Kuliah Dek Rizky Psikologi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi

Search Results

Psikologi Eksperimen

Posted by Dek Rizky On November - 6 - 2010

Psikologi adalah ilmu yang memplejari tentang psikis seseorang. Psikis adalah keadaan jiwa yang bisa di pelajari melalui proses berfikir (kognisi ), emosi (afeksi ) dan perilaku ( konasi )

eksperimen adalah salah satu metode dalam ilmu pengetahuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan sementara / hipotesis secara ilmiah. Perbedaan metode penelitian eksperimen dengan metode lain adalah adanya perlakuan atau manipulasi terhadap subjek penelitian

Psikologi eksperimen : salah satu cabang dari ilmu psikologi yang menitikberatkan pada penggunaan metode penelitian eksperimen dalam meneliti dan mengembangkan ilmu psikologi.

Metode penelitian adalah prosesp, prinsip dan prosedur yang di gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Pendekatan umum untuk mengkaji topik penelitian.

Ciri ciri penelitian eksperimen : peneliti mengubah kondisi kondisi tertentu memnurut rencana yang di tentukan, adanya variabel bebas dan tergantung, adanya kesetaraan kelompok sebelum dan sesudah di berikan perlakuan, adanya kendali penuh pada peneliti untuk memberi perlakuan sehingga memenuhi syarat validitas dan realibilitas penelitian, adanya prosedur randomisasi atas subjek dan kelompok untuk menjamin kesempatan yang sama bagi semua anggota populasi.

Etika penelitian eksperimen : kebebasan bagi publik untuk dapat mengakses data hasil penelitian, menjaga kerahasiaan dan privasi subjek penelitian, mengirimkan hasil penelitian kepada subjek penelitian, memberikan hal subjek dan meminta persetjuan terlebih dahulu, memberitahukan secara jujur tentang prosedur yang telah di lakukan, memberikan terapi atau bantuan kepada subjek yang mengalami akibat negatif baik secara fisik atau psikis dari penelitian, sampai kembali sehat seperti keadaan semuula sebelum penelitian, penelitian yang melibatkan binatang harus memperhatikan akibat negatif yang mungkin dialami binatang.

validitas penelitian

validitas internal. Berhubungan dengan efek yang ditimbulkan oleh perlakuan, menunjukkan sejauh mana perubahan yang diamati dalam suatu eksperimen benar terjadi karena variabel x.. Efek perlakuan dikatakan valid jika secara meyakinkan timbul atau terjadi hanya dikarenakan variabel perlakuan yang diberikan oleh eksperimeter. gangguan validitas : sejarah, kematangan subjek, pengujian, instrumentasi, regeresi statistik, bias dalam seleksi , dropout.

Validitas eksternal. Berhubungan dengan tingakat generalisasi, penerapan, aplikasi hasil eksp pada suatu populasi, menunjukan sejauh mana hasil suatu penelitian eksperimen dapat digenaralisasikan pada populasi. Suatu hasil penelitian eksperimen dikatakan valid bila hasil penelitian mempunyai generalisasi yang luas pada populasi dan dapat diaplikasikan dalam kejadian di masyarakat.
Macamnya validitas eksternal : validitas populasi, ekologi.
Faktor yang mengganggu validitas eksternal : interaksi seleksi dengan perlakuan.Interaksi kondisi dengan perlakuan. Interaksi history dengan perlakuan

Laporan penelitian

1. Judul

2. latar belakang maslah

3. tujuan penelitian

4. manfaat penelitian

5. kerangka berfikir

6. hipotesis

7. variable penelitian

8 definisi operasional

9. subjek penelitian

10. alat ukur

11. perlakuan / maniplasi

12. rancangan atau design eksp

13. hasil penelitian

14. analisis data

15. pembahasan

16. kesimpulandan saran

Psikoterapi

Posted by Dek Rizky On November - 3 - 2010

Psikoterapi

  • Interaksi sistematis
  • Prinsip psikologis
  • Perilaku, perasaan dan pemikiran
  • Perilaku dan pemecahan masalah, pertumbuhan pribadi
  • Interaksi verbal
  • Menamkan harapan akan kemajuan

Terapi psikodinamika

Sigmund freud : membantu klien mendapatkan insight, dimana ada ID seharusnya ada ego.

Metode :

Terapi :

Terapi perilakuan

Aplikasi prinsip belajar, fokus pada perubahan perilaku, bukan kepribadian dan masalah, singkat spesifik dan teratur

Metode

  • disentisasi sitematik
  • pemamaparan bertahap
  • modelling
  • prinsip operant conditioning
  • token economy
  • aversive conditioning
  • pelatihan ketrampiilan sosial
  • self control

Terapi humanistik

  • fokus pada klien yang subjective
  • here and now
  • masa lalu mempengaruhi masa kini
  • membangun humanistik

Paradigma Psikopatologi

Posted by Dek Rizky On November - 3 - 2010

Pendekatan biologis, psikologis, sosial.

BIOlogis

Teori struktural : Abnormalitas dalam struktur otak menyebabkan mental disorder

Teori biochemical : ketidak seimbangan neurotransmitter/hormon atau terganggunya reseptor pada neurotransmitter menyebabkan mental disorder.

Teori genetic : gangguan gen mengarahkan pada mental disorder

Teori psikodinamika : Semua tingkah laku, pikiran dan emosi yang normal atau abnormal sebagian besar di pengaruhi oleh proses proses ketidaksadaran. Dorongan dasar yang memotivasi perilaku manusia; dorongan sexual, dan dorongan agresif. Struktur kepribadian : ID, ego, super ego. Defense mechanisme : strategi merubah hasrat pikiran dan perasaan yang tidak di terima ke bentuk bentuk yang lebih sesuai dengan norma sosial. Neurotix paradox : jika defence mechanisme maladaptif inadequate maka akan menghasilkan perilaku patologis. Tahap perkembangan psikoseksual : tahap oral, anal, phallic, latency, genital. Penyebab abnormal :represi, fiksai, neurotik paradox. Intervensi : emotional insight melalui katarsis. Terapi : analisis mimpi

Link penting : 1 , 2 , 3

Psikologi Abnormal

Posted by Dek Rizky On November - 3 - 2010

Psikologi abnormal adalah suatu cabang ilmu psikologi yang membahas deskripsi, penyebab, dan penanganan pola perilaku abnormal berupa gangguan mental dan gangguan psikologis.

Kriteria orang abnormal : Perilaku yang tidak biasa, seperti memakai bikini di pasar. Perilaku yang tidak di terima secara sosial. misal homo seksual, transeksual, lesbi. Persepsi yang salah terhadap realitas. misal delusi dan halusinasi. Stress. misal fobia dan kecemasan. Perilaku maladaptif, dan perilaku yang berbahaya.

Persepektif historis tentang perilaku abnormal

Demonologi : ilmu yang mengkaitkan bahwa perilaku yang tidak normal di kaitkan dengan setan dan supranatural.

Exorcism : Paham yang mempercayai bahwa orang tidak normal itu disebabkan oleh setan, dan cara pengusiran setan menggunakan ukiran kayu.

Ilmu sihir : Jika seseorang terapung di anggap sebagai tanda tidak bersih dan yang tenggelam dianggap bersih.

Persepektif kontemporer tentang perilaku abnormal

Perspektif biologis : Orang di katakan abnormal bila ada gangguan di struktur otak, ketidak seimbangan neurotransmitter dan gangguan dari genetika.

persepektif psikologis : psikodinamika,behaviorisme, humanistik, dan kognitif lihat di sini

perspektif sosiokultural :

persepektif biopsikososial

DSM IV : Diagnostic and statistic manual of mental disorder

PPDGJ : Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa

aksis I : Gangguan klinis, kondisi lain yang menjadi fokus perhatian klinis

Aksis II : gangguan kepribadian, retardasi mental

Aksis III : Kondisi medik Umum

Aksis IV : Masalah psikososial dan lingkungan

Aksis V : Penilaian fungsi secara global

Metode assessment : Observasi, interview, dan test psikologi..

Penyusunan Skala Psikologi

Posted by Dek Rizky On October - 31 - 2010

PSP mempelajari tentang pengukuran psikologis, yang terdiri dari atribut atribut kognitif dan atribut atribut non kognitif.

Permasalahan dalam pengukuran sehingga membuat alat ukur yang objektif

Pengembangan alat ukur psikologis, terdiri dari : alat ukur kognitif ( tes prestasi belajar ) dan alat ukur non kognitif ( skala sikap )

Kriteria alat alat ukur objektif, terdiri dari validitas dan reliabilitas.

Pengertian skala

Alat ukur : suatu alat yang di pakai untuk membobot sesuatu. Sistem pengukuran : scalling : penempatan atribut / objek pada titik titik tertentu sepanjang suatu kontinum. Atribut itu karakteristik yang dimiliki individu atau objek yang bersifat psikologis maupun fisiologis.

Kontinum : suatu garis khayal yang mencoba menggambarkan tingkat atribut psikologis dari yang paling tidak ke paling iya. Kontinum psikologis : deretan letak atribut yang dihasilkan oleh skala psikologi. Kontinum fisik : deretan letak atribut fisik yang diperoleh dari hasil skala fisik.

Ketepatan judgement ini akan mempengaruhi 2 hal. Objek yang akan di ukur, biasanya bersifat fisik akan lebih mudah di ukur di banding psikologis. Metode pengukuran : cara mengukur suatu objek, hindari hal hal yang subjektif.

Level Pengukuran : Nominal, Ordinal, interval dan rasio. Nominal mempunyai kelebihan pengkodean dapat berubah asala tidak merusak identifikasi / kategorisasi. Ordinal : hasil pengukuran berupa ukuran yang bertingkat atau berjenjang meskipun jarak antar jenjang tidak sama. bisa ke atas, bisa ke bawah. Interval : berjenjang dengan jarak antar jenjang / interval sama. Rasiio : skala interval dengan titik o mutlak / ansolut

Alat ukur psikologi dapat dibedakan menjadi 2. Yang bersifat kognitif maupun non kognitif. Perbedaan antara alat ukur kognitif dengan non kognitif. Kalau kognitif itu stimulasinya terstruktur, respon dapat di kategorikan benar/salah, bersifat objektif. Kalau non itu stimulus unstructured, stimulus yang arah responnya tidak di ketahui subjek. Semua respon di terima dan bersifat proyektif.

Tes dan pengukuran. Tes ( secara fisik ) : Sekumpulan pertanyaan yang harus di jawab / tugas yang harus di kerjaakan yang akan memberikan informasi mengenai aspek aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan / cara dan hasil subjek dalam melakukan tugas tugas tersebut

Syarat kualitas yang harus di penuhi : Anna astasi : tes pada dasarnya merupakan suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sample perilaku. Frederick G Brown, tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sample perilaku seseorang. Lee J cronbach tes adalah suatu prosesdur sistematis guna mengamati perilaku individu dan menggolongkannya dalam suatu skala atau menggunakan kategori yang sistematis.

Pengertian test

  • Tes adalah prosedur yang sistematis.
    • Item item dalam test disusun menurut cara dan aturan tertentu.
    • Prosedur administrasi tes, dan pemberian angka (scoring) terhadap hasilnya harus jelas dan di spesifikasikan secara terperinci.
    • Setiap orang yang mengambil test itu harus mendapat item item yang sama dalam kondisi sebanding.
  • Tes berisi sampel perilaku
    • Item item yang di sajikan dalam suatu test tidak akan dapat mencakup seluruh materi yang mungkin ditanyakan.
    • kelayakan suatu test tergantung pada sejauh mana item item dalam test mewakili secara representatif dalam kawasan perilaku yang di ukur
  • Test mengukur perilaku
    • item item dalam test menghendaki subjek menunjukkan apa yang di ketahui dan apa yang telah di pelajari dengan cara menjawab atau mengerjakan tugas tugas yang di kehendaki

Tidak tercakup dalam pengertian test

  • Pengertian test tidak membatasi formatnya, artinya test dapat disusun dalam berbagai bentuk dan tipe sesuai dengan maksud dan tujuan penyusunannya
  • tes tidak membatasi macam materi yang dapat dicakupnya. Artinya test dapat dirancang untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar, abilitas, bakat maupun intelegensi.
  • Subjek yang di kenai test selalu harus tahu bahwa dirinya di kenai test.

Istilah test dalam pengukuran sering digunakan secara bergantian, tyler mengatakan bahwa pengukuran adalah pemberian angka berdasrkan suatu aturan tertentu

Ciri pokok pengukuran : Adanya proses pembandingan. Artinya mengukur adalah membandingkan atribut yang hendak di ukur dengan alat ukurnya secara deskriptif, atau menyatakan hasil ukur secara kuantitatif hanya dengan satuan / besaran ukurannya saja tanpa memberikan penilaian kualitatif.

Klasifikasi test : Cranbach membagi test menjadi 2 kelompok besar.

  • Tes yang mengukur performansi maksimum : dirancang untuk mengerjakan apa yang mampu dilakukan oleh seseorang dan seberapa baik ia mampu melakukannya. Ciri cirinya : stimulus nya terstruktur dan jelas tujuannya. Subjek tau betul arah jawaban yang di kehendaki. Jawaban subjek di pilih sebagai jawaban benar/salah, petunjuk pengerjaannya sederhana, cara pemberian skornya seringkali di beritahukan pada subjek. waktu pengerjaannya di batasi. Contoh test intelegensi, bakat, prestasi belajar, kemampuan
  • Tes yang mengukur performasi tipical : dirancang untuk mengungkap kecenderungan reaksi atau perilaku individu ketika berada dalam situasi situasi tertentu. Cirinya : stimulusnya ambigu, memungkinkan untuk di interpretasikan secara subjektif, subjek tidak mengetahui arah jawaban yang diarahkan, jawaban subjek tidak di pilih sbg benar dan salah, cara scoring nya tidak di beritahukan . Contoh tes minat, sikap dan berbagai skala kepirbadian

Tes prestasi belajar : dibedakan dengan test kemampuan lain bila di lihat dari tujuannya. Tujuannya : mengungkat keberhasilan seseorang dalam belajar. Tujuan ini membawa konsekuensi bahwa dalam konstruksinya selalu mengacu pada program belajar yang dituangkan dalam silabus materi pelajaran.  Mengungkap performasi maksimal subjek dalam menguasai bahan bahan / materi yang di ajarkan.

Fungsi test prestasi belajar :

  • Fungsi penempatan : Penggunaan hasil test prestasi belajar untuk klasifikasi individu ke dalam bidang / jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang telah di perlihatkannya.
  • Fungsi formatif : untuk melihat sejauh mana kemajuan belajar yang telah di capai di capai oleh siswa dalam suatu program pelajaran
  • Fungsi diagnostik : untuk mendiagnosis kesukaran kesukaran dalam belajar, mendeteksi kelemahan siswa yang di apat di perbaiki segera.
  • fungsi sumatif : untuk memperoleh informasi tetntang penguasaan pelajarn yang telah di rencanakan sebelumnya, dalam suatu program pelajaran untuk menentukan apakah siswa dapat dinyatakan lulus dalam program pendidikan tersebut, atau apakah siswa dinyatakan dapat melanjutkan kejenjang lebih tinggi