiliki variansi nilai. Caranya dalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang memiliki variansi nilai. Contoh : Badan -> tinggi badan, berat badan, bentuk badan

Hipotesa : Kesimpulan sementara sebagai hasil dari deduksi teori / proposisi yang perlu diuji kebenarannya. Contoh : Ingin menerangkan mengapa perilaku agresif lebih menonjol pada suatu lingkungan masyarakat tertentnu. Untuk itu diperlukan teori agerasi yang salah satu proposisinya menyatakan bahwa frustasi menyebabkan tindakan agresi. Dalam penelitian proposisi ini dijabarkan menjadi hipotesa. Misal : tindakan agresi lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang kepadatan penduduknya lebih tinggi.

Definisi operasional : Unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel, atau semacam petunjuk pelaksanaan cara mengukur variabel. Contoh : tingkat kecerdasan seseorang ditunjuk kan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan.

Langkah awal perencanaan skala psiikologi adalah penegasan batas batas atribut yang hendak di ukur ( identifikasi tujuan dan kawasan ukur ) yang dilakukan dengan pemilihan konsep / konstrak hipotetik tertentu agar didapatkan indikator indikator perilaku yang tepat

Atribut psikologis -> konsep hipotesis (dimensi aspek) -> komponen faktor -> operasional ->Indikator perilaku (tidak)-> Item skala (ya)

Alat Ukur

Posted by Dek Rizky On January - 10 - 2011

Valid : Sejauh mana fungsi alat ukur itu

Reilabel

Objektif

Tingkat objektivitas ( alat ukur kemampuannya tidak tergantung siapa yang menggunakan alat ukur )

Di bidang fisik tidak ada masalah bagaimana di bidang non fisik

Atribut psikologi sulit di ukur

  1. Bersifat Latent ( tidak bisa dilihat secara langsung ) sehingga tidak dapat dilakukan pengukuran secara langsung, konsep yang di munculkan tidak bisa 100 persen tepat. -> sesuatu yang sudah menjadi potensi yang ada, dalam diri kita yang tidak bisa dilihat / terselubung.
  2. Indikator perilaku yang terbatas sehingga tidak komprehensif dan ada kemungkinan tumpang tindih dengan indikator dari atribut psikologi.

HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN BIDANG ILMU LAIN

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010

Kesehatan mental bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Dia dibangun oleh berbagai bidang ilmu, baik yang secara langsung membidangi kesehatan maupun tidak. Bahkan Wallace Allin menyebutkan sejumlah bidang ilmu yang terkait dan membangun kesehatan mental adalah: psikologi, studi anak, pendidikan, sosiologi, psikiatri, medis, biologi, dan sosioantropologi (Crow, 1968). Tentunya, juga disadari bahwa bidang ilmu lain seperti studi agama, ekonomi, dan politik memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan kesehatan mental. Berbagai bidang ilmu yang memberi kontribusi bagi kesehatan mental sebagian di antaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Ilmu kedokteran
    Ilmu kedokteran mempelajari tentang penyakit dan cara pengobatannya. Selain menekuni bidang pengobatan, ilmu kedokteran, termasuk kedokteran jiwa, juga mengembangkan ilmu kedokteran pencegahan. Khususnya bidang yang ditekuni dalam bidang kedokteran jiwa ini memberi sumbangan yang sangat bermakna bagi kesehatan mental masyarakat.
  2. Psikologi
    Psikologi merupakan disiplin ilmu di bidang perilaku manusia, yang diantaranya mempelajari dimensi psikis manusia dengan segenap dinamikanya. Perilaku manusia, termasuk perilaku yang normal dan yang abnormal atau patologis juga dipelajari. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :

Sickness Illness disease

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010

PENGERTIAN SAKIT (illness)

Sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.

Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit.

Oleh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. Sebagai contoh pasien dengan Leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasanya, sedangkan pasien lain dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalani operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain, selain dimensi fisik.

Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan. Read the rest of this entry »