Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Penyusunan Skala Psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 31 - 2010

PSP mempelajari tentang pengukuran psikologis, yang terdiri dari atribut atribut kognitif dan atribut atribut non kognitif.

Permasalahan dalam pengukuran sehingga membuat alat ukur yang objektif

Pengembangan alat ukur psikologis, terdiri dari : alat ukur kognitif ( tes prestasi belajar ) dan alat ukur non kognitif ( skala sikap )

Kriteria alat alat ukur objektif, terdiri dari validitas dan reliabilitas.

Pengertian skala

Alat ukur : suatu alat yang di pakai untuk membobot sesuatu. Sistem pengukuran : scalling : penempatan atribut / objek pada titik titik tertentu sepanjang suatu kontinum. Atribut itu karakteristik yang dimiliki individu atau objek yang bersifat psikologis maupun fisiologis.

Kontinum : suatu garis khayal yang mencoba menggambarkan tingkat atribut psikologis dari yang paling tidak ke paling iya. Kontinum psikologis : deretan letak atribut yang dihasilkan oleh skala psikologi. Kontinum fisik : deretan letak atribut fisik yang diperoleh dari hasil skala fisik.

Ketepatan judgement ini akan mempengaruhi 2 hal. Objek yang akan di ukur, biasanya bersifat fisik akan lebih mudah di ukur di banding psikologis. Metode pengukuran : cara mengukur suatu objek, hindari hal hal yang subjektif.

Level Pengukuran : Nominal, Ordinal, interval dan rasio. Nominal mempunyai kelebihan pengkodean dapat berubah asala tidak merusak identifikasi / kategorisasi. Ordinal : hasil pengukuran berupa ukuran yang bertingkat atau berjenjang meskipun jarak antar jenjang tidak sama. bisa ke atas, bisa ke bawah. Interval : berjenjang dengan jarak antar jenjang / interval sama. Rasiio : skala interval dengan titik o mutlak / ansolut

Alat ukur psikologi dapat dibedakan menjadi 2. Yang bersifat kognitif maupun non kognitif. Perbedaan antara alat ukur kognitif dengan non kognitif. Kalau kognitif itu stimulasinya terstruktur, respon dapat di kategorikan benar/salah, bersifat objektif. Kalau non itu stimulus unstructured, stimulus yang arah responnya tidak di ketahui subjek. Semua respon di terima dan bersifat proyektif.

Tes dan pengukuran. Tes ( secara fisik ) : Sekumpulan pertanyaan yang harus di jawab / tugas yang harus di kerjaakan yang akan memberikan informasi mengenai aspek aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan / cara dan hasil subjek dalam melakukan tugas tugas tersebut

Syarat kualitas yang harus di penuhi : Anna astasi : tes pada dasarnya merupakan suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sample perilaku. Frederick G Brown, tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sample perilaku seseorang. Lee J cronbach tes adalah suatu prosesdur sistematis guna mengamati perilaku individu dan menggolongkannya dalam suatu skala atau menggunakan kategori yang sistematis.

Pengertian test

  • Tes adalah prosedur yang sistematis.
    • Item item dalam test disusun menurut cara dan aturan tertentu.
    • Prosedur administrasi tes, dan pemberian angka (scoring) terhadap hasilnya harus jelas dan di spesifikasikan secara terperinci.
    • Setiap orang yang mengambil test itu harus mendapat item item yang sama dalam kondisi sebanding.
  • Tes berisi sampel perilaku
    • Item item yang di sajikan dalam suatu test tidak akan dapat mencakup seluruh materi yang mungkin ditanyakan.
    • kelayakan suatu test tergantung pada sejauh mana item item dalam test mewakili secara representatif dalam kawasan perilaku yang di ukur
  • Test mengukur perilaku
    • item item dalam test menghendaki subjek menunjukkan apa yang di ketahui dan apa yang telah di pelajari dengan cara menjawab atau mengerjakan tugas tugas yang di kehendaki

Tidak tercakup dalam pengertian test

  • Pengertian test tidak membatasi formatnya, artinya test dapat disusun dalam berbagai bentuk dan tipe sesuai dengan maksud dan tujuan penyusunannya
  • tes tidak membatasi macam materi yang dapat dicakupnya. Artinya test dapat dirancang untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar, abilitas, bakat maupun intelegensi.
  • Subjek yang di kenai test selalu harus tahu bahwa dirinya di kenai test.

Istilah test dalam pengukuran sering digunakan secara bergantian, tyler mengatakan bahwa pengukuran adalah pemberian angka berdasrkan suatu aturan tertentu

Ciri pokok pengukuran : Adanya proses pembandingan. Artinya mengukur adalah membandingkan atribut yang hendak di ukur dengan alat ukurnya secara deskriptif, atau menyatakan hasil ukur secara kuantitatif hanya dengan satuan / besaran ukurannya saja tanpa memberikan penilaian kualitatif.

Klasifikasi test : Cranbach membagi test menjadi 2 kelompok besar.

  • Tes yang mengukur performansi maksimum : dirancang untuk mengerjakan apa yang mampu dilakukan oleh seseorang dan seberapa baik ia mampu melakukannya. Ciri cirinya : stimulus nya terstruktur dan jelas tujuannya. Subjek tau betul arah jawaban yang di kehendaki. Jawaban subjek di pilih sebagai jawaban benar/salah, petunjuk pengerjaannya sederhana, cara pemberian skornya seringkali di beritahukan pada subjek. waktu pengerjaannya di batasi. Contoh test intelegensi, bakat, prestasi belajar, kemampuan
  • Tes yang mengukur performasi tipical : dirancang untuk mengungkap kecenderungan reaksi atau perilaku individu ketika berada dalam situasi situasi tertentu. Cirinya : stimulusnya ambigu, memungkinkan untuk di interpretasikan secara subjektif, subjek tidak mengetahui arah jawaban yang diarahkan, jawaban subjek tidak di pilih sbg benar dan salah, cara scoring nya tidak di beritahukan . Contoh tes minat, sikap dan berbagai skala kepirbadian

Tes prestasi belajar : dibedakan dengan test kemampuan lain bila di lihat dari tujuannya. Tujuannya : mengungkat keberhasilan seseorang dalam belajar. Tujuan ini membawa konsekuensi bahwa dalam konstruksinya selalu mengacu pada program belajar yang dituangkan dalam silabus materi pelajaran.  Mengungkap performasi maksimal subjek dalam menguasai bahan bahan / materi yang di ajarkan.

Fungsi test prestasi belajar :

  • Fungsi penempatan : Penggunaan hasil test prestasi belajar untuk klasifikasi individu ke dalam bidang / jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang telah di perlihatkannya.
  • Fungsi formatif : untuk melihat sejauh mana kemajuan belajar yang telah di capai di capai oleh siswa dalam suatu program pelajaran
  • Fungsi diagnostik : untuk mendiagnosis kesukaran kesukaran dalam belajar, mendeteksi kelemahan siswa yang di apat di perbaiki segera.
  • fungsi sumatif : untuk memperoleh informasi tetntang penguasaan pelajarn yang telah di rencanakan sebelumnya, dalam suatu program pelajaran untuk menentukan apakah siswa dapat dinyatakan lulus dalam program pendidikan tersebut, atau apakah siswa dinyatakan dapat melanjutkan kejenjang lebih tinggi

Lomba Essai Psikologi Islami, Kajian, Seminar, dan Diskusi Mahasiswa

Posted by Dek Rizky On September - 21 - 2010

Ehm… sekilas info :

Terima kasih untuk teman/teman Undip yang sudah mengabarkan berita ini kepada saya, dengan senang hati saya akan mempublish setiap ada event/seminar/kajian dan sebagainya. Untuk lebih memudahkan saya, alangkah baiknya kabar tersebut sudah berupa draft untuk siap di publish, sehingga saya tidak perlu menulis ulang 😛 Ok? ini ada lomba essai psikologi islami untuk se Jawa Bali.

Dibawah ini copas langsung dari sumbernya.

Membangun keluarga yang bahagia dengan anak-anak yang saleh-salehah adalah dambaan setiap orang. Banyak upaya dapat dilakukan untuk mencapainya, salah satunya dengan dimilikinya pengetahuan psikologi yang berdasarkan nilai-nilai Islam sebagai landasan pendidikan dan pengasuhan anak dalam keluarga.

Melanjutkan sukses Seminar dan Lomba Essai Psikologi Islami tahun 2009, Kelompok Studi Pengembangan Psikologi Islami (Kesppi) Undip kembali mengundang teman-teman mahasiswa/i untuk menggali wawasan konsep dan aplikasi Psikologi Islami dengan mengikuti Lomba Essai Psikologi Islami demi mewujudkan keluarga Indonesia bahagia dengan anak yang saleh-salehah

Lomba Essai Psikologi Islami
” Konsep dan Aplikasi Psikologi Islami dalam Pembangunan Karakter Anak Saleh-Salehah”

Persyaratan:

  1. Mahasiswa/i (terutama Psikologi) se-Jawa dan Bali
  2. Lomba bersifat perorangan
  3. Naskah yang dikirim adalah asli karya peserta, bukan jiplakan, terjemahan maupun saduran, dari sebagian maupun keseluruhan dari karya yang telah ada sebelumnya, serta belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  4. Naskah dikirim dalam bentuk:
    • Soft copy dengan format .doc (Ms. Word 1997-2003). Naskah dikirim ke alamat kesppi@yahoo.co.id dengan penulisan file Nama Lengkap_Judul
    • Hard copy sebanyak 2 rangkap, bersama slip bukti biaya pendaftaran, fotokopi KTM dan KTP yang masih berlaku, formulir, dan CV. Formulir dan format CV dapat diunduh dari blog Kesppi: kesppi.wordpress.com
    • Naskah dikirim ke alamat Kampus Fak. Psikologi, Universitas Diponegoro Jalan Prof. Soedharto, SH Tembalang, Semarang
    • Naskah dimasukkan dalam amplop coklat dengan tulisan Lomba Essai dan Diskusi Mahasiswa di pojok kiri amplop
  5. Biaya pendaftaran lomba esai sebesar Rp20.000,00 melalui rekening BRI no. Rek 33.7415.590890.0004 atas nama Masitha Fahmi Wardhani.
  6. Format penulisan:
    • Essai ditulis di kertas A4 70 gr sebanyak 5 – 10 halaman.
    • Jenis huruf Times New Roman; ukuran huruf 12; spasi 1,5 dengan margin kiri, atas, kanan, bawah: 3, 3, 3, 3
  7. Essai yang masuk menjadi hak milik panitia dan tiga (3) pengirim essai terbaik akan diundang untuk menjadi pemakalah utama dalam Diskusi Ilmiah Mahasiswa tanggal 24 Oktober 2010.
  8. Batas akhir pengumpulan: 13 Oktober 2010. Pengumuman pemenang dan undangan menjadi pemakalah dalam Diskusi Ilmiah Mahasiswa: 20 Oktober 2010. Batas akhir konfirmasi kehadiran: 22 Oktober 2010.

Hadiah bagi pemenang:

  • Esai terbaik 1: Rp700.000,00 + sertifikat
  • Esai terbaik 2: Rp600.000,00 + sertifikat
  • Esai terbaik 3: Rp500.000,00 + sertifikat

Jadwal:

  • 13 Okt 2010 Batas Pengumpulan Essai
  • 20 Okt 2010 Pengumuman Pemenang
  • 22 Okt 2010 Batas Konfirmasi Kedatangan
  • 23 Okt 2010 Pelatihan Kesppi’s Family Week
  • 24 Okt 2010 Seminar dan Presentasi Makalah

Informasi:
Amalia 085741897591
Eprin 085727902526
Aftina 085641360406
kesppi.wordpress.com
kesppi@yahoo.co.id

untuk mendownload formulir dan format curriculum viate (CV) klik link disini(39mb) (sorry ya temen2 kesppi, link nya gw koreksi ) atau disini ( 500kb )

Sumber http://kesppi.wordpress.com

Psikologi terapi

Posted by Dek Rizky On January - 5 - 2010

Psikologi terapi : berpandangan humanistik, yakin bahwa dalam diri setiap orang itu terdapat potensi potensi untuk menjadi sehat dan tumbuh secara kreatif, memberikan pengaruh dan sikap yang keliru dari orang tua menyebabkan potensi yang keliru. Pengaruh yang merugikan itu dapat diatasi apabila individu tersebut mampu mandiri.

Teori fenomenologis : memberikan tekanan pada perasaan, pribadi yang terkait dengan ekspresi ikatan batin. Pandangan orang di identifikasikan dengan metode psikoterapi yang diciptakan dan dikembangkan disebut dengan non directive / client centered therapy ( tidak mengarahkan dan berpusat pada klien ) Read the rest of this entry »

Tes Psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 26 - 2009

Pengertian test psikologi

  • Suatu pengukuran yang standar dan objektif terhadap sampel perilaku.

Persyaratan alat tes

  • Standarisasi — norma
  • Objektifitas
  • Reliabilitas
  • Validitas

Konsep dasar dan metodologis tes psikologi :

  • Angka kasar ( raw score ) tidak bermakna -> diberi makna berdasar norma
    Norma :

    • Tingkat perkembangan yang dicapai : mental age, skala ordinal, grade equivalent
    • Posisi relatif dalam kelompok tertentu : persentile, standard score, deviasi IQ
  • Relativitas norma :
    • Interpretasi skor tes harus mengacu pada alat test yang digunakan
    • Norma tes tidak absolut, universal atau permanen
    • Perlu membandingkan skor dari tes yang berbeda atau membuat norma subkelompok / lokal Read the rest of this entry »

Psikologi Individu allport

Posted by Dek Rizky On October - 23 - 2009

Psikologi Individual Allport : selalu mementingkan adanya sifat, kompleks dan khas dari tingkah laku manusia. Semua itu memiliki dasar / kesatuan / unitas. Tingkah laku yang disadari adalah yang terpenting. Allport => mementingkan ego / self

  1. Struktur dan dinamika kepribadian
    Di teori lain, struktur dan dinamika dibahas secara terpisah. Namun oleh allport semua itu dinyatakan dalam bentuk sifat. Antara struktur dan dinamika itu sama. Sifat adalah penekanan teori allport sehingga sering disebut dengan traits psychology. Definisi allport tentang kepribadian adalah : organisasi dinamik dalam individu sebagai sistem sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya.
    Organisasi dinamik menekankan bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah. Psikofisis menunjukan bahwa Read the rest of this entry »