Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Seleksi dan penempatan

Posted by Dek Rizky On April - 9 - 2010

Strategi Seleksi

1. Interpretasi Profil

Data dikumpulkan secara mekanikal dan di olah secara klinikal. ahli klinik ( psikolog ) menafsirkan pola atau profil dari skor skor yang di peroleh dari seperangkat tes, tanpa mengadakan wawancara dan menghormati atau mengobservasi calon tenaga kerja.

2. Statistikal murni

Pengumpulan dan pengolahan data secara mekanikal. Misalnya untuk meramalkan prestasi kerja manajerial, dengan cara menggunakan informasi biografikal dan skor skor seperangkat alat test

3. Klinikal murni

Pengumpulan dan pengolahan data berlangsung secara klinikal, psikolog peramalannya mendasarkan pada wawancara / observasi , tanpa menggunakan info objektif

4. pengharkatan perlakuan ( behavioral rating )

Pengumpulan data secara klinikal, sedangkan pengolahan secara mekanikal. Psikolog setelah mengobservasi melakukan wawancara kemudian meringkas dalam bentuk  pengharkatan pada 1 bahasan

5. gabungan klinikal

pengumpulan data secara mekanik dan klinik, sedangkan pengolahannya klinik.

Pengumpulan data ( dunnette , lawyer , campbell weick, 1970 )

Pengumpulan data secara mekanikal : jika data dikumpulkan berdasarkan pedoman pedoman, peraturan peraturan dan prosedur yang telah di tetapkan. Misalnya alat test yang telah dibagi dan di bukukan baik pengambilan, pengolahan dan penilaian datanya. Pengumpulan dan pengolahan data bisa dilakukan oleh bukan psikolog. Yang penting kesesuaian dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Pengumpulan data klinikal : adalah data dikumpulkan dengan cara yang lentur ( fleksibel ) dalam arti bahwa macam data yang di kumpulkan  dari seseorang berbeda dengan data yang dikumpulkan dari orang lain, tergantung pada orang ( psikolog ) menganggap perlu atau lebih penting untuk mengumpulkan data tesebut. Misal : psikolog merasa lebih penting hubungan antara keluarga

Pengumpulan dan pengolahan data harus dilakukan oleh psikolog, karena psikolog dapat lebih memperhatikan dan memanfaatkan keselirihan perilaku calon tenaga kerja yang disesuaikan dengan persyaratan pekerjaan tertentu

Managemen sumber daya manusia

1. Perencaanan

2. rekrut

3. seleksi

4. sosialisasi

5. pelatihan dan pengembangan

6. penilaian prestasi kerja

7. promosi

  • hal yg mempengaruhi mendirikan usaha: modal. promosi pemasaran, lokasi, status dari ush trsbt.

sistem manajemen SDM: perencanaan menejemen, rekrutmen, seleksi, sosialisasi, pelatih n pengembangan, penilaian prestasi kerja, promosi, transfer, demosi n phk.
1. perencanaan: design untuk memastikan bahwa personal yg di perlukan akan sll t`penuhi  scr memadai.
faktor intrnal: seperti kebutuhan keterampilan sekarang n yg akan dtg.
faktor eksternal: sprt pasar tenaga krj penggunaan peralatan modern.
2. rekrutmen: mengembangkan cadangan calon krywan sejalan dgn rencana sdm.
3. seleksi: mengevaluasi dan menyaring calon krywan olh manager shg dpt memilih menerima clon krywan yg baik.
4. evaluasi: untk membantu org yg t`pilih unk menyesuaikn diri dgn mulus kedlm organisasi, d prknlkn dgn tem2 sejawat, dibiasakn dgn tanggung jwb, di beri tau ttg budaya yg dijalnkn visi misi kebijakan.
5. pelatihan n pengembangan: b`tujuan untk mengembangkn/ meningkatkn kemampuan krywan dlm membersihkan kontribusi pd efektivitas organisasi.
6. penilaian prestasi kerja: untk membandingkn prestasi krja krywan dgn standart/ tujuan yg d kembangkn u/ posisi krywn trsbt.sdgkn prestasi yg tinggi dpt hadiah.
7. promosi transfer, mutasi, demosi,phk: mrpkan pemindahan krywn dr suatu tmpt k tmpt yg lain yg dikaitkan dgn prestasi krj.

STONER :

Proses yang saling menguntungkan organisasi memutuskan apakah akan menawarkan pekerjaan atau tidak, dan calon memutuskan apakah akan menerima tawaran atau tidak

Robbins :

Proses seleksi yang efektif adalah memapankan karakateristik individual ( kemampuan, pengalaman, dll ) Dengan persyaratan pekerjaan tertentu, bila gagal, kinerja dan kepuasan karyawan akan terganggu

Andrew E Sikula :

Penarikan pegawai adalah tindakan atau proses dari suatu usaha orang untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan operasional. Penarikan pegawai melibatkan SDM yang mampu berfungsi sebagai input lembaga

Dale Yoher :

Penarikan pegawai mencakup identifikasi dan evaluasi sumber sumbernya, tahapan dalam proses keselurhan menjadi milik orang, kemudian dilanjutkan dengan mendaftar kemampuan penarikan, seleski, penempatan dan orientasi

ANWAR Prabu Mankunegaran :

Penarikan adalah suatu proses atau tindakan oleh perusahaan untuk mendapatkan tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber sumber penarikan pegawai, menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan proses seleksi, penempatan

Stoner :

Ialah proses yang menguntungkan organisasi memutuskan apakah akan menawarkan  apakah akan menawarkan pekerjaan atau tidak.

Robins :

Proses seleksi yang efektif adalah memadankan karakteristik individual ( kemampuan, pengalaman dll ) dengan persyaratan pekerjaan tertentu, bila gagal , kinerja dan kepuasan karyawan akan terganggu

Andrew E Sikula

Penyeleksian adalah pemilihan menyeleksi merupakan suatu pengumpulan dari suatu pilihan. Proses seleksi melibatkan pilihan.

Secara khusus mengambhil keputusan dengan membatasi jumlah pegawai yang didapat di kontrak kerjakan

Sasaran seleksi : rekomendasi, menerima atau menolak

Tujuan : menilai calon pegawai yang paling memenuhi syarat

Sasararn penempatan : rekomendasikan. mendapatkan yang sesuai

Tugas : menilai, mencocokkan persyaratan

concise 2 akar => singkat padat jelas

Aplikasi Praktis

Posted by Dek Rizky On April - 6 - 2010

pengantar

  • Peran emosi tidak hanya sebagai dependent variable melainkan berperan juga sebagai independent variable
  • Sebagai dependent variable: bahwa emosi merupakan dampak dari peristiwa sebelumnya, misalnya pola asuh orang tua akan mempengaruhi perkembangan emosi seorang anak, penghargaan (appraisal) yang diberikan lingkungan akan berpengaruh terhadap emosi seseorang, hasil olah pikir seseorang (fungsi kognitif) akan berpengaruh terhadap emosinya.

Peran emosi sebagai independent variable

  • Dapat dilihat pada topik berikut ini:
  • Kontribusi emosi terhadap kesehatan somatik (somatic health)
  • Kontribusi emosi terhadap kehidupan subjektif (subjective well-being)
  • Kontribusi emosi terhadap fungsi sosial (social functioning) Read the rest of this entry »

Posisi Emosi dalam Psikologi

Posted by Dek Rizky On April - 6 - 2010

Posisi Emosi dalam Psikologi

  • Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris, yakni ‘emotion’. Dalam kamus, kata ‘emotion’ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Contoh?
  • Emosi merupakan keadaan yang kompleks. Unsur yang terlibat:
    • interpretasi seseorang terhadap suatu kejadian,
    • adanya reaksi fisiologis yang kuat,
    • ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika (semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi)
    • merupakan cara menginformasikan sesuatu dari satu orang ke yang lainnya,
    • membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan
  • Emosi memainkan peran utama dalam kejadian penting pada kehidupan manusia. Mengapa demikian?
  • Emosi adalah hal yang sangat psikologis. Misalnya:
    • Kita merasa bangga bila orang yang kita cintai melakukan hal yang berharga
    • Bila direndahkan kita menjadi marah atau malu
    • Kita bahagia bila mendapat penghargaan
    • Kita berduka bila kehilangan orang yang dicintai
    • Kita takut bila terancam jiwanya
  • Apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya dipengaruhi emosi dan kondisi yang diakibatkan.
    • Takut karena dikejar anjing kita mampu lari kencang bahkan melompati pagar
    • Bangga dan bahagia terhadap anak-anak meningkatkan semangat untuk maju dan menjaga kesejahteraan keluarga
  • Emosi berkontribusi dalam kesehatan fisik dan kesehatan mental maupun sakit fisik dan mental
    • Kehilangan harapan hidup dapat menjadikan kita depresi
  • Lazarus : “… We would not understand people unless we understood their emotions” (kita tidak akan mampu memahami manusia (orang) kecuali kita memahami emosi mereka)
    • Bisakah Anda membayangkan manusia tanpa emosi?

Dahulu yang banyak dibahas oleh akademisi psikologi adalah :

  • Persepsi (perception)
  • Belajar (learning)
  • Motivasi (motivation)
  • Fisiologi (physiology)
  • Kepribadian (personality)
  • Psikopatologi (Psychopathology)
  • Proses sosial (Social process)
  • Sekitar tahun 1960an Emosi mulai menjadi pembahasan utama di kalangan akademisi psikologi (sejak muncul kenyataan bahwa emosi memegang peran kunci dalam memahami persoalan manusia dan psikopatologi dalam kerja klinis)
    • Malu dan rasa bersalah merupakan aspek penting dalam perkembangan penyakit neurosis
    • Orang depresi ternyata banyak yang disebabkan karena meredam rasa marah pada orang lain yang dialihkan pada diri sendiri
    • Kemarahan yang luar biasa (acted out) bila tidak dikelola secara baik dapat membahayakan kesehatan
  • Sejak tahun 1960an, dikatakan bahwa “riset dan pemikiran tentang emosi menjadi buah bibir dan bak bunga yang mulai mekar..”

perumusan masalah dalam penelitian

Posted by Dek Rizky On April - 6 - 2010

Rumusan Masalah

sebaiknya dibuat dalam kalimat tanya

tujuan : untuk mengetahui hubungan x dan y

topik : singkat, jelas, sesuai dengan yang anda pilih, berkaitan satu dengan yang lain.

Setelah merumuskan masalah, kemudian mencari teori teori / konsep konsep / generalisasi yang dapat landasan agar peneliti mempunyai dasar yang kokoh untuk peneletian

Ada 2 macam sumber bacaan :

  1. Bersifat umum : buku teks, ensiklopedia, kamus
  2. bersifat khusus : jurnal penelitian, jurnal psikologi, buletin, laporan penelitian yang relevan, skripsi, thesis, disertasi

Pertimbangan pertimbangan memilih buku sumber :

  1. Buku bacaan relevan dengan masalah
  2. mutakhir

Jika sumber kepustakaan sudah terkumpul, maka dapat disusun dengan cara :

  1. Induktif 1 : dimulai dari fakta fakta kesimpulan umum
  2. deduktif : dari dalil dalil umum ke khusus
  3. interaktif : gabungan keduanya Read the rest of this entry »

MASA DEWASA LANJUT

Posted by Dek Rizky On January - 7 - 2010

MASA LANJUT USIA (SENESCENCE)

  • Merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang.
  • Merupakan periode ketika sso telah “jauh” meninggalkan periode yg lebih menyenangkan dan penuh manfaat.
  • Merupakan periode kemunduran (fisik dan mental).
  • Merupakan kelompok minoritas.

TUGAS PERKEMBANGAN MASA LANSIA

  • Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan.
  • Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya income keluarga.
  • Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.
  • Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia.
  • Menyesuaikan diri dg peran sosial sec luwes

BEBERAPA PANDANGAN TTG LANSIA MENURUT ROGERS:
1. Model kronologis
2. Model pandangan hukum/yuridis
3. Model Biologis
4. Model pendekatan sosio kultural
5. Model Perkemb life-span perspective

Model kronologis

  • Model pendekatan yang banyak dipakai masyarakat umum untuk menentukan kelansiaan seseorang.
  • Menggunakan usia kalender sebagai dasar dalam menentukan kelansiaan sso.
  • Orang dengan usia yang sama belum tentu mengalami proses ketuaan (aging process) yang juga sama

Model pandangan hukum/yuridis

  • Secara umum penentuan ketuaan sso berdasar dari usia kalender.
  • Dewasa lanjut secara hukum tidak selalu diikuti dengan dewasa lanjut dari sudut pandang ybs.
  • Secara yuridis individu telah memiliki hak dan kewajiban sebagai lansia.

Model Biologis

  • Menentukan ketuaan seseorang berdasar pada perubahan fisiknya (perubahan fungsi dan struktur sel, juga organ-organ tubuh yang berkaitan dengan menopause, klimakterium, dsb).
  • Berdasar pada berkerutnya kulit tubuh individu

Model pendekatan sosio kultural

  • Berdasar pada pandangan masyarakat.
  • Berdasar pada kedudukan/peran sosial yang diberikan masyarakat kepada individu, sudah tergolong lansia atau belum (masing-masing komunitas memiliki standar sendiri). Read the rest of this entry »