Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Psikologi Industri dan Organisasi

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

Psikologi Industri dan organisasi ( PIO ) : mempelajari perilaku ( tampak dan tidak tampak ) dan proses mental manusia dewasa di setting industri dan organisasi.

Dasar dasar perilaku.

4 dasar yang membuat karakteristik manusia berbeda beda :

  1. Karakteristik biografis.
    • Umur ( Turn over -> Pergantian, absensi, produktivitas, dan satisfication )
      • Turn over -> semakin tua semakin kecil untuk keluar perusahaan, karena 1. ada upah yang lebih tinggi, 2. semakin panjang / lama kebutuhuan yang dibiayai, 3. Jika pensiun akan ada tawaran yang menarik
      • Absensi ->bisa dihindari / tidak bisa dihindari ( sakit )
      • Produktivitas. Semakin tua, produktivitas semakin menurun.
      • Job satisfication ( kepuasan kerja ). Sikap seseorang terhadap kerja, upah dan supervisor.
    • Gender
      • Problem solving
      • analytical skills
      • Competitive drive ( persaingan )
      • Motivation
      • Sociability
      • Learning ability

      Berdasarkan penelitian psikologis : 1. perempuan lebih patuh terhadap bos / aturan, 2. laki laki lebih agresif, lebih punya harapan sukses, 3. tidak ada perbedaan signifikan antara gender, produktivitas , turn over

    • Status
      • Tidak ada hal yang signifikan dengan produktivitas kerja.
      • Menikah -> absensi turun, turn over berkurang, lebih puas dengan pekerjaan.
    • Jumlah tanggungan
      • Semakin banyak tanggungan, absen semakin banyak
    • Tenure ( status pegawai )
      • Pegawai tetap, pegawai outsourcing, seniority ( masa kerja panjang ) bukan prediktor yang baik untuk profuktivitas.
        [ad#kliksaya]
  2. Kemampuan
    • Intelektual

Psikologi Individu allport

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

Psikologi Individual Allport : selalu mementingkan adanya sifat, kompleks dan khas dari tingkah laku manusia. Semua itu memiliki dasar / kesatuan / unitas. Tingkah laku yang disadari adalah yang terpenting. Allport => mementingkan ego / self

  1. Struktur dan dinamika kepribadian
    Di teori lain, struktur dan dinamika dibahas secara terpisah. Namun oleh allport semua itu dinyatakan dalam bentuk sifat. Antara struktur dan dinamika itu sama. Sifat adalah penekanan teori allport sehingga sering disebut dengan traits psychology. Definisi allport tentang kepribadian adalah : organisasi dinamik dalam individu sebagai sistem sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya.
    Organisasi dinamik menekankan bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah. Psikofisis menunjukan bahwa Read the rest of this entry »

Asumsi terhadap assessmen psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

asumsi terhadap assesmen psikologi

  • Tiap individu memiliki sifat dan keadaan psikis tertentu
  • Setiap sifat dan keadaan bisa diukur dan dihitung
  • Asesmen dapat memberikan jawaban mengenai momen momen penting kehidupan seseorang
  • Metode pengukuran memiliki kekuatan dan kelemahan
  • Tes terhadap perilaku tertentu mirip prediksi terhadap kemunculan perilaku di masa depan
  • testing dan assessment dapat berlangsung dalam situasi yang jelas dan bias

Proses dalam Assessmen psikologi

  • Perencanaan prosedur pengumpulan data
  • pengumpulan data
  • Interpretasi data
  • Mengkomunikasikan data

Penerapan asesmen psikologi
Konteks penerapan assesment psikologi :

Kode Etik Psikologi

Posted by Dek Rizky On June - 16 - 2009

MUKADIMAH

Berdasarkan kesadaran diri atas nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog menghormati harkat dan martabat manusia serta menjunjung tinggi terpeliharanya hak-hak asasi manusia. Dalam kegiatannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog Indonesia mengabdikan dirinya untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku manusia dalam bentuk pemahaman bagi dirinya dan pihak lain serta memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan tersebut bagi kesejahteraan manusia.

Kesadaran diri tersebut merupakan dasar bagi Ilmuwan Psikologi dan Psikolog Indonesia untuk selalu berupaya melindungi kesejahteraan mereka yang meminta jasa/praktik beserta semua pihak yang terkait dalam jasa/praktik tersebut atau pihak yang menjadi obyek studinya. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki hanya digunakan untuk tujuan yang taat asas berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 serta nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya dan mencegah penyalahgunaannya oleh pihak lain.

Tuntutan kebebasan menyelidiki dan berkomunikasi dalam melaksanakan kegiatannya di bidang penelitian, pengajaran, pelatihan, jasa/praktik konsultasi dan publikasi dipahami oleh Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dengan penuh tanggung jawab. Kompetensi dan obyektivitas dalam menerapkan kemampuan profesional terikat dan sangat memperhatikan pemakai jasa, rekan sejawat, dan masyarakat pada umumnya.

Pokok-pokok pikiran tersebut dirumuskan dalam KODE ETIK PSIKOLOGI INDONESIA sebagai perangkat nilai-nilai untuk ditaati dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan selaku Ilmuwan Psikologi dan Psikolog di Indonesia.

BAB I

PEDOMAN UMUM

Pasal 1

PENGERTIAN

a) ILMUWAN PSIKOLOGI adalah para lulusan perguruan tinggi dan universitas di dalam maupun di luar negeri, yaitu mereka yang telah mengikuti pendidikan dengan kurikulum nasional (SK Mendikbud No. 18/D/O/1993) untuk pendidikan program akademik (Sarjana Psikologi); lulusan pendidikan tinggi strata 2 (S2) dan strata 3 (S3) dalam bidang psikologi, yang pendidikan strata (S1) diperoleh bukan dari fakultas psikologi. Ilmuwan Psikologi yang tergolong kriteria tersebut dinyatakan DAPAT MEMBERIKAN JASA PSIKOLOGI TETAPI TIDAK BERHAK DAN TIDAK BERWENANG UNTUK MELAKUKAN PRAKTIK PSIKOLOGI DI INDONESIA.

b) PSIKOLOG adalah Sarjana Psikologi yang telah mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) dengan kurikulum lama (Sistem Paket Murni) Perguruan Tinggi Negeri (PTN); atau Sistem Kredit Semester (SKS) PTN; atau Kurikulum Nasional (SK Mendikbud No. 18/D/O/1993) yang meliputi pendidikan program akademik (Sarjana Psikologi) dan program pendidikan profesi (Psikolog); atau kurikulum lama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sudah mengikuti ujian negara sarjana psikologi; atau pendidikan tinggi psikologi di luar negeri yang sudah mendapat akreditasi dan disetarakan dengan psikolog Indonesia oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas RI). Sarjana Psikologi dengan kriteria tersebut dinyatakan BERHAK DAN BERWENANG untuk melakukan PRAKTIK PSIKOLOGI di wilayah hukum Negara Republik Indonesia. Sarjana Psikologi menurut kriteria ini juga dikenal dan disebut sebagai PSIKOLOG. Untuk melakukan praktik psikologi maka Sarjana Psikologi yang tergolong kriteria ini DIWAJIBKAN MEMILIKI IZIN PRAKTIK PSIKOLOGI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

c) JASA PSIKOLOGI adalah jasa kepada perorangan atau kelompok/ organisasi/institusi yang diberikan oleh ilmuwan psikologi Indonesia sesuai kompetensi dan kewenangan keilmuan psikologi di bidang pengajaran, pendidikan, pelatihan, penelitian, penyuluhan masyarakat.

d) PRAKTIK PSIKOLOGI adalah kegiatan yang dilakukan oleh psikolog dalam memberikan jasa dan praktik kepada masyarakat dalam pemecahan masalah psikologis yang bersifat individual maupun kelompok dengan menerapkan prinsip psikodiagnostik. Termasuk dalam pengertian praktik psikologi tersebut adalah terapan prinsip psikologi yang berkaitan dengan melakukan kegiatan DIAGNOSIS, PROGNOSIS, KONSELING, dan PSIKOTERAPI.

e) PEMAKAI JASA PSIKOLOGI adalah perorangan, kelompok, lembaga atau organisasi/institusi yang menerima dan meminta jasa/praktik psikologi. Pemakai Jasa juga dikenal dengan sebutan KLIEN.

Pasal 2

TANGGUNG JAWAB

Dalam melaksanakan kegiatannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog mengutamakan kompetensi, obyektivitas, kejujuran, menjunjung tinggi integritas dan norma-norma keahlian serta menyadari konsekuensi tindakannya.

Pasal 3

BATAS KEILMUAN

Ilmuwan Psikologi dan Psikolog menyadari sepenuhnya batas-batas ilmu psikologi dan keterbatasan keilmuannya.

Pasal 4

PERILAKU DAN CITRA PROFESI Read the rest of this entry »

Persepektif – persepektif teoritis psikologi klinis

Posted by Dek Rizky On April - 26 - 2009

Persepektif – persepektif teoritis psikologi klinis

Empat persepektif utama :

  1. Sistem biopsikososiopolitik
  2. stres dan coping
  3. Waktu dan perkembangan sepanjang siklus kehidupan. Development -> patterned change prosess. Development. Tahap – tahap perkembangan, perkembangan emosi dan seksual, perkembangan kognitif dan perkembangan sosial dan moral. variable penting : waktu dan perubahan -> risk dan protective factors.
  4. self. Corsini ( 1999 ) : totalitas dari semua karakteristik, atribut yang disadari maupun tidak, mental maupun fisik, yang dimiliki seseorang. Dalam bidang klinis : semua individu memiliki ide tentang seperti apakah dirinya, apa yang dapat dilakukannya, dan apa yang tidak dapat dilakukannya.

Sistem biopsikososiopol

  • Entitas yang dikaji adalah seperangkat unit yang saling berinteraksi dan bukan entitas yang terpisah; dan terorganisasi menjadi hierarki
  • Kontribusi : pandangan bahwa jika satu bagian / hubungan dalam satu sistem berubah maka fungsi seluruh sistem ikut berubah Read the rest of this entry »