Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Masukan mentah, instrumental dan lingkungan

Posted by Dek Rizky On November - 10 - 2010

Masukan mentah adalah merupakan individu yang belajar dan ini akakn mempunyai peranan yang besar dalam berhasil tidaknya dalam belajar. Untuk melihat segi segi dari masuakan yang ikut berperan dalam belajar ini ialah menyangkut segi kejasmanian, dan segi psikologis. Walaupun keduanya di bedakan tetapi tidak berarti di pisahkan karena keduanya tetap merupakan suatu kesatuan, satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan, kedua  segi tersebut dibedakan agar dapat melihat permasalahannya dengan lebih rinci.

untuk mencapai proses dan hasil belajar yang baik dibutuhkan keadaan jasmani yang baik, dalam arti keadaan jasmaninya sehat, tak mengalami gangguan gangguan. Bila jasmani dalam keadaan yang tidak sehat, hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar, dan akhirnya akan mempengaruhi hasil belajarnya. Untuk menjaga keadaan jasmani atau olah raga yang terstuktur dan istarahat yang teratur. yang mempengaruhi lainnya adalah kesempurnaan alat indera agar hasil belajar baik.

Beberapa aspek mengenai segi psikologis yang berkaitan dengan proses dan hasil belajar adalah mengenai aspek persepsi, ingatan, inteligensi , perasaan atau emosi, motivasi , persepi yang kurang tepat mengenai apa yang di pelajari akan membawa hasil belajar yang kurang baik.

Menurut tikman variabel yang ada pada diri individu yang berpengaruh dalam belajar adalah menyangkut hereditym age, previous training, and special endocrine, drug or vitamin conditions

Naturalistic observation : suatu cara pendekatan yang langsung pada peristiwa yang terjadi secara alami. . Kesulitan : keadaan kelas cukup komplek  sehingga dengan demikian cukup slit untuk mengadakan pengamatan atau observasi dan mengadakan pencatatan secara tepat atau akurat, adanya tendensi mengklasifikasikan apa yang diteliti dalam keadaan komprehensif

Pendekatan laboratorium : mempelajari masalah belajar di laboratorium .Keadan di lab akan mereduksi keadaan dalam kancah yang sebenarnya. Keuntungan yaitu bahwa peneliti dpt dengan lebih baik mengendalikan penelitianya sehinga dengan demikian peneliti akan mendapatkan data yang lebih teliti. Salah satu eksperimen pada manusia di lakukan oleh ebbinghaus dalam kaitannya dengan ingatan dalam belajar.

Ingatan tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang pernah di alaminya saja, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mencerna, menyimpan menimbulkan kembali apa yang di persepsinya. ( wooodworth dan marque,1957 p542 )

Dengan demikian secara skematis cepat dikemukakan bahwa ingatan itu mencakup kemampuan kemampan sebagai berikut : memasukan ( learning ) -> menyimpan ( retention ) -> mengeluarkan kembali ( remembering ).

metode belajar menurut ebbinghaus antara lain : the learning time methode, the relearning method, reconstruction method, the paired association method.

Teori atropi : teori yang menitik beratkan pada lama interval antara waktu memasukkan materi yang di pelajari dengan waktu menimbulkan kembali materi yang bersangkutan (disuse theory ). Teori interferensi : teori kelupaan yang menitikberatkan pada isi interval.

Psikologi Abnormal

Posted by Dek Rizky On November - 3 - 2010

Psikologi abnormal adalah suatu cabang ilmu psikologi yang membahas deskripsi, penyebab, dan penanganan pola perilaku abnormal berupa gangguan mental dan gangguan psikologis.

Kriteria orang abnormal : Perilaku yang tidak biasa, seperti memakai bikini di pasar. Perilaku yang tidak di terima secara sosial. misal homo seksual, transeksual, lesbi. Persepsi yang salah terhadap realitas. misal delusi dan halusinasi. Stress. misal fobia dan kecemasan. Perilaku maladaptif, dan perilaku yang berbahaya.

Persepektif historis tentang perilaku abnormal

Demonologi : ilmu yang mengkaitkan bahwa perilaku yang tidak normal di kaitkan dengan setan dan supranatural.

Exorcism : Paham yang mempercayai bahwa orang tidak normal itu disebabkan oleh setan, dan cara pengusiran setan menggunakan ukiran kayu.

Ilmu sihir : Jika seseorang terapung di anggap sebagai tanda tidak bersih dan yang tenggelam dianggap bersih.

Persepektif kontemporer tentang perilaku abnormal

Perspektif biologis : Orang di katakan abnormal bila ada gangguan di struktur otak, ketidak seimbangan neurotransmitter dan gangguan dari genetika.

persepektif psikologis : psikodinamika,behaviorisme, humanistik, dan kognitif lihat di sini

perspektif sosiokultural :

persepektif biopsikososial

DSM IV : Diagnostic and statistic manual of mental disorder

PPDGJ : Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa

aksis I : Gangguan klinis, kondisi lain yang menjadi fokus perhatian klinis

Aksis II : gangguan kepribadian, retardasi mental

Aksis III : Kondisi medik Umum

Aksis IV : Masalah psikososial dan lingkungan

Aksis V : Penilaian fungsi secara global

Metode assessment : Observasi, interview, dan test psikologi..

Analisis Item

Posted by Dek Rizky On November - 1 - 2010

Sebagai suatu alat ukur, test harus akurat dan cermat mampu membedakan siswa yang memiliki kecakapan dan yang kurang cakap, mengukur kecakapan yang memang harus di ukur.

Isi test, sekumpulan item yang berupa pertanyaan mengenai suatu hal yang hendak di ukur atau di ungkap, sehingga kualitas test akan sangat di tentukan oleh kualitas itemnya

Langkah langkah menciptakan test yang baik : spesifikasi jelas, item ditulis berdasarkan kaidah kaidah standar penulisan item dan latihan & kreatifitas pembuatan test

Tes yang disusun dengan mendasarkan pada aturan standar tersebut secara teoritis sudah dianggap layak ( theorytical sound ). Namun belum tentu akan benar benar berfungsi apabila di terapkan di lapangan, oleh karenanya perlu diadakan uji coba.

Tujuan uji coba : mengidentifikasi soal soal yang lemah atau cacad misal soal yang kabur atatu tidak tentu arahnya, atau jawaban pengcoh yang tidak berfungsi. Mengidentifikasi taraf kesukaran soal, sehingga seleksi soal dapat dilakukan sesuai tujuan test bentuk akhir. Mengidentifikasi daya beda, menentukan berapa banyak soal untuk masing masing bagian test dan untuk keseluruhan test betntuk akhir.  Menentukan alokasi waktu yang paling layak. Menemukan kelemahan kelemahan dalam petunjuk bagi pengambil test maupun  bagi pengawas, kelemahan dalam contoh soal format dan lainnya. Menemukan saling hubungan antara soal guna menghindarkan tumpang tindih atau bias yang terlalu banyak dalam pemilihan soal dalam pengelompokan soal ke dalam subtest / bagian test

Setelah dari uji coba, soal soal di golongkan dalam 3 kategori. Soal yang di anggap baik dan diterima, soal yang jelas tidak baik, di tolak. soal yang kurang baik setelah di revisi perlu di tata dengan cara tertentu :

1. Pengelompokan berdasarjab tes, mengumpulkan butir butir soal yang mengukur bagian yang sama dalam satu kelompok.

2. pengelompokkan berdasarkan format, mengelompokkan soal yang memiliki tipe sama .

3. Pengukuran berdasarkan taraff kesukaran, berdasrakan pertimbangan psikologis, soal sebaiknya di susun mulai yang paling mudah sampai paling sukar.

Parameter item : yang di perhatikan dalam analisis tipe objektif adalah :

Indek kesukaran Aitem ( IKA ).. IKA = P = n1/N

Semakin besar angka P maka soal semakin mudah.

Indek daya beda ( IDA ) d=nit/NT – nir/NR

Indek daya beda ada yang bernilai negatif ( soal yang tidak baik )

Indek daya distriminasi

0,4 lebih = bagus sekali

0,3 – 0,39 bagus, perlu peningkatan

0,20 – 0,29 belum menguasai

0,20 kurang = buruk sekali

Penyusunan Skala Psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 31 - 2010

PSP mempelajari tentang pengukuran psikologis, yang terdiri dari atribut atribut kognitif dan atribut atribut non kognitif.

Permasalahan dalam pengukuran sehingga membuat alat ukur yang objektif

Pengembangan alat ukur psikologis, terdiri dari : alat ukur kognitif ( tes prestasi belajar ) dan alat ukur non kognitif ( skala sikap )

Kriteria alat alat ukur objektif, terdiri dari validitas dan reliabilitas.

Pengertian skala

Alat ukur : suatu alat yang di pakai untuk membobot sesuatu. Sistem pengukuran : scalling : penempatan atribut / objek pada titik titik tertentu sepanjang suatu kontinum. Atribut itu karakteristik yang dimiliki individu atau objek yang bersifat psikologis maupun fisiologis.

Kontinum : suatu garis khayal yang mencoba menggambarkan tingkat atribut psikologis dari yang paling tidak ke paling iya. Kontinum psikologis : deretan letak atribut yang dihasilkan oleh skala psikologi. Kontinum fisik : deretan letak atribut fisik yang diperoleh dari hasil skala fisik.

Ketepatan judgement ini akan mempengaruhi 2 hal. Objek yang akan di ukur, biasanya bersifat fisik akan lebih mudah di ukur di banding psikologis. Metode pengukuran : cara mengukur suatu objek, hindari hal hal yang subjektif.

Level Pengukuran : Nominal, Ordinal, interval dan rasio. Nominal mempunyai kelebihan pengkodean dapat berubah asala tidak merusak identifikasi / kategorisasi. Ordinal : hasil pengukuran berupa ukuran yang bertingkat atau berjenjang meskipun jarak antar jenjang tidak sama. bisa ke atas, bisa ke bawah. Interval : berjenjang dengan jarak antar jenjang / interval sama. Rasiio : skala interval dengan titik o mutlak / ansolut

Alat ukur psikologi dapat dibedakan menjadi 2. Yang bersifat kognitif maupun non kognitif. Perbedaan antara alat ukur kognitif dengan non kognitif. Kalau kognitif itu stimulasinya terstruktur, respon dapat di kategorikan benar/salah, bersifat objektif. Kalau non itu stimulus unstructured, stimulus yang arah responnya tidak di ketahui subjek. Semua respon di terima dan bersifat proyektif.

Tes dan pengukuran. Tes ( secara fisik ) : Sekumpulan pertanyaan yang harus di jawab / tugas yang harus di kerjaakan yang akan memberikan informasi mengenai aspek aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan / cara dan hasil subjek dalam melakukan tugas tugas tersebut

Syarat kualitas yang harus di penuhi : Anna astasi : tes pada dasarnya merupakan suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sample perilaku. Frederick G Brown, tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sample perilaku seseorang. Lee J cronbach tes adalah suatu prosesdur sistematis guna mengamati perilaku individu dan menggolongkannya dalam suatu skala atau menggunakan kategori yang sistematis.

Pengertian test

  • Tes adalah prosedur yang sistematis.
    • Item item dalam test disusun menurut cara dan aturan tertentu.
    • Prosedur administrasi tes, dan pemberian angka (scoring) terhadap hasilnya harus jelas dan di spesifikasikan secara terperinci.
    • Setiap orang yang mengambil test itu harus mendapat item item yang sama dalam kondisi sebanding.
  • Tes berisi sampel perilaku
    • Item item yang di sajikan dalam suatu test tidak akan dapat mencakup seluruh materi yang mungkin ditanyakan.
    • kelayakan suatu test tergantung pada sejauh mana item item dalam test mewakili secara representatif dalam kawasan perilaku yang di ukur
  • Test mengukur perilaku
    • item item dalam test menghendaki subjek menunjukkan apa yang di ketahui dan apa yang telah di pelajari dengan cara menjawab atau mengerjakan tugas tugas yang di kehendaki

Tidak tercakup dalam pengertian test

  • Pengertian test tidak membatasi formatnya, artinya test dapat disusun dalam berbagai bentuk dan tipe sesuai dengan maksud dan tujuan penyusunannya
  • tes tidak membatasi macam materi yang dapat dicakupnya. Artinya test dapat dirancang untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar, abilitas, bakat maupun intelegensi.
  • Subjek yang di kenai test selalu harus tahu bahwa dirinya di kenai test.

Istilah test dalam pengukuran sering digunakan secara bergantian, tyler mengatakan bahwa pengukuran adalah pemberian angka berdasrkan suatu aturan tertentu

Ciri pokok pengukuran : Adanya proses pembandingan. Artinya mengukur adalah membandingkan atribut yang hendak di ukur dengan alat ukurnya secara deskriptif, atau menyatakan hasil ukur secara kuantitatif hanya dengan satuan / besaran ukurannya saja tanpa memberikan penilaian kualitatif.

Klasifikasi test : Cranbach membagi test menjadi 2 kelompok besar.

  • Tes yang mengukur performansi maksimum : dirancang untuk mengerjakan apa yang mampu dilakukan oleh seseorang dan seberapa baik ia mampu melakukannya. Ciri cirinya : stimulus nya terstruktur dan jelas tujuannya. Subjek tau betul arah jawaban yang di kehendaki. Jawaban subjek di pilih sebagai jawaban benar/salah, petunjuk pengerjaannya sederhana, cara pemberian skornya seringkali di beritahukan pada subjek. waktu pengerjaannya di batasi. Contoh test intelegensi, bakat, prestasi belajar, kemampuan
  • Tes yang mengukur performasi tipical : dirancang untuk mengungkap kecenderungan reaksi atau perilaku individu ketika berada dalam situasi situasi tertentu. Cirinya : stimulusnya ambigu, memungkinkan untuk di interpretasikan secara subjektif, subjek tidak mengetahui arah jawaban yang diarahkan, jawaban subjek tidak di pilih sbg benar dan salah, cara scoring nya tidak di beritahukan . Contoh tes minat, sikap dan berbagai skala kepirbadian

Tes prestasi belajar : dibedakan dengan test kemampuan lain bila di lihat dari tujuannya. Tujuannya : mengungkat keberhasilan seseorang dalam belajar. Tujuan ini membawa konsekuensi bahwa dalam konstruksinya selalu mengacu pada program belajar yang dituangkan dalam silabus materi pelajaran.  Mengungkap performasi maksimal subjek dalam menguasai bahan bahan / materi yang di ajarkan.

Fungsi test prestasi belajar :

  • Fungsi penempatan : Penggunaan hasil test prestasi belajar untuk klasifikasi individu ke dalam bidang / jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang telah di perlihatkannya.
  • Fungsi formatif : untuk melihat sejauh mana kemajuan belajar yang telah di capai di capai oleh siswa dalam suatu program pelajaran
  • Fungsi diagnostik : untuk mendiagnosis kesukaran kesukaran dalam belajar, mendeteksi kelemahan siswa yang di apat di perbaiki segera.
  • fungsi sumatif : untuk memperoleh informasi tetntang penguasaan pelajarn yang telah di rencanakan sebelumnya, dalam suatu program pelajaran untuk menentukan apakah siswa dapat dinyatakan lulus dalam program pendidikan tersebut, atau apakah siswa dinyatakan dapat melanjutkan kejenjang lebih tinggi

Soal UAS Kesehatan Mental

Posted by Dek Rizky On July - 18 - 2010
  1. Kesehatan jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang optimal diri seseorang dan perkembangan itu selaras dengan keadaan orang lain, merupakan pengertian kesehatan jiwa menurut …….
    1. a. UU No 3 1966
    2. UU No 4 1966
    3. UU No 3 1965
    4. UU No 4 1965
  2. Menurut model psikoanalisa, gangguan jiwa disebabkan karena tidak terselesaikannya konflik-konflik pada tahap perkembangan sebelumnya, penyimpangan perilaku pada masa dewasa dipengaruhi oleh perkembangan pada masa anak-anak perkmbangan kepribadian mempunyai beberapa fase yaitu, kecuali……
    1. Fase oral 0-1 tahun
    2. Fase anal 1-3 tahun
    3. c. Fase Genetalia 3-5 tahun
    4. Fase laten 5-12 tahun
  3. Ciri khas gangguan jiwa adalah sebagai berikut, kecuali……
    1. Klien tidak merasa dia sakit
    2. Klien curiga pada obat sebagai racun
    3. c. Klien mau minum obat
    4. Klien menyimpan obat untuk bunuh diri
  4. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya merupakan pendapat dari….
    1. a. Stuart (1995)
    2. David.A.Tomb. (1993)
    3. Laria (1998)
    4. As Hornby
  5. Terapiutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dari pertumbuhan  dapat diartikan bahwa komunukasi terapiutik adalah komunikasi direncanakan secara sadar,tujuan dan kegiatanya difokuskan untuk penyembuhan klien ,merupakan pendapat dari….
    1. As Hornby
    2. Stuart
    3. David.A.Tomb
    4. Laria
  6. Hubungan terapiutik perawat klien berbeda dengan hubungan sosial sehari-hari. Dalam melakukan  komunikasi terapiutik ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut,kecuali…
    1. pra interaksi
    2. Orientasi
    3. c. Re Orientasi
    4. Tahap kerja
  7. Menetapkan iklim rasa saling percaya,merumuskan kontrak (memperkenalkan diri,penjelasan,tanggung jawab,harapan,tujuan)merupakan fase hubungan komunikasi antara perawat-klien pada fase….
    1. Pra interaksi
    2. b. Orientasi
    3. Re orientasi
    4. Tahap kerja
  8. Sifat hubungan terapiotik pada tujuan hubungan perawat denagn klien diantaranya sebagai berikut….
    1. a. Ketidak sadaran diri
    2. Identitas pribadi
    3. Kemampuan untuk membentuk suatu keintiman
    4. Meningkatkan fungsi dan kemampuan terhadap kebutuhan
  9. Kemauan dalam hidupan klien agar dapat merasakan pikiran dan perasaan tanpa kita terlarut didalamnya adalah menurut pengertian dari dimensi respon…..
    1. Keiklasan dan kesejatian
    2. Menghargai
    3. c. Impati
    4. Kongkrit

10.  Dimensi respon membawa klien pada tingkat pemikiran diri tinggi dilanjutkan dengan dimensi tindakan sebagai berikut,kecuali…. Read the rest of this entry »

Mungkin yang anda maksud ini :