Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Islam dan komunikasi

Posted by Dek Rizky On July - 15 - 2010

Definisi Komunikasi
Pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/ tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/ efek sesuai dengan yang diinginkan komunikan

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ia menmdengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya seorang hamba yang benar-benar mengatakan sesuatu yang (benar-benar) terjadi, maka ia akan dijauhkan dari neraka melebihi jauhnya timur dan barat. (Mutafaq’alaih)

Adab Berbicara dan Mendengar

  • Sopan, menghormati, menghargai, dan jelas (pengucapan maupun maksud).
  • Tidak berbuat aniaya dalam bentuk apapun.
  • Tidak membicarakan aib atau cacat pihak lain kecuali dengan izin orang yang bersangkutan.
  • Tidak melakukan penipuan dan perbuatan tercela lainnya.
  • Tidak menyampaikan perkataan yang sifatnya zuhrufal qaul
  • Berhati-hati dalam menerima berita sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Hujurat:6

Larangan Berbohong, Memfitnah dan Mencemarkan Nama Baik
Berbohong

  • Berbohong/ berdusta: Mengatakan sesuatu yang tdk sesuai keadaan sebenarnya.
  • Sifat BOHONG dan KHIANAT dibenci Alloh SWT.
  • Orang MUNAFIQ = Sebutan orang yang gemar berbohong & berkhianat.
  • Kerugian dunia (tidak dipercaya orang lain) dan akhirat (masuk neraka)

Memfitnah

  • Berita bohong dengan maksud menjelek-jelekkan atau menjatuhkan nama baik orang lain.
  • Bahaya fitnah lebih besar dari pembunuhan (Al-Baqarah:191)

Mencemarkan Nama Baik

  • Pasal 310 ayat 1 dan 2, ps. 311 ayat 1, ps.316, 207,208 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujurat:6)

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. (Al-Baqarah:191)

Komunikasi dalam Dakwah

  • Bersikap lemah lembut
  • Hikmah & nasihat yang baik
  • Dialog & musyawarah dalam mengambil keputusan
  • Mudah, familiar, menjaga kebersamaan, dan menghindari perpecahan
  • Tidak merendahkan pihak lain/ mencela/ mengolok-olok
  • Disesuaikan dengan bahasa objek dakwah
  • Bertawakal
  • Mohon ampun dan pertolongan pada Alloh (sabar & sholat)
  • Tidak memihak golongan tertentu

Komunikasi sebagai Hiburan
Diperbolehkan asalkan:

  • Membawa manfaat
  • Tidak menyimpang dari ajaran islam
  • Tidak mengikuti hawa nafsu
  • Tidak membawa pada kemaksiyatan

Prinsip Komunikasi dalam Islam

  • Qaulan Balighan: Menggetarkan jiwa (berpengaruh pada afeksi)
  • Qaulan Maisuran: Menggembirakan
  • Qaulan Layinan: Lemah lembut tutur bahasanya
  • Qaulan Kariman: disampaikan dengan kasih sayang
  • Qaulan Sadida: Ada dianmika psikologisnya
  • Qaulan Shodiqon: Jujur, obyektif, apa adanya.

Perkembangan sosial

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Teori psikososial

Tokoh E Erikson

Baca disini

Teori belajar : baca disini

Teori bandura : baca disini juga

tambahan : teori psikososial

baca disini : klik

Perkembangan kognitif

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Kognisi adalah pengertian yang luas mengenai berpikir dan mengamati

dua kecenderungan individu hidup :

  • adaptasi ( asimilasi dan akomodasi )
  • organisasi -> mengintegrasikan proses proses menjadi sistem sistem yang koheren

Perkembangan kognitif menurut piaget

Klik disini

Lazarus mengemukakan teori tentang emosi yang menekankan pada appraisal atau penafsiran atau pengertian mengenai informasi yang datang dari beberapa sumber. Teori ini menyatakan bahwa emosi yang dialami itu merupakan hasil penafsiran atau evaluasi mengenai informasi yang datang dari situasi lingkungan dan dari dalam

Appraisal
dibedakan menjadi dua :

Primary appraisal :

  • bila sesuatu dirasa mengganggu maka akan ditaksir sebagai sesuatu yang tidak nyaman
  • jangka panjang atau pendek
  • akan ada respon yang stresfull atas apa yang terjadi
    ada 3 komponen :

    1. goal of relevance ( tujuan yang relevan )
    2. goal congruence ( tujuan yang cocok/sesuai/ harmonis /sebaliknya )
    3. type of ego involvement ( tipe ego yang muncul )

Secondary appraisal :

Coping options ( tindakan yang mencegah kerusakan atau yang menghasilkan manfaat atau kerusakan )

ada 3 komponen

  1. a blame or a credit ( menyalahkan atau menghargai )
  2. coping potential
  3. future expectations ( perubahan ke arah +- )

retardasi mental

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Pendahuluan

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang ( sub normal ) sejak masa perkembangan ( sejak lahir atau sejak mas anak ) . Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, terapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia atau tuna mental

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Hasil bagi IQ bukanlah merupakan satu satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. SEbagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.

Klasifikasi retardasi mental menurut DSM IV – TR yaitu :

  1. Retardasi mental berat sekali
    IQ dibawah 20 – 25. sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  2. retardasi mental sedang
    IQ sekitar 20 – 25 sampai 35-40. sebanyak 4% dari orang yang terkena
  3. Retardasi mental sedang
    IQ sekitar 35 – 40 sampai 50 – 55. sekitar 10% dari yang terkena
  4. Retardasi mental ringan
    IQ sekitar 50-55 sampai 70 sekitar 85% dari yang terkena

Etiologi

Penyebab kelaian mental ini adalah faktor dari keturunan atau tak jelas sebabnya. Keduanya di sebut retardasi mental primer, sedangkan yang sekunder di sebabkan oleh faktor luar yang mempengaruhi terhadap otak bayi dalam kandanguan anak

Retardasi mental menurut penyebabnya yaitu :

  • Akibat infeksi dan/atau intoksikasi
    Dalam kelompok ini termasuk keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi intrakranial, karena serum, obat atau zat tosik lainnya
  • akibat rudapaksa atau sebab fisik lain
    rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental. Rudapksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi mental
  • Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan gizi
    semua retardasi mental yang langsung disebabkan  oleh gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi
  • akiabt penyakit itaj yang nyata ( postnatal )
    retardasi mental akibat neoplasma ( tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau perdagangan ) dan beberapa reaksi sel sel optik yang nyata, tetapi belum diketahui betul etiologinya
  • akibat kelainan kromosom
  • akibat prematur
  • akibat gangguan jiwa yang berat
  • akibat deprivasi psikososial

Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM – IV – TR yaitu :

  1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata rata
  2. gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya
  3. Ohsetnya sebelum berusia 18 tahun

Dimensia

Posted by Dek Rizky On July - 13 - 2010

Dimensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan ( umur 15 tahun ) karena gangguan otak organik, di ikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, di manifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi , rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak reversibel , sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis , laboratorium dan pemeriksaan pencitraan, dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa di obat. Pengobatan biasanya hanya suportif. zat penghambat kolines terasa ( cholinesterase inhibitors ) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja.

Demensia terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia ( l.k 5% untuk rentang umur 65-74 tahun dan 40$ bagi berumur >85 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 50% tempat tidur.

Etiologi dan klasifikasi

  • Menurut umur
    1. demensia senilis ( >65 tahun )
    2. demensia prasenlis ( <65 tahun)
  • Menurut perjalanan penyakit
    1. reversible
    2. inreverrsible ( normal pressure hydrochepalus, subdural hematoma, vit B defisiensi, hipotirodisa, intoxikasi Pb. )
  • Menurut kerusakan struktur otak
    Tipe alzheimer

    1. tipe non alzheimer
    2. demensia vaskular
    3. demensia jisim lewy ( lewy body dementia )
    4. demensia lobus frontal temporal
    5. demensia terkait dengan SIDA ( HIV – AIDS )
    6. morbus parkinson
    7. Morbus huntington
    8. morbus pick
    9. morbus jakob – creutzfeldt
    10. Sindrom gerstamann – straussler – scheinker
    11. Prion disease
    12. Palsi supranuklear progresif
    13. Multiple sklerosis
    14. Neurosifilis
    15. Tipe campuran
      • Menurut sifat klinis :
        • demensia proprius
        • pseudo – demensia

Tanda dan gejala

  • Seluruh jajaran fungsi kognitif rusak
  • Awalnya gangguan daya ingat jangka pendek
  • Gangguan kepribadian dan perilaku, mood swings
  • defisit neurogik motor dan fokal
  • mudah tersinggung , bermusuhan , agitasi dan kejang
  • gangguan psikotik : halusinasi, ilusi, waham, dan paranoid
  • Agnosia, apraxia dan afasia
  • ADL ( activity of daily living ) susah
  • Kesulitan mengatur penggunaan keuangan
  • Tidak bisa pulang ke rumah bila bepergian
  • Lupa meletakkan barang penting
  • Sulit mandi, makan, berpakaian , toiletting
  • pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang
  • mudah terjatuh, inkontinensia urine dan alvi
  • tak dapat makan dan menelan
  • koma dan kematian

Diagnosis
Diagnosa di fokuskan pada 3 hal :

  • Pembedaan antara delirium dan demensia
  • Bagian otak yang terkena
  • Penyebab yang potensial reversibel
  • Perlu pembedaan dan depresi ( ini bisa di obati lebih mudah )
  • pemeriksaan untuk mengingat 3 benda yang disebut
  • mengelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah
  • pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EEC
  • pencitraan otak amat penting CT atau MRI

Terapi

Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin dan bantuan pengasuh perlu.

  • Koridor tempat jalan, tangga , meja kursi tempat barang keperluannya
  • tidak  diperbolehkan memindahkan mobil dsb
  • diberi keperluan yang mudah dilihat , penerangan, lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar.

Behavioral and psychologycal symtoms of dementia

BPSD perlu dibahas disini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan membuat payah bagi sang pasien karena ulahnya amat mengganggu :

Behavioral :

  • Gangguan perilaku
  • agitasi
  • hiperaktif
  • keluyuran
    • Perilaku yang tak adekuat
    • abulia kognitif
    • agresi
  • Verbal, teriak
  • fisik
  • gangguan nafsu makan
  • gangguan ritme diurnal
  • Tidur bangun
  • perilaku tak sopan
  • perilaku sexual tak sopan
  • deviasi sexual
  • piromania

Psychologycal

  • Gangguan afektif
    • anxietas
    • iritabilitas
    • gejala depresif
    • depresi berat
  • Labilitas emosional
    • Apati
    • Sindrom waham dan salah identifikasi
      • orang yang menyembunyikan dan mencuri barangnya
      • paranoid, curiga
    • rumah lama dianggap bukan rumahnya
    • pasangan / pengaasuh
      • palsi
      • tak setia
      • menelantarkan pasien
      • cemburu patologik
      • keluarga / kenalan yang mati masih hidup
    • halusinasi
      • visual
      • auditorik
      • olfaktorik
      • raba ( haptik )