Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Archive for July, 2010

GENDER DAN FEMINISME DALAM ISLAM

Posted by Dek Rizky On July - 14 - 2010

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatiri nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ( An nisa’ : 34 )

  • Stereotip masyarakat, wanita kelas dua, subordinat laki-laki, inferior.
  • Berdasakan konstruksi sosial itu, munculah gerakan feminisme di Barat, yang merembes ke negara-negara Islam.
  • Perempuan muslimah juga tergelitik dengan gerakan dan pemikiran equality yang berkembang di Barat. Nama Riffat Hasan, Fatima Mernisi, Amina Wadud, Leila Ahmad, termasuk di Indonesia—Musdah Mulia, dll.

Perkembangan sosial

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Teori psikososial

Tokoh E Erikson

Baca disini

Teori belajar : baca disini

Teori bandura : baca disini juga

tambahan : teori psikososial

baca disini : klik

Perkembangan kognitif

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Kognisi adalah pengertian yang luas mengenai berpikir dan mengamati

dua kecenderungan individu hidup :

  • adaptasi ( asimilasi dan akomodasi )
  • organisasi -> mengintegrasikan proses proses menjadi sistem sistem yang koheren

Perkembangan kognitif menurut piaget

Klik disini

Lazarus mengemukakan teori tentang emosi yang menekankan pada appraisal atau penafsiran atau pengertian mengenai informasi yang datang dari beberapa sumber. Teori ini menyatakan bahwa emosi yang dialami itu merupakan hasil penafsiran atau evaluasi mengenai informasi yang datang dari situasi lingkungan dan dari dalam

Appraisal
dibedakan menjadi dua :

Primary appraisal :

  • bila sesuatu dirasa mengganggu maka akan ditaksir sebagai sesuatu yang tidak nyaman
  • jangka panjang atau pendek
  • akan ada respon yang stresfull atas apa yang terjadi
    ada 3 komponen :

    1. goal of relevance ( tujuan yang relevan )
    2. goal congruence ( tujuan yang cocok/sesuai/ harmonis /sebaliknya )
    3. type of ego involvement ( tipe ego yang muncul )

Secondary appraisal :

Coping options ( tindakan yang mencegah kerusakan atau yang menghasilkan manfaat atau kerusakan )

ada 3 komponen

  1. a blame or a credit ( menyalahkan atau menghargai )
  2. coping potential
  3. future expectations ( perubahan ke arah +- )

retardasi mental

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Pendahuluan

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang ( sub normal ) sejak masa perkembangan ( sejak lahir atau sejak mas anak ) . Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, terapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia atau tuna mental

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Hasil bagi IQ bukanlah merupakan satu satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. SEbagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.

Klasifikasi retardasi mental menurut DSM IV – TR yaitu :

  1. Retardasi mental berat sekali
    IQ dibawah 20 – 25. sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  2. retardasi mental sedang
    IQ sekitar 20 – 25 sampai 35-40. sebanyak 4% dari orang yang terkena
  3. Retardasi mental sedang
    IQ sekitar 35 – 40 sampai 50 – 55. sekitar 10% dari yang terkena
  4. Retardasi mental ringan
    IQ sekitar 50-55 sampai 70 sekitar 85% dari yang terkena

Etiologi

Penyebab kelaian mental ini adalah faktor dari keturunan atau tak jelas sebabnya. Keduanya di sebut retardasi mental primer, sedangkan yang sekunder di sebabkan oleh faktor luar yang mempengaruhi terhadap otak bayi dalam kandanguan anak

Retardasi mental menurut penyebabnya yaitu :

  • Akibat infeksi dan/atau intoksikasi
    Dalam kelompok ini termasuk keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi intrakranial, karena serum, obat atau zat tosik lainnya
  • akibat rudapaksa atau sebab fisik lain
    rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental. Rudapksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi mental
  • Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan gizi
    semua retardasi mental yang langsung disebabkan  oleh gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi
  • akiabt penyakit itaj yang nyata ( postnatal )
    retardasi mental akibat neoplasma ( tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau perdagangan ) dan beberapa reaksi sel sel optik yang nyata, tetapi belum diketahui betul etiologinya
  • akibat kelainan kromosom
  • akibat prematur
  • akibat gangguan jiwa yang berat
  • akibat deprivasi psikososial

Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM – IV – TR yaitu :

  1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata rata
  2. gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya
  3. Ohsetnya sebelum berusia 18 tahun

Dimensia

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Dimensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan ( umur 15 tahun ) karena gangguan otak organik, di ikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, di manifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi , rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak reversibel , sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis , laboratorium dan pemeriksaan pencitraan, dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa di obat. Pengobatan biasanya hanya suportif. zat penghambat kolines terasa ( cholinesterase inhibitors ) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja.

Demensia terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia ( l.k 5% untuk rentang umur 65-74 tahun dan 40$ bagi berumur >85 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 50% tempat tidur.

Etiologi dan klasifikasi

  • Menurut umur
    1. demensia senilis ( >65 tahun )
    2. demensia prasenlis ( <65 tahun)
  • Menurut perjalanan penyakit
    1. reversible
    2. inreverrsible ( normal pressure hydrochepalus, subdural hematoma, vit B defisiensi, hipotirodisa, intoxikasi Pb. )
  • Menurut kerusakan struktur otak
    Tipe alzheimer

    1. tipe non alzheimer
    2. demensia vaskular
    3. demensia jisim lewy ( lewy body dementia )
    4. demensia lobus frontal temporal
    5. demensia terkait dengan SIDA ( HIV – AIDS )
    6. morbus parkinson
    7. Morbus huntington
    8. morbus pick
    9. morbus jakob – creutzfeldt
    10. Sindrom gerstamann – straussler – scheinker
    11. Prion disease
    12. Palsi supranuklear progresif
    13. Multiple sklerosis
    14. Neurosifilis
    15. Tipe campuran
      • Menurut sifat klinis :
        • demensia proprius
        • pseudo – demensia

Tanda dan gejala

  • Seluruh jajaran fungsi kognitif rusak
  • Awalnya gangguan daya ingat jangka pendek
  • Gangguan kepribadian dan perilaku, mood swings
  • defisit neurogik motor dan fokal
  • mudah tersinggung , bermusuhan , agitasi dan kejang
  • gangguan psikotik : halusinasi, ilusi, waham, dan paranoid
  • Agnosia, apraxia dan afasia
  • ADL ( activity of daily living ) susah
  • Kesulitan mengatur penggunaan keuangan
  • Tidak bisa pulang ke rumah bila bepergian
  • Lupa meletakkan barang penting
  • Sulit mandi, makan, berpakaian , toiletting
  • pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang
  • mudah terjatuh, inkontinensia urine dan alvi
  • tak dapat makan dan menelan
  • koma dan kematian

Diagnosis
Diagnosa di fokuskan pada 3 hal :

  • Pembedaan antara delirium dan demensia
  • Bagian otak yang terkena
  • Penyebab yang potensial reversibel
  • Perlu pembedaan dan depresi ( ini bisa di obati lebih mudah )
  • pemeriksaan untuk mengingat 3 benda yang disebut
  • mengelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah
  • pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EEC
  • pencitraan otak amat penting CT atau MRI

Terapi

Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin dan bantuan pengasuh perlu.

  • Koridor tempat jalan, tangga , meja kursi tempat barang keperluannya
  • tidak  diperbolehkan memindahkan mobil dsb
  • diberi keperluan yang mudah dilihat , penerangan, lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar.

Behavioral and psychologycal symtoms of dementia

BPSD perlu dibahas disini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan membuat payah bagi sang pasien karena ulahnya amat mengganggu :

Behavioral :

  • Gangguan perilaku
  • agitasi
  • hiperaktif
  • keluyuran
    • Perilaku yang tak adekuat
    • abulia kognitif
    • agresi
  • Verbal, teriak
  • fisik
  • gangguan nafsu makan
  • gangguan ritme diurnal
  • Tidur bangun
  • perilaku tak sopan
  • perilaku sexual tak sopan
  • deviasi sexual
  • piromania

Psychologycal

  • Gangguan afektif
    • anxietas
    • iritabilitas
    • gejala depresif
    • depresi berat
  • Labilitas emosional
    • Apati
    • Sindrom waham dan salah identifikasi
      • orang yang menyembunyikan dan mencuri barangnya
      • paranoid, curiga
    • rumah lama dianggap bukan rumahnya
    • pasangan / pengaasuh
      • palsi
      • tak setia
      • menelantarkan pasien
      • cemburu patologik
      • keluarga / kenalan yang mati masih hidup
    • halusinasi
      • visual
      • auditorik
      • olfaktorik
      • raba ( haptik )